Hukum & Kriminal

Ayah Pengemudi Mobil BMW Minta Maaf atas Kecelakaan yang Tewaskan Mahasiswa UGM

×

Ayah Pengemudi Mobil BMW Minta Maaf atas Kecelakaan yang Tewaskan Mahasiswa UGM

Sebarkan artikel ini
BMW
Mobil MBW yang menabrak mahasiswa UGM. Foto: Kompas.com

Ringkasan Berita

  • Setia Budi menyampaikan duka mendalam dan penyesalan atas insiden kecelakaan yang terjadi di Sleman, Yogyakarta, Sabt…
  • Permintaan maaf tersebut disampaikan melalui sebuah video yang diterima Antara pada Minggu (1/6).
  • Belasungkawa dan Klarifikasi Setia Budi mengatakan permintaan maaf ini baru dapat disampaikan karena menghormati masa…

Topikseru.com – Setia Budi Tarigan, ayah dari Christiano Pengarapenta Pengidahan Tarigan, pengemudi mobil BMW yang menabrak mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM), Argo Ericho Afandhi, hingga tewas, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada keluarga korban dan publik.

Permintaan maaf tersebut disampaikan melalui sebuah video yang diterima Antara pada Minggu (1/6).

Setia Budi menyampaikan duka mendalam dan penyesalan atas insiden kecelakaan yang terjadi di Sleman, Yogyakarta, Sabtu (24/5) dini hari.

“Dari lubuk hati yang paling dalam, izinkan kami menyampaikan turut berduka cita sedalam-dalamnya kepada Ibu Meiliana dan keluarga yang telah kehilangan ananda Argo. Sungguh, kami tidak mengharapkan sama sekali kejadian ini,” ucap Setia Budi.

Belasungkawa dan Klarifikasi

Setia Budi mengatakan permintaan maaf ini baru dapat disampaikan karena menghormati masa berkabung keluarga korban. Selain itu, ia juga menyebut masih mendampingi anaknya yang mengalami trauma dan menjalani proses hukum di kepolisian.

“Saya masih harus melakukan pendampingan kepada putra saya dalam proses pemeriksaan, yang mana putra saya masih dalam keadaan trauma sejak kejadian,” ujarnya.

Begitu menerima kabar kecelakaan pada pukul 01.15 WIB, Setia Budi mengaku langsung terbang ke Yogyakarta untuk menemui anaknya di Polresta Sleman dan memberikan penghormatan terakhir kepada jenazah Argo di RS Bhayangkara.

Dia juga menyempatkan diri berbicara langsung dengan Meiliana, ibunda almarhum Argo, serta ikut mengurus pemberangkatan jenazah ke rumah duka di Cilodong, Depok, Jawa Barat.

Anak Tidak Melarikan Diri

Setia Budi menegaskan bahwa Christiano tidak melarikan diri usai mobil BMW yang dikendarai anaknya menabrak korban. Menurutnya, anaknya tetap berada di lokasi dan bahkan berteriak meminta pertolongan kepada warga sekitar.

“Setelah itu, Christiano dibawa oleh aparat ke Polresta Sleman dan sejak saat itu menjalani proses pemeriksaan hingga ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan,” ujar Setia Budi Tarigan.

Dia juga menyampaikan bahwa hasil tes urine Christiano menunjukkan negatif alkohol, narkoba, dan obat-obatan terlarang. Namun, ia mengakui bahwa kejadian berlangsung secara mendadak dan tidak diinginkan siapa pun.

Proses Hukum Tetap Berjalan

Pihak kepolisian sebelumnya telah menetapkan Christiano sebagai tersangka dalam kasus kecelakaan yang menewaskan mahasiswa Fakultas Hukum UGM itu.

Kasus ini menjadi perhatian publik dan memunculkan kecaman luas di media sosial.

Meskipun permintaan maaf telah disampaikan oleh keluarga pelaku, proses hukum tetap berlanjut.

Pihak kepolisian menyatakan akan memproses kasus ini secara profesional dan transparan.

Argo Ericho Afandhi dikenal sebagai mahasiswa aktif dan berprestasi di Fakultas Hukum UGM. Kematian tragisnya menambah daftar panjang korban kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kendaraan mewah dan pengemudi muda.

Pihak UGM, rekan-rekan sejawat, serta masyarakat sipil mendesak agar kasus ini menjadi momentum untuk mengevaluasi ketertiban lalu lintas, khususnya di kalangan anak muda.