Daerah

Balai Wartawan di Polda Sumut Warisan Komjen RZ Panca Kini Beralih Fungsi dan Tinggal Kenangan

×

Balai Wartawan di Polda Sumut Warisan Komjen RZ Panca Kini Beralih Fungsi dan Tinggal Kenangan

Sebarkan artikel ini
Balai Wartawan Polda Sumut
Wartawan kecewa Balai Wartawan peninggalan masa Komjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak dialih fungsikan. Foto. Istimewa

Ringkasan Berita

  • Sebelumnya, Balai Wartawan yang menjadi tempat berkumpulnya wartawan dari berbagai media baik cetak maupun elektronik…
  • Jos menjelaskan saat kepemimpinan Komjen Pol RZ Panca, dari 8 butir Commander Wish, salah satu di antaranya menjadika…
  • Beredar informasi bahwa ruangan tersebut beralih fungsi menjadi gerai waralaba yang akan dikelola oleh Bhayangkari.

Topikseru.com, MEDAN – Wartawan yang bertugas di Polda Sumatera Utara (Sumut) dikejutkan dengan sebuah pemandangan tak biasa saat Balai Wartawan, ruangan berukuran 7×8 yang menjadi fasilitas bagi insan pers, mulai dilakukan pengosongan. Beredar informasi bahwa ruangan tersebut beralih fungsi menjadi gerai waralaba yang akan dikelola oleh Bhayangkari.

Sebelumnya, Balai Wartawan yang menjadi tempat berkumpulnya wartawan dari berbagai media baik cetak maupun elektronik itu adalah warisan masa kepemimpinan Komjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak menjabat Kapolda Sumut.

Koordinator Wartawan Mitra Humas Polda Sumut, Jos Tambunan mengatakan di masa kepemimpinan RZ Panca Putra Simanjuntak memberikan perhatian serius kepada insan pers. Hal tersebut tidak hanya pada hubungan personal tetapi secara institusi.

Jos menjelaskan saat kepemimpinan Komjen Pol RZ Panca, dari 8 butir Commander Wish, salah satu di antaranya menjadikan wartawan sebagai Mitra Strategis “Jadikan Wartawan sebagai Mitra Strategis menjaga Kamtibmas di Sumatera Utara”.

Namun, di masa kepemimpinan Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto, Balai Wartawan itu di-alih fungsikan dan tinggal kenangan.

“Barang-barang di dalam balai mulai dipindahkan pada Kamis 17 April 2025, yang konon katanya pindah ke lantai 2 Prana Cafe yang lokasinya disamping gedung utama Polda Sumut,” kata Jos, Kamis (17/4).

Jurnalis Medan Pos ini menceritakan bagaimana ikhwal terbangunnya Balai Wartawan di Polda Sumut. Dia mengatakan semula RZ Panca hendak mendirikan Balai Wartawan di gedung tepat di samping Masjid polda Sumut.

Namun, ternyata Direktorat Intelkam membutuhkan gedung tersebut untuk tempat pelayanan SKCK. Akhirnya, oleh salah seorang PJU menyarankan agar Balai Wartawan dibuat di samping kantin Pujasera.

“Pak Panca prihatin melihat wartawan yang tidak ada tempat di Polda Sumut. Beliau sangat respek dengan wartawan. Selama bertugas sebagai Kapolres hingga direktur penyidikan KPK dan Kapolda Sulawesi Utara, beliau sangat dekat dengan wartawan hingga akhirnya menjadi Kapolda Sumut dan mendirikan Balai Wartawan,” ujar Jos Tambunan.

“Sebenarnya pak Panca waktu itu menginginkan balai wartawan itu dekat dengan gedung utama, bukan dibelakang apalagi diluar dari Mapolda Sumut. Tapi karena lokasinya tidak ada lagi sehingga jadilah dibangun Balai Wartawan,” tambahnya.

Baca Juga  Sosok Lisa Mariana, Model yang Menyeret Nama Ridwan Kamil

Jos yang telah puluhan tahun menjadi wartawan di Polda Sumut itu menilai penggusuran Balai Wartawan sebagai bentuk kurangnya harmonisasi pimpinan Polda Sumut dengan para awak media.

Dikhawatirkan lambat laun wartawan tidak diperbolehkan masuk ke balai di lantai 2 Prana Cafe karena melewati penjagaan pintu 3 keluar PJU.

Dia menilai, jika pimpinan Polda Sumut berupaya meningkatkan usaha bisnis Bhayangkari alangkah baiknya dibangun gedung baru dilahan kosong dekat parkiran, yang mana lahan masih luas di Polda Sumut.

“Teman-teman wartawan banyak yang bertanya apakah Kapolda Sumut Irjen Whisnu mau atau peduli dengan tugas-tugas wartawan. Mereka melihat dalam setiap kesempatan kurang respek bahkan sepertinya bersikap pura-pura peduli,” ujarnya.

Penggusuran Balai Wartawan di Polda Sumut ini juga menuai keluhan dari jurnalis lainnya. Misalnya, Havez wartawan Waspada Online mengaku kecewa dengan kebijakan pimpinan Polda Sumut tersebut. Terlebih, lanjutnya, gedung peninggalan Komjen Pol RZ Panca Putra itu bertujuan mendukung kinerja wartawan dalam bermitra dengan kepolisian.

“Tetapi ini anehnya, kok gedung yang sudah diresmikan buat kawan-kawan wartawan malah dipindahkan,” keluhnya.

Freddy Santoso wartawan Tribun Medan juga merasa kecewa dengan pemindahan gedung Balai Wartawan.

“Sudah nyaman kami bekerja di sini. Fasilitas yang disediakan pun lengkap. Namun mengapa gedung buat wartawan ini malah dipindahkan,” cetusnya.

Begitu pula halnya dengan Dedi, wartawan Ok Medan, yang menilai sangat tidak patut Balai Wartawan yang sudah bertahun-tahun menjadi tempat saling bertukar dan menggali informasi kini malah diambil alih Bhayangkari.

Padahal, selama ini Balai Wartawan selalu digunakan wartawan yang bertugas di Polda Sumut untuk sarana dan tempat menulis berita sebelum dikirim ke redaksi masing-masing kantor media.

“Kami sebagai wartawan yang saban hari meliput kegiatan Polda Sumut sangat kecewa dengan kebijakan pengambilalihan Balai Wartawan ini. Selama ini, Balai Wartawan peruntukannya jelas untuk tempat kami menulis berita dan konferensi pers, tapi sekarang mau diambil alih yang katanya untuk usaha bisnis Bhayangkari,” sesalnya.

Sementara itu, Kasubbid Penmas Polda Sumut, Kompol Siti Rohani, saat dikonfirmasi membenarkan pemindahan gedung Balai Wartawan ke lantai II Prana Cafe Polda Sumut.

“Pemindahan ini hanya sementara karena nantinya ada pembangunan di gedung Balai Wartawan. Saya pun kurang tahu bentuk pembangunannya karena ini instruksi pimpinan bang,” ujar Kompol Siti Rohani.