Ringkasan Berita
- Dalam wawancaranya di podcast Deddy Corbuzier, Nunung mengaku telah menjual hampir semua aset miliknya dan kini hanya…
- Nama Nunung sudah dikenal luas di industri hiburan sejak ia bergabung dengan grup lawak legendaris Srimulat.
- Artis komedi senior ini mengungkapkan bahwa dirinya kini tengah mengalami kesulitan ekonomi yang cukup berat.
TOPIKSERU.COM – Dunia hiburan Indonesia dikejutkan dengan pengakuan memilukan dari Tri Retno Prayudati, yang lebih dikenal sebagai Nunung Srimulat.
Artis komedi senior ini mengungkapkan bahwa dirinya kini tengah mengalami kesulitan ekonomi yang cukup berat.
Dalam wawancaranya di podcast Deddy Corbuzier, Nunung mengaku telah menjual hampir semua aset miliknya dan kini hanya menyisakan satu rumah di Solo, yang bahkan sudah digadaikan.
Kondisi ini membuat Nunung dan sang suami, Ian, kini harus tinggal di sebuah kos-kosan sederhana di Pancoran, Jakarta Selatan.
Situasi ini tentu sangat kontras dengan kehidupan Nunung di masa jayanya, ketika ia dikenal sebagai salah satu komedian paling sukses di Indonesia.
Lalu, bagaimana perjalanan hidup Nunung hingga menghadapi keadaan yang sulit seperti sekarang? Mari kita ulas lebih dalam.
Nama Nunung sudah dikenal luas di industri hiburan sejak ia bergabung dengan grup lawak legendaris Srimulat.
Kariernya semakin melejit setelah ia tampil dalam berbagai program komedi di televisi nasional.
Namun, semua berubah setelah kasus penyalahgunaan narkoba yang menjeratnya pada tahun 2019.
Kasus ini tidak hanya berdampak pada citra dan reputasinya, tetapi juga berimbas langsung pada karier dan finansialnya.
Sejak saat itu, tawaran pekerjaan mulai berkurang drastis. Meskipun ia sudah menyatakan bertobat dan menjalani rehabilitasi, stigma di masyarakat serta dunia hiburan tetap membuatnya sulit untuk bangkit kembali.
Nunung yang dulu sering tampil di televisi kini hanya sesekali diundang sebagai bintang tamu.
Padahal, sebelumnya ia memiliki jadwal kerja yang padat dan stabil. Pendapatan yang tidak lagi seperti dulu membuatnya mulai menguras tabungan dan menjual berbagai aset untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Dalam wawancara dengan Deddy Corbuzier, Nunung mengungkapkan bahwa ia telah menjual hampir seluruh harta bendanya demi bertahan hidup. Kini, hanya tersisa satu rumah di Solo, yang juga telah ia gadaikan ke bank.
Tidak hanya itu, kendaraan pribadinya pun turut digadaikan. Nunung menyebut bahwa BPKB mobilnya telah dijadikan jaminan di bank, demi mendapatkan dana tambahan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Keputusan ini tentu bukan hal yang mudah bagi seorang Nunung. Rumah di Solo merupakan satu-satunya aset berharga yang tersisa, namun ia terpaksa menggadaikannya demi membayar utang dan kebutuhan hidup.
Akibat penggadaian rumah dan kendaraan, Nunung kini memiliki beban finansial yang cukup berat. Ia harus membayar cicilan ke bank setiap bulan dengan jumlah yang tidak sedikit. Berikut adalah rincian utang yang harus dibayarnya:
– Rp15,3 juta per bulan untuk pembayaran sertifikat rumah yang digadaikan.
– Rp7 juta per bulan untuk pelunasan BPKB mobil.
Totalnya, ia harus menyediakan Rp22,3 juta setiap bulan hanya untuk membayar utang-utang tersebut. Jumlah ini tentu sangat besar, terutama jika dibandingkan dengan penghasilannya yang tidak menentu.
Nunung mengaku bahwa dirinya selalu mengutamakan pembayaran utang ini, karena ia tidak ingin kehilangan rumahnya. Baginya, rumah di Solo adalah satu-satunya harapan yang tersisa dan ia ingin mempertahankannya bagaimanapun caranya.
Saat ini, satu-satunya sumber penghasilan Nunung adalah undangan menjadi bintang tamu di televisi. Namun, pekerjaan ini tidak selalu datang setiap bulan. Terkadang, ia harus menunggu hingga dua atau tiga bulan untuk mendapatkan undangan tampil di acara TV.
“Saya ini cuman menunggu kadang-kadang jadi bintang tamu. Kadang itu turun dua bulan tiga bulan, jadi menunggu itu aja,” ungkapnya dengan nada sedih.
Ketidakpastian ini membuatnya harus berhemat dan mengatur keuangan sebaik mungkin. Setiap penghasilan yang ia dapatkan langsung dialokasikan untuk membayar utang serta membantu keluarganya di Solo.
Selain itu, Nunung juga harus memikirkan biaya hidup sehari-hari, termasuk kebutuhan pokok, biaya kesehatan, serta keperluan lainnya. Dengan penghasilan yang tidak menentu, ia harus benar-benar bijak dalam mengelola keuangan.
Meskipun menghadapi berbagai tantangan, Nunung tetap bersikeras untuk mempertahankan rumahnya di Solo. Ia mengaku bahwa rumah tersebut memiliki nilai emosional yang sangat besar baginya.
“Saya tidak mau kehilangan rumah saya,” tegasnya dengan suara bergetar.
Rumah tersebut bukan hanya sekadar aset, tetapi juga menjadi simbol perjuangan hidupnya selama ini. Ia tidak ingin rumah itu jatuh ke tangan orang lain hanya karena kesulitan finansial yang sedang dihadapinya saat ini.
Pelajaran Berharga dari Perjalanan Hidup Nunung
Kisah hidup Nunung memberikan banyak pelajaran bagi masyarakat, terutama dalam hal mengelola keuangan dan menghadapi perubahan hidup. Beberapa hal yang bisa dipetik dari perjalanan hidupnya antara lain:
1. Pentingnya Mengelola Keuangan dengan Bijak
– Kesuksesan di masa kini tidak menjamin kestabilan di masa depan. Oleh karena itu, penting untuk selalu menyisihkan tabungan dan berinvestasi untuk hari tua.
2. Dampak dari Kesalahan di Masa Lalu
– Kasus narkoba yang menjerat Nunung memberikan dampak besar pada hidupnya. Ini menjadi pengingat bahwa kesalahan besar dapat membawa konsekuensi jangka panjang.
3. Bertahan di Tengah Krisis
– Meskipun mengalami kesulitan, Nunung tidak menyerah begitu saja. Ia tetap berusaha mencari pekerjaan dan mempertahankan rumahnya. Sikap ini menunjukkan bahwa ketekunan dan semangat juang sangat penting dalam menghadapi hidup.
Perjalanan hidup Nunung menjadi kisah inspiratif sekaligus menyentuh hati. Dari seorang artis komedi sukses, ia kini harus berjuang keras untuk mempertahankan hidupnya. Kesulitan ekonomi yang ia hadapi menjadi pengingat bahwa kehidupan bisa berubah kapan saja.
Namun, di balik semua cobaan ini, Nunung tetap berusaha bangkit dan tidak menyerah. Semoga ia segera menemukan jalan keluar dari kesulitan ini dan bisa kembali berkarya di dunia hiburan seperti dulu. (*)













