Daerah

RSUD Pirngadi Angkat Bicara Soal Keributan Kreator Konten Ale: Paksa Masuk Sambil Live

×

RSUD Pirngadi Angkat Bicara Soal Keributan Kreator Konten Ale: Paksa Masuk Sambil Live

Sebarkan artikel ini
RSUD Pirngadi Medan
Kreator Konten Aleh saat terlibat keributan dengan perawat di RSUD Pirngadi Medan hingga berujung perseteruan dengan keluarga pasien. Foto: Tangkapan Layar

Ringkasan Berita

  • Direktur Utama (Dirut) RSUD dr Pirngadi Medan Suhartono menyampaikan peristiwa keributan di rumah sakit milik Pemkot …
  • "Kreator konten dan tim tersebut datang untuk menemui pasien tanpa identitas yang terlibat kecelakaan pada 1 April 20…
  • "Namun, saat tim kreator mencoba masuk, mereka ditolak oleh petugas ICU karena kehadiran mereka jam setengah 12 malam…

Topikseru.com, MEDAN – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Pirngadi Medan angkat bicara terkait insiden keributan oleh kreator konten Ale dan tim hingga terlibat perseteruan dengan salah satu keluarga pasien.

Direktur Utama (Dirut) RSUD dr Pirngadi Medan Suhartono menyampaikan peristiwa keributan di rumah sakit milik Pemkot Medan itu terjadi pada Jumat (4/4) malam.

“Kreator konten dan tim tersebut datang untuk menemui pasien tanpa identitas yang terlibat kecelakaan pada 1 April 2025 lalu. Mereka mengaku ada keluarga yang ingin bertemu dengan pasien tersebut,” kata Suhartono dalam keterangan video yang diterima Sabtu (5/4).

Suhartono menjelaskan petugas registrasi sudah menjelaskan kepada Ale dan tim bahwa pasien yang mereka cari sedang menjalani perawatan di ICU.

Petugas lanjutnya, memberitahukan bahwa tim kreator konten tersebut tidak bisa menemui pasien karena jam besuk sudah habis.

“Namun, saat tim kreator mencoba masuk, mereka ditolak oleh petugas ICU karena kehadiran mereka jam setengah 12 malam sehingga dapat mengganggu ketenangan pasien yang sedang dirawat di ruang intensif,” ujar Suhartono.

Tim kreator tidak mengindahkan meski petugas telah mengimbau agar hadir kembali esok pagi. Mereka terus memaksa masuk hingga terlibat perdebatan dengan petugas yang sedang berjaga.

Suhartono menjelaskan kreator konten dan tim langsung menuju ke ruang intensif di lantai 4 dan mencoba masuk dengan menyiapkan kamera yang sudah dalam posisi live.

“Petugas di ruang intensif melarang mereka masuk karena sudah bukan jam besuk, tetapi mereka terus ingin memaksa masuk untuk merekam dengan on kamera,” kata Dirut RSUD dr Pirngadi Medan.

Baca Juga  Kronologi Bus Rombongan TNI AL Kecelakaan di Tol Belmera Medan, 10 Personel Luka-luka

Setelah gagal masuk ke ruang ICU, tim kreator Ale beralih ke halaman IGD. Saat berada di depan IGD terjadi keributan sehingga beberapa keluarga pasien yang merasa terganggu dengan keributan marah kepada kreator konten Ale dan tim.

Belakangan video keributan di depan IGD antara kreator konten Ale dan tim dengan keluarga pasien beredar dan viral di media sosial.

RSUD dr Pirngadi Medan menegaskan pentingnya menjaga ketertiban dan kenyamanan di lingkungan rumah sakit.

“Kami mengingatkan para konten kreator untuk menghormati jam kunjungan dan memahami bahwa ada hal-hal tertentu yang tidak dapat dipublikasikan demi menjaga kerahasiaan pasien,” ujar Suhartono.

Pihak rumah sakit juga mengingatkan bahwa ada peraturan yang melarang perekaman di dalam rumah sakit tanpa izin yang sesuai.

Lebih lanjut, Suhartono menekankan pentingnya koordinasi dengan pihak Humas rumah sakit sebelum melakukan kunjungan agar dapat diberikan pendampingan yang sesuai dan tidak melanggar peraturan yang ada.

“Kami berharap suasana di rumah sakit ini dapat tetap tenang dan nyaman untuk pasien serta keluarga yang sedang berobat,” tambahnya.

Terkait pasien yang menjadi sorotan, Suhartono mengonfirmasi bahwa pasien tersebut masih dirawat di ruang ICU dalam kondisi yang cukup stabil.

“Pasien tersebut masih ada di ruang intensif dan kondisinya baik. Kami akan terus berupaya untuk mengidentifikasi keluarga pasien melalui Dinas Dukcapil, dan jika ada yang merasa itu adalah keluarganya, kami siap melayani mereka dengan baik,” ungkapnya.

Pihak RSUD dr Pirngadi juga membantah informasi yang beredar bahwa pasien telah dipindahkan atau tidak dirawat lagi di ICU.

“Itu tidak benar. Kami tetap memberikan pelayanan terbaik tanpa memandang latar belakang pasien, dan semua biaya perawatan ditanggung oleh Pemko Medan jika tidak ada keluarga yang datang,” pungkasnya.