Nasional

Drama Pelarian 50 Napi di Kutacane: Bobol Atap Lapas, 12 Sudah Ditangkap!

×

Drama Pelarian 50 Napi di Kutacane: Bobol Atap Lapas, 12 Sudah Ditangkap!

Sebarkan artikel ini
Napi Kabur
Puluhan narapidana Lapas kelas II B Kutacane, Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh kabur menjelang berbuka puasa, Senin (10/3/2025).(Instagram:SumutHeadlines)

Ringkasan Berita

  • Puluhan narapidana melarikan diri dengan cara membobol atap tahanan menjelang waktu berbuka puasa.
  • Kejadian ini menimbulkan kepanikan luar biasa di kalangan warga sekitar, termasuk para pedagang takjil yang berhambur…
  • Menurut saksi mata, para napi terlihat berlarian di sekitar area lapas setelah berhasil keluar.

TOPIKSERU.COM – Insiden pelarian massal terjadi di Lapas Kelas II B Kutacane, Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh, pada Senin, 10 Maret 2025. Puluhan narapidana melarikan diri dengan cara membobol atap tahanan menjelang waktu berbuka puasa.

Kejadian ini menimbulkan kepanikan luar biasa di kalangan warga sekitar, termasuk para pedagang takjil yang berhamburan menyelamatkan diri.

Menurut saksi mata, para napi terlihat berlarian di sekitar area lapas setelah berhasil keluar. Mereka tidak hanya membahayakan keamanan lapas, tetapi juga menimbulkan keresahan di lingkungan sekitar.

Seorang warga Aceh Tenggara, M. Eko Saputra, yang berada di lokasi saat kejadian, memberikan kesaksian mengenai pelarian para napi. Menurutnya, para tahanan melompat dari atap lapas dan langsung berlari ke arah pintu pagar utama.

“Pedagang juga panik berhamburan. Mereka teriak-teriak minta tolong,” kata Eko seperti yang dilansir dari Kompas.com.

Ia juga menyebutkan bahwa kejadian ini berlangsung sangat cepat, sehingga banyak warga yang tidak sempat menyadari apa yang sebenarnya terjadi.

Beberapa petugas lapas sempat berusaha mengejar dan menangkap napi yang kabur, namun jumlah mereka yang besar membuat upaya ini tidak mudah.

Selain petugas lapas, beberapa warga juga turut membantu dalam menangkap napi yang berusaha melarikan diri. Meskipun begitu, sebagian besar napi berhasil meloloskan diri sebelum pihak keamanan dapat bertindak lebih lanjut.

“Ada sebagian warga yang membantu petugas untuk menangkap tahanan,” ujar Eko.

Meski sempat terjadi kekacauan, tidak ada laporan mengenai napi yang melakukan tindak kriminal terhadap warga, seperti perampasan sepeda motor atau penjarahan barang dagangan.

“Tidak ada. Tahanan sebagian lari ke jalan nasional hingga Pajak Inpres,” tambahnya.

Tak lama setelah insiden terjadi, aparat keamanan dari TNI dan Polri langsung turun tangan untuk mengamankan situasi. Mereka melakukan patroli di sekitar area lapas serta jalan-jalan utama yang diduga menjadi jalur pelarian para napi.

Kasatreskrim Polres Aceh Tenggara, Iptu Bagus Pribadi, membenarkan adanya insiden ini.

Baca Juga  Dramatis! Napi Lapas Kutacane Kabur Jelang Berbuka Puasa

“Lagi mengamankan ini (narapidana kabur),” ujarnya singkat saat dikonfirmasi melalui WhatsApp.

Hingga saat ini, kepolisian dan pihak berwenang masih terus melakukan pencarian terhadap napi yang melarikan diri.

Insiden ini juga terekam dalam beberapa video yang beredar luas di media sosial. Dalam video tersebut, terlihat para napi berlarian secara bergerombol di jalan raya setelah berhasil keluar dari pagar lapas.

Akibatnya, lalu lintas di sekitar lapas sempat mengalami kemacetan. Warga yang berada di lokasi berusaha menghindari para napi yang kabur, sementara beberapa orang mencoba merekam kejadian tersebut dengan ponsel mereka.

Menurut Eko, kejadian berlangsung sekitar pukul 18.20 WIB.

“Iya, mereka kabur secara beramai-ramai, kabarnya lewat atap lapas,” katanya.

Namun, ia mengaku tidak mengetahui jumlah pasti napi yang berhasil melarikan diri.

50 Napi Kabur, 12 Berhasil Diamankan Kembali

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Provinsi Aceh, Yan Rusmanto, mengonfirmasi bahwa jumlah napi yang melarikan diri mencapai 50 orang.

“Jumlah narapidana kabur 50 orang,” kata Yan Rusmanto kepada media.

Dari jumlah tersebut, 12 napi sudah berhasil diamankan kembali.

“Yang belum tertangkap masih ada 38 orang,” ujarnya.

Sebelum kejadian, jumlah keseluruhan napi di Lapas Kutacane tercatat sebanyak 368 orang. Namun, setelah insiden pelarian ini, jumlah napi yang tersisa di dalam lapas kini hanya 318 orang.

Kondisi ini tentu menjadi perhatian serius bagi pihak berwenang, mengingat peristiwa serupa pernah terjadi di beberapa lapas di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.

Saat ini, pihak Ditjen PAS sedang dalam perjalanan dari Banda Aceh menuju Kutacane untuk menindaklanjuti kejadian tersebut.

“Saya sedang dalam perjalanan dari Banda Aceh menuju Kutacane dengan jarak tempuh kurang lebih 16 jam,” tutur Yan Rusmanto.

Pihak kepolisian dan petugas lapas terus melakukan pencarian serta pengamanan di sekitar area pelarian. Aparat juga melakukan penyisiran di berbagai titik yang diduga menjadi tempat persembunyian para napi.

Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan waspada. Jika ada warga yang melihat atau mengetahui keberadaan napi yang melarikan diri, mereka diminta segera melapor ke pihak kepolisian terdekat.

Selain itu, pengawasan di lapas juga diperketat untuk mencegah terulangnya insiden serupa di masa mendatang. (*)

Sumber Kompas.com