Film

Film Final Destination: Bloodlines Tayang Tanpa Sensor di Indonesia, Ini 5 Fakta Menarik yang Harus Kamu Tahu!

×

Film Final Destination: Bloodlines Tayang Tanpa Sensor di Indonesia, Ini 5 Fakta Menarik yang Harus Kamu Tahu!

Sebarkan artikel ini
Film Final Destination
Final Destination: Bloodlines dipastikan tayang tanpa kena sensor di bioskop Indonesia mulai 14 Mei 2025. Foto: Dok. Inzide Media/New Line Cinema/Practical Pictures via IMDb

Ringkasan Berita

  • Final Destination kembali meluncurkan film keenam setelah hampir 14 tahun absen, berjudul Bloodlines.
  • Penampilan Terakhir Tony Todd sebagai William Bludworth Aktor legendaris Tony Todd kembali memerankan karakter mister…
  • Hal ini disampaikan melalui unggahan di media sosial mereka.

Topikseru.com – Warner Bros Pictures, rumah produksi sekaligus distribusi film Final Destination: Bloodslines, memastikan akan tayang tanpa sensor di bioskop Indonesia. Hal ini disampaikan melalui unggahan di media sosial mereka.

Final Destination kembali meluncurkan film keenam setelah hampir 14 tahun absen, berjudul Bloodlines. Film Final Destination: Bloodlines resmi rilis pada 16 Mei 2025.

Film ini tidak hanya menghadirkan adegan kematian yang menegangkan, tetapi juga memperkenalkan elemen-elemen baru yang membuatnya layak dinantikan.

Berikut beberapa fakta menarik yang Topikseru.com rangkum tentang film ini:

1. Rekor Dunia: Stuntwoman Tertua yang Dibakar

Yvette Ferguson, seorang stuntwoman berusia 71 tahun, memerankan adegan tubuh terbakar dalam film ini. Adegan ini menjadikannya satu-satunya orang tertua yang pernah melakukan aksi tersebut di depan kamera.

Adegan ini terjadi dalam sekuens pembuka yang menegangkan di Skyview Tower, yang terinspirasi dari Menara CN di Toronto.

2. Penampilan Terakhir Tony Todd sebagai William Bludworth

Aktor legendaris Tony Todd kembali memerankan karakter misterius William Bludworth dan menjadi penampilan terakhirnya sebelum wafat pada November 2024.

Film ini akan mengungkap lebih dalam tentang latar belakang Bludworth dan hubungannya dengan kematian. Ini sebagai momentum penghormatan yang mendalam kepada peran ikonik Todd selama berkiprah.

Baca Juga  Sinopsis Film The Revenant: Kisah Leonardo DiCaprio Di Tengah Gurun Salju yang Dingin Tayang di Bioskop Trans TV Malam ini

3. Alur Cerita yang Melampaui Generasi

Berbeda dari film sebelumnya, Bloodlines memperkenalkan alur cerita yang dimulai pada tahun 1969 dan berlanjut ke era modern.

Film ini bercerita tentang Stefani, seorang mahasiswi yang dihantui mimpi buruk tentang kecelakaan di masa lalu. Dia mengetahui bahwa neneknya, Iris, pernah berhasil menghindari kematian.

Namun, keluarga mereka kembali dihantui oleh takdir yang tertunda.

4. Adegan Kematian yang Lebih Kompleks

Final Destination terkenal dengan adegan kematian yang rumit dan mengejutkan. Pada produksi terbaru Bloodlines, para sutradara, yakni Zach Lipovsky dan Adam Stein meningkatkan kompleksitas adegan kematian.

Salah satunya dengan skenario seperti pecahan kaca dalam es batu yang tanpa disadari masuk ke dalam minuman seseorang.

Pendekatan ini memberikan sensasi baru yang lebih menegangkan bagi penonton.

5. Produksi dengan Skala Besar dan Efek Nyata

Untuk menciptakan pengalaman yang lebih mendalam, film ini menggunakan set besar dan efek praktis yang nyata.

Adegan pembuka di Skyview Tower melibatkan set restoran yang dimiringkan hingga 30 derajat, dengan perlengkapan tahan api dan efek visual yang intens.

Beberapa adegan bahkan difilmkan untuk format IMAX, menjanjikan pengalaman sinematik yang luar biasa.

Demikian beberapa fakta yang Topikseru.com rangkum dari berbagai sumber tentang film Final Destination: Bloodlines. Film ini menjanjikan pengalaman horor yang segar dengan menggabungkan elemen klasik waralaba dan inovasi baru.

Bagi penggemar lama maupun penonton baru, film ini layak untuk dinantikan saat rilisnya pada 16 Mei 2025.