Olahraga

12 Juta untuk Cinta: Heri, Fans Timnas Indonesia yang Berburu Tanda Tangan di Bali

×

12 Juta untuk Cinta: Heri, Fans Timnas Indonesia yang Berburu Tanda Tangan di Bali

Sebarkan artikel ini
Timnas Indonesia
Seorang fans Tim Nasional (Timnas) Indonesia Heri Istiawan menunjukkan jersi dengan penuh tanda tangan para pemain Timnas Indonesia di Sanur, Denpasar, Bali, Minggu (1/6/2025).Foto: Antara/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

Ringkasan Berita

  • Pria 38 tahun asal Banyuwangi, Jawa Timur, itu rela menempuh perjalanan bermotor ratusan kilometer demi satu hal – me…
  • Dan bagi Heri Istiawan, cinta pada Timnas Indonesia adalah urusan hati, bukan angka.
  • Minggu, 25 Mei 2025, Heri menyalakan motornya, menyusuri jalanan dari ujung timur Pulau Jawa, lalu menyeberang ke Bali.

Topikseru.com – Tak semua cinta bisa diukur dengan logika. Dan bagi Heri Istiawan, cinta pada Timnas Indonesia adalah urusan hati, bukan angka. Pria 38 tahun asal Banyuwangi, Jawa Timur, itu rela menempuh perjalanan bermotor ratusan kilometer demi satu hal – menyaksikan Tim Garuda berlatih di Bali.

Minggu, 25 Mei 2025, Heri menyalakan motornya, menyusuri jalanan dari ujung timur Pulau Jawa, lalu menyeberang ke Bali. Tujuannya satu, Bali United Training Center di Gianyar.

Di sanalah para pemain Timnas Indonesia menjalani pemusatan latihan menjelang laga penting menghadapi China dan Jepang di kualifikasi Piala Dunia 2026.

“Saya sudah di Bali dari tanggal 25 Mei. Pulang ke Banyuwangi tanggal 1 Juni,” ujar Heri melansir Antara, di kawasan Sanur, Denpasar.

Rp 12 Juta Demi Latihan Timnas Indonesia

Heri bukan sekadar datang. Ia menginap di hotel yang sama dengan tempat menginap para pemain Timnas Indonesia, sebuah hotel bintang lima di Sanur.

Selama empat malam, biaya menginapnya menyentuh Rp 10 juta dari total Rp 12 juta yang ia keluarkan selama di Bali.

“Saya memang niat menginap di hotel itu, supaya bisa lihat para pemain dari dekat,” ucapnya.

Baca Juga  Sidang Komdis PSSI: 4 Klub dan 2 Pemain Didenda Puluhan Juta

Di hotel itu pula, Heri berhasil mengumpulkan tanda tangan pemain timnas di empat jersi merah yang dibelinya. Dua akan ia bingkai, dua lagi kemungkinan dijual ke kolektor yang tertarik.

Tak Bisa Dekat Lapangan, Tapi Hati Tetap Dekat

Meski berhasil hadir hari pertama latihan, penjagaan ketat membuat Heri tak bisa lagi menonton sesi berikutnya dari dekat.

Namun itu tak mengurangi rasa bangganya. Bertemu langsung para pemain idola seperti Jay Idzes, Thom Haye, hingga Asnawi Mangkualam, sudah cukup membuatnya puas. Bahkan jika itu hanya sekilas di lobi hotel atau saat para pemain menuju bus latihan.

“Saya fans timnas sejak era Kurniawan Dwi Yulianto dan Hendro Kartiko. Lihat mereka latihan langsung di Bali itu rasanya luar biasa,” tutur Heri.

Tiket GBK Habis, Tapi Harapan Tak Pernah Padam

Sayangnya, Heri tak bisa melanjutkan perjalanannya ke Jakarta untuk laga melawan China di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Kamis, 5 Juni 2025.

“Tiketnya sudah habis,” ujarnya, sedikit kecewa, tapi tetap optimis.

Harapan tetap menyala. Heri memprediksi Timnas Indonesia menang dengan skor 3-0 atas China, demi membuka jalan ke putaran keempat kualifikasi Piala Dunia 2026.

Dalam dunia yang penuh kalkulasi, langkah Heri seperti anomali. Tapi di balik semua itu, ada pelajaran: mendukung tim nasional bukan hanya soal hasil pertandingan, tetapi soal rasa memiliki, soal mimpi yang ditularkan dari generasi ke generasi.

Rp 12 juta untuk cinta? Heri tak pernah menyesal.