Ramadan 1446 H

Salah Pilih Makanan Saat Sahur? Ini 6 Jenis yang Bisa Bikin Puasa Jadi Berat!

×

Salah Pilih Makanan Saat Sahur? Ini 6 Jenis yang Bisa Bikin Puasa Jadi Berat!

Sebarkan artikel ini
Makanan saat sahur
Makanan saat sahur

Ringkasan Berita

  • Sayangnya, banyak orang yang masih salah dalam memilih menu sahur, sehingga menyebabkan tubuh cepat merasa lemas, hau…
  • Oleh karena itu, penting untuk mengetahui makanan dan minuman yang sebaiknya dihindari saat sahur agar puasa tetap la…
  • Makanan yang dikonsumsi saat sahur memiliki peran besar dalam menjaga energi dan daya tahan tubuh selama berpuasa.

TOPIKSERU.COM – Sahur adalah waktu penting untuk mempersiapkan tubuh agar tetap bertenaga sepanjang hari saat berpuasa. Makanan yang dikonsumsi saat sahur memiliki peran besar dalam menjaga energi dan daya tahan tubuh selama berpuasa.

Sayangnya, banyak orang yang masih salah dalam memilih menu sahur, sehingga menyebabkan tubuh cepat merasa lemas, haus, atau lapar sebelum waktu berbuka tiba.

Beberapa makanan tertentu dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang cepat turun, dehidrasi, atau gangguan pencernaan. Hal ini berdampak pada ketahanan tubuh selama berpuasa.

Oleh karena itu, penting untuk mengetahui makanan dan minuman yang sebaiknya dihindari saat sahur agar puasa tetap lancar dan tubuh tetap sehat.

Agar tetap kuat dan tidak mudah lemas, ada beberapa jenis makanan yang sebaiknya dihindari saat sahur.

Berikut adalah daftar makanan dan minuman yang perlu diperhatikan agar puasa lebih nyaman dan lancar, sebagaimana dirangkum Topikseru.com dari situs Siloam Hospitals.

1. Makanan Tinggi Gula

Makanan manis seperti kue, donat, sereal manis, atau roti dengan selai mengandung gula sederhana yang cepat dicerna oleh tubuh. Akibatnya, kadar gula darah naik drastis dan kemudian turun dengan cepat, menyebabkan tubuh menjadi lemas dan lapar lebih awal sebelum waktu berbuka tiba.

Selain itu, konsumsi gula berlebih juga bisa menyebabkan ketidakseimbangan hormon insulin yang dapat meningkatkan risiko diabetes dalam jangka panjang. Energi yang dihasilkan dari makanan manis hanya bersifat sementara, sehingga tubuh tidak memiliki cadangan energi yang cukup untuk bertahan sepanjang hari.

Sebagai gantinya, pilih makanan dengan karbohidrat kompleks seperti oatmeal, nasi merah, ubi, atau roti gandum. Makanan ini mengandung serat yang lebih tinggi, sehingga dapat memberikan rasa kenyang lebih lama dan energi yang stabil sepanjang hari.

2. Minuman Berkafein

Minuman berkafein seperti teh, kopi, dan minuman energi mungkin terasa menyegarkan di pagi hari, tetapi sebenarnya bisa berdampak negatif bagi tubuh saat berpuasa. Kafein bersifat diuretik, yang berarti dapat meningkatkan produksi urine dan menyebabkan tubuh kehilangan lebih banyak cairan.

Kehilangan cairan ini bisa mempercepat terjadinya dehidrasi, terutama jika seseorang tidak minum cukup air sebelum berpuasa. Akibatnya, tubuh akan lebih mudah merasa haus dan lemas di siang hari.

Sebagai alternatif, konsumsi air putih dalam jumlah yang cukup selama sahur untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh. Jus buah alami tanpa tambahan gula juga bisa menjadi pilihan yang baik untuk memberikan energi tambahan.

3. Makanan Olahan

Makanan olahan seperti sosis, nugget, mie instan, dan makanan kalengan sering kali mengandung bahan pengawet, tinggi garam, serta rendah serat dan nutrisi. Konsumsi makanan ini saat sahur tidak akan memberikan manfaat gizi yang cukup, sehingga tubuh lebih cepat merasa lapar dan tidak memiliki energi yang cukup untuk bertahan sepanjang hari.

Selain itu, makanan olahan sering kali mengandung lemak trans yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung jika dikonsumsi dalam jangka panjang. Kandungan MSG dan bahan kimia tambahan lainnya juga dapat menyebabkan efek samping seperti sakit kepala, kelelahan, dan gangguan pencernaan.

Baca Juga  BI Sumut Mulai Buka Layanan Penukaran Uang Sambut Idul Fitri 2025

Sebagai gantinya, pilih makanan segar seperti sayuran, buah-buahan, dan protein alami seperti telur, ikan, atau ayam. Masaklah makanan sendiri agar lebih sehat dan bebas dari bahan tambahan yang berbahaya.

4. Makanan Tinggi Garam

Makanan asin seperti ikan asin, keripik, atau camilan gurih dapat menyebabkan tubuh lebih cepat haus karena garam menarik cairan dari sel-sel tubuh. Hal ini bisa mempercepat dehidrasi saat berpuasa, terutama jika seseorang tidak minum cukup air saat sahur.

Selain menyebabkan dehidrasi, konsumsi garam berlebihan juga dapat meningkatkan tekanan darah dan memicu risiko penyakit kardiovaskular. Garam dalam jumlah besar bisa membuat ginjal bekerja lebih keras dalam menyaring kelebihan natrium dari tubuh.

Sebagai gantinya, pilih makanan dengan kadar garam seimbang seperti sayuran segar atau makanan yang dimasak sendiri tanpa tambahan garam berlebihan. Gunakan rempah-rempah alami seperti bawang putih, kunyit, dan lada hitam untuk menambah rasa tanpa harus mengandalkan garam berlebih.

5. Makanan yang Terlalu Pedas

Makanan pedas dengan banyak cabai atau rempah-rempah memang menggugah selera, tetapi bisa menyebabkan iritasi lambung dan gangguan pencernaan. Bagi yang memiliki masalah asam lambung atau maag, makanan pedas saat sahur bisa memperburuk kondisi tersebut.

Mengonsumsi makanan pedas saat sahur juga dapat memicu produksi asam lambung yang berlebihan, menyebabkan rasa perih di perut dan meningkatkan risiko sakit perut di siang hari. Hal ini tentu akan mengganggu kenyamanan saat berpuasa.

Untuk menjaga kesehatan pencernaan, sebaiknya konsumsi makanan yang lebih ringan dan tidak terlalu berbumbu. Jika ingin menambahkan rasa pedas, gunakan dalam jumlah yang sangat terbatas agar tidak mengganggu sistem pencernaan.

6. Makanan Tinggi Lemak

Gorengan, makanan bersantan, dan daging berlemak tinggi adalah contoh makanan yang sulit dicerna tubuh dan dapat menyebabkan rasa begah atau tidak nyaman di perut. Makanan berlemak juga memperlambat proses pencernaan, membuat tubuh terasa lebih berat dan mudah lelah.

Selain itu, konsumsi lemak berlebih bisa meningkatkan kadar kolesterol dalam darah, yang dapat berkontribusi terhadap berbagai masalah kesehatan seperti obesitas dan penyakit jantung. Makanan tinggi lemak juga bisa menyebabkan naiknya kadar gula darah secara tidak stabil, sehingga tubuh mudah lemas saat berpuasa.

Sebagai alternatif, pilih makanan dengan kandungan lemak sehat seperti alpukat, kacang-kacangan, dan ikan berlemak seperti salmon atau tuna. Konsumsi protein dan serat dalam jumlah seimbang untuk memastikan energi tetap stabil sepanjang hari.

Memilih makanan yang tepat saat sahur sangat penting untuk menjaga energi dan kesehatan selama berpuasa. Hindari makanan tinggi gula, kafein, garam, lemak, serta makanan olahan dan pedas yang dapat mengganggu keseimbangan tubuh.

Sebagai gantinya, konsumsi makanan dengan karbohidrat kompleks, protein seimbang, serta cukup serat dan cairan agar puasa lebih lancar dan nyaman. Dengan pola makan yang tepat, tubuh akan tetap kuat dan bertenaga sepanjang hari tanpa merasa cepat lelah atau dehidrasi.

Sumber: Silaom Hospital