Ekonomi dan Bisnis

Harga Bitcoin (BTC) Melesat 1,25% di Level US$ 107.239 Per Koin atau Setara Rp1,75 Miliar

×

Harga Bitcoin (BTC) Melesat 1,25% di Level US$ 107.239 Per Koin atau Setara Rp1,75 Miliar

Sebarkan artikel ini
Saat ini, harga Bitcoin di level US$ 107.239 per koin atau setara Rp 1,75 miliar (kurs, Rp 16.329). Pasar kripto menguat lagi dalam 24 jam terakhir. Harga Bitcoin (BTC) hari ini melesat didorong sentimen positif mengalir dari Washington hingga Wall Street.
Saat ini, harga Bitcoin di level US$ 107.239 per koin atau setara Rp 1,75 miliar (kurs, Rp 16.329). Pasar kripto menguat lagi dalam 24 jam terakhir. Harga Bitcoin (BTC) hari ini melesat didorong sentimen positif mengalir dari Washington hingga Wall Street.

Ringkasan Berita

  • Kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin (BTC) hari ini terlihat melesat 1,25% dalam 24 jam terakhir.
  • Saat ini, harga Bitcoin di level US$ 107.239 per koin atau setara Rp 1,75 miliar (kurs, Rp 16.329).
  • Harga Bitcoin (BTC) hari ini melesat didorong sentimen positif mengalir dari Washington hingga Wall Street.

Topikseru.com – Pada perdagangan Kamis 26 Juni 2025 Kamis (26/6/2025) pukul 06.25 WIB, kapitalisasi pasar kripto global naik 0,78% menjadi US$ 3,29 triliun dalam 24 jam.

Kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin (BTC) hari ini terlihat melesat 1,25% dalam 24 jam terakhir.

Saat ini, harga Bitcoin di level US$ 107.239 per koin atau setara Rp 1,75 miliar (kurs, Rp 16.329).

Pasar kripto menguat lagi dalam 24 jam terakhir. Harga Bitcoin (BTC) hari ini melesat didorong sentimen positif mengalir dari Washington hingga Wall Street.

Penguatan juga terjadi pada Binance (BNB) menguat 0,54% menjadi US$ 646 per koin dan Dogecoin (DOGE) terkerek 0,26% menjadi US$ 0,165.

Namun, sebagian besar altcoin malah melemah, yaitu Ethereum (ETH) terpangkas 0,87% menjadi US$ 2.412 per koin.

XRP turun 0,3% menjadi US$ 2,17, Solana (SOL) melemah 0,84% menjadi US$ 143.

Dikutip dari CNBC internasional, harga Bitcoin kembali menanjak dan sempat menembus level intraday di atas US$ 108 ribu.

Kenaikan ini terjadi seiring meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta pasar saham Amerika Serikat (AS) yang mendekati rekor tertingginya.

Menciptakan suasana pasar yang lebih stabil dan penuh harapan bagi pelaku kripto.

Namun demikian, pergerakan harga aset kripto lainnya tidak sekuat Bitcoin.

Ethereum dan Solana justru mencatat pelemahan, menandakan bahwa reli belum merata di seluruh pasar kripto.

Dari Washington, sentimen positif datang dari pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell dalam testimoninya di hadapan Komite Perbankan Senat.

Powell menyampaikan bahwa industri stablecoin telah mengalami kemajuan signifikan dalam beberapa tahun terakhir dan kini semakin terintegrasi dengan sistem keuangan arus utama.

Baca Juga  Harga Emas Bitcoin Naik 0,32% Berada di Level $124,143 atau Setara Dengan Rp2.048.628.629 Per Koin

Hal ini dipandang sebagai pengakuan resmi dari otoritas moneter tertinggi AS terhadap peran stablecoin dan aset digital dalam ekonomi modern.

Di saat yang hampir bersamaan, Direktur Federal Housing Finance Agency (FHFA) William Pulte, menginstruksikan dua institusi pembiayaan perumahan terbesar AS.

Fannie Mae dan Freddie Mac, untuk mulai mempelajari kemungkinan mempertimbangkan aset kripto dalam proses evaluasi kelayakan kredit kepemilikan rumah.

Langkah ini dipandang sebagai sinyal kuat bahwa adopsi kripto mulai menembus sektor-sektor ekonomi konvensional, termasuk properti dan pembiayaan konsumen.

Dukungan Ekosistem Kripto

Dukungan terhadap ekosistem kripto juga datang dari Senat AS Senator Cynthia Lummis, yang memimpin subkomite bidang aset digital, menjelaskan rincian rancangan undang-undang baru tentang kerangka regulasi kripto dalam wawancara dengan CNBC.

Menurutnya, AS harus berada di garis depan dalam pembuatan regulasi kripto, mengingat beberapa negara lain telah terlebih dahulu menerapkan aturan yang jelas untuk industri ini.

Sementara itu, Wall Street juga ikut mendorong momentum positif dengan mengajukan permohonan perubahan aturan kepada otoritas bursa untuk memungkinkan peluncuran exchange-traded fund (ETF) berbasis Bitcoin dan Ethereum.

ETF tersebut merupakan bagian dari ekspansi digital yang diusung platform Truth Social milik mantan Presiden Donald Trump.

Jika disetujui dalam 90 hari ke depan oleh Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC), peluncuran ETF ini akan menjadi langkah besar dalam mendorong eksposur institusional terhadap kripto.

Di sisi lain, perusahaan teknologi blockchain Digital Asset mengumumkan berhasil meraih pendanaan senilai US$ 135 juta yang dipimpin oleh nama-nama besar di sektor keuangan, termasuk Goldman Sachs dan Citadel Securities.

CEO Digital Asset Yuval Rooz mengatakan, dana tersebut akan digunakan untuk memperluas pengembangan infrastruktur digital dan layanan blockchain yang menyasar institusi keuangan global.