Nasional

Bripka Petrus: Pejuang Garis Biru yang Gugur Setelah 20 Tahun Menanti Buah Hati

×

Bripka Petrus: Pejuang Garis Biru yang Gugur Setelah 20 Tahun Menanti Buah Hati

Sebarkan artikel ini
Bripka Petrus
Bripka Petrus Apriyanto, polisi korban penembakan di sabung ayam Way Kanan, Lampung. (tiktok.com/@tni_polri1)

Ringkasan Berita

  • Mereka adalah Kapolsek Negara Batin Iptu Lusiyanto, Bripka Petrus Apriyanto dari Polres Negara Batin, dan Bripda M.
  • Ghalib Surya Ganta dari Sat Reskrim Polres Way Kanan.
  • Kabar ini semakin menambah kesedihan publik karena ia dan istrinya telah menanti kehadiran buah hati selama 20 tahun.

TOPIKSERU.COM – Duka mendalam menyelimuti institusi Polri setelah tiga anggota kepolisian gugur dalam baku tembak di lokasi judi sabung ayam di Way Kanan, Lampung. Mereka adalah Kapolsek Negara Batin Iptu Lusiyanto, Bripka Petrus Apriyanto dari Polres Negara Batin, dan Bripda M. Ghalib Surya Ganta dari Sat Reskrim Polres Way Kanan.

Kejadian tragis ini terjadi saat aparat kepolisian melakukan penggerebekan di sebuah arena sabung ayam. Alih-alih menyerah, kelompok pelaku justru melakukan perlawanan dengan senjata api.

Akibatnya, ketiga polisi tersebut tewas tertembak di lokasi kejadian. Peristiwa ini sontak mengejutkan masyarakat dan institusi kepolisian, mengingat operasi penggerebekan seperti ini sering kali dilakukan untuk memberantas praktik perjudian ilegal.

Salah satu korban, Bripka Petrus Apriyanto, disebut baru saja dikaruniai seorang anak yang masih berusia dua bulan. Kabar ini semakin menambah kesedihan publik karena ia dan istrinya telah menanti kehadiran buah hati selama 20 tahun.

Informasi ini diungkap oleh pengguna TikTok dengan akun @Nasrulokenk12 dalam sebuah unggahan video dari akun @tni_polri. Video tersebut menampilkan suasana haru di Rumah Sakit Bhayangkara, tempat jenazah para polisi diterima oleh keluarga.

“Suasana keluarga pahlawan gugur di Rumah Sakit Bhayangkara penuh dengan air mata,” tulis akun @tni_polri pada Selasa, 18 Maret 2025.

Seorang rekan dekat almarhum mengungkapkan bahwa Bripka Petrus merupakan sosok yang gigih dan penuh dedikasi dalam menjalankan tugasnya sebagai anggota kepolisian. Ia dikenal sebagai pribadi yang ramah dan tak segan membantu masyarakat sekitar. Kepergiannya menjadi kehilangan besar bagi keluarga, sahabat, dan rekan-rekan di kepolisian.

Unggahan tersebut langsung dibanjiri komentar dari warganet. Banyak yang merasa terenyuh setelah mengetahui bahwa Bripka Petrus baru saja menjadi seorang ayah.

“Ya Allah, sedih rasanya, nangis aku dengarnya. Semoga almarhum husnul khotimah dan keluarga bisa kuat, sabar, dan ikhlas,” tulis seorang pengguna bernama Tri Indrawati.

Baca Juga  TNI Kerahkan 33 Ribu Personel untuk Pemulihan Bencana di Sumatera, 76 Alutsista Turun Gunung

Tak sedikit pula yang membenarkan informasi bahwa Bripka Petrus telah menanti buah hati selama dua dekade.

“Mana benar lagi, pasti istrinya dan keluarganya sangat terpukul, mana anaknya masih bayi, ya Allah,” tulis @Oliviuww.

Bahkan ada yang mengungkapkan bahwa Bripka Petrus dan istrinya merupakan pejuang garis biru yang telah lama mendambakan anak.

“Benar kak, penantian 20 tahun, anaknya baru satu ini,” timpal pengguna @Yuliketi123.

Tidak hanya di media sosial, duka juga dirasakan oleh rekan-rekan seprofesi. Beberapa anggota Polri yang mengenal almarhum turut menyampaikan belasungkawa dan mengenang sosok Bripka Petrus sebagai pribadi yang penuh semangat dan berdedikasi tinggi dalam menjalankan tugasnya.

Kehilangan Bripka Petrus tidak hanya meninggalkan luka mendalam bagi keluarga kecilnya, tetapi juga bagi rekan-rekannya di kepolisian. Banyak anggota Polri dan masyarakat yang menyampaikan belasungkawa atas kepergiannya.

Selain itu, Kapolda Lampung telah berjanji akan mengusut tuntas kasus ini dan menangkap para pelaku yang bertanggung jawab. Saat ini, tim kepolisian telah dikerahkan untuk memburu para pelaku yang kabur usai baku tembak.

Seorang perwakilan dari keluarga almarhum mengungkapkan bahwa mereka berharap keadilan dapat ditegakkan. “Kami hanya ingin pelaku segera ditangkap dan dihukum seadil-adilnya. Kami kehilangan sosok yang sangat berarti dalam keluarga kami,” ungkap salah satu kerabat dekat Bripka Petrus.

Insiden ini menjadi pengingat akan risiko besar yang dihadapi aparat kepolisian dalam menjalankan tugas. Masyarakat berharap agar kasus ini dapat segera diungkap dan para pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal.

Bripka Petrus dan kedua rekannya gugur sebagai pahlawan yang berjuang demi keamanan. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan, dan semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya.

Kepolisian juga diminta untuk lebih meningkatkan keamanan dalam setiap operasi penggerebekan agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Dukungan moral dari berbagai pihak terus mengalir bagi keluarga yang ditinggalkan, termasuk dari organisasi kepolisian dan masyarakat sipil yang ikut merasakan kehilangan sosok-sosok pemberani ini. (*)