Ringkasan Berita
- Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan Presiden Ke-5 RI Megawati Soekarnoputri tampak terlibat dalam obrolan ringa…
- Ketua MPR RI Ahmad Muzani yang turut hadir dalam ruang tunggu VVIP (holding room) menyampaikan bahwa Gibran menanyaka…
- Menurut Muzani, interaksi antara Gibran dan Megawati – yang belakangan jarang terlihat dalam satu panggung politik pa…
Topikseru.com – Momen hangat dan penuh keakraban terjadi di Gedung Pancasila, Kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin (2/6). Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan Presiden Ke-5 RI Megawati Soekarnoputri tampak terlibat dalam obrolan ringan jelang upacara peringatan Hari Lahir Pancasila.
Ketua MPR RI Ahmad Muzani yang turut hadir dalam ruang tunggu VVIP (holding room) menyampaikan bahwa Gibran menanyakan kabar dan kesehatan Megawati.
“Iya, (Wapres Gibran) bertanya, menanyakan kesehatan Ibu (Megawati), segala macam,” kata Muzani menjawab pertanyaan wartawan usai upacara.
Suasana di ruang tunggu Gedung Pancasila tersebut dihadiri sejumlah tokoh negara, termasuk Presiden Prabowo Subianto, Wapres ke-6 Try Sutrisno, Menteri Luar Negeri Sugiono, dan Menteri Sekretaris Negara sekaligus Juru Bicara Presiden Prasetyo Hadi.
Presiden Prabowo memasuki ruangan bersama Wapres Gibran dan langsung menyapa Megawati serta Try Sutrisno yang sudah lebih dulu hadir. Prabowo kemudian mengambil posisi duduk berhadapan langsung dengan Megawati, dengan Gibran di sisi kirinya dan Try Sutrisno di kanan Megawati.
“Ibu Megawati dan Pak Prabowo saling bersalaman, kemudian banyak bercanda,” ujar Ahmad Muzani. Ia menyebut atmosfer yang terbangun dalam ruangan berlangsung hangat, cair, dan penuh suasana kekeluargaan.
Megawati dan Try Sutrisno hadir mengenakan seragam putih berlabel BPIP (Badan Pembinaan Ideologi Pancasila), menunjukkan posisi mereka sebagai tokoh penting dalam lembaga tersebut.
Simbol Persatuan Pemimpin Bangsa
Ahmad Muzani menilai pertemuan singkat di ruang tunggu sebelum upacara peringatan Hari Lahir Pancasila merupakan simbol penting bagi kerukunan elite politik nasional.
“Para pemimpin bangsa duduk satu meja, bercanda, saling bersalaman, bersilaturahmi, dan saling bertegur sapa. Saya kira ini momentum yang sangat bagus dan mengharukan,” ucapnya.
Menurut Muzani, interaksi antara Gibran dan Megawati – yang belakangan jarang terlihat dalam satu panggung politik pasca-Pilpres 2024 – menjadi isyarat penting bahwa komunikasi antarpemimpin tetap terbuka dan penuh hormat.
Meski Prabowo dan Megawati sempat terlihat berbisik dalam percakapan pribadi, Muzani mengaku tidak mengetahui isi pembicaraan tersebut. “Itu hanya mereka berdua yang tahu,” katanya.
Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2025 menjadi panggung simbolik yang kuat. Dalam sejarahnya, Gedung Pancasila menjadi tempat lahirnya pidato Soekarno pada 1 Juni 1945 yang kemudian menjadi cikal bakal ideologi negara.
Di tengah polarisasi politik yang masih terasa pasca Pemilu 2024, momen kebersamaan Gibran dan Megawati di bawah satu atap menjadi angin segar.
Setidaknya, publik bisa menyaksikan bahwa kepemimpinan nasional tetap menjunjung tinggi silaturahmi dan nilai-nilai luhur Pancasila.













