Ringkasan Berita
- Prakirawan BBMKG Wilaya I Medan, Putri Diana mengatakan cuaca di Sumut pada Sabtu rata-rata berawan, tetapi sejumlah …
- BMKG memprakirakan hujan yang terjadi dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang dan petir.
- Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari barat laut-timur laut dengan kecepatan angin berki…
TOPIKSERU.COM, MEDAN – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi hujan lebat yang akan melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara (Sumut) pada Sabtu (15/3).
BMKG memprakirakan hujan yang terjadi dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang dan petir.
Prakirawan BBMKG Wilaya I Medan, Putri Diana mengatakan cuaca di Sumut pada Sabtu rata-rata berawan, tetapi sejumlah wilayah berpotensi diguyur hujan pada sore dan malam hari.
Sedangkan pada Sabtu pagi, secara umum berawan kecuali di Humbang Hasundutan, Gunung Sitoli, Nias, Nias Utara, Nias Selatan, Nias Barat, Pakpak Bharat, Serdang Bedagai, Samosir, dan Tapanuli Tengah, yang berpotensi hujan ringan hingga sedang.
Beranjak pada siang dan sore hari, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat akan terjadi di beberpapa wilayah seperti Dairi, Humbang Hasundutan, Gunung Sitoli, Nias Selatan, Padang Lawas, Pakpak Bharat, Simalungun, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, dan Toba.
Sementara pada malam hari berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat terjadi di Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Mandailing Natal, Karo dan sekitarnya.
Prakiraan Gelombang
Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Belawan, Christen Novena Marpaung mengatakan gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter berpeluang terjadi di perairan Kepulauan Batu, Samudera Hindia barat Kepulauan Nias, perairan barat Kepulauan Nias, dan perairan barat Kepulauan Batu.
Kondisi gelombang yang dapat mencapai 2,5 meter tersebut berpeluang terjadi mulai 14 hingga 17 Maret 2025.
“Nelayan diimbau agar waspada potensi gelombang tinggi tersebut, demikian juga dengan masyarakat yang bermukim di tepi pantai agar juga mewaspadai potensi tersebut,” kata Christen Novena.
Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari barat laut-timur laut dengan kecepatan angin berkisar 8-25 knot.
Sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan umumnya bergerak dari barat daya-barat laut dengan kecepatan angin berkisar 6-25 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Jawa dan Samudera Hindia selatan Jawa Timur hingga Bali.













