Ringkasan Berita
- Hingga Kamis malam, sebanyak 29 penumpang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat.
- Sementara 21 dari 29 penumpang selamat berasal dari Banyuwangi, dan telah lebih dulu dipulangkan ke keluarga mereka d…
- Sejak kapal naas itu tenggelam pada Rabu malam, 2 Juli 2025 pukul 23.35 WIB, upaya pencarian dan penyelamatan terus d…
Topikseru.com – Gelombang lautan di lintasan Ketapang – Gilimanuk tak hanya menenggelamkan KMP Tunu Pratama Jaya, tapi juga menyisakan duka mendalam bagi puluhan keluarga penumpang yang masih menanti kepastian nasib kerabat mereka.
Sejak kapal naas itu tenggelam pada Rabu malam, 2 Juli 2025 pukul 23.35 WIB, upaya pencarian dan penyelamatan terus dilakukan.
Hingga Kamis malam, sebanyak 29 penumpang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Enam orang lainnya ditemukan meninggal dunia.
“Kami masih mencari 30 penumpang lainnya yang belum ditemukan. Lokasi bangkai kapal diperkirakan di kedalaman 50 hingga 55 meter,” kata Deputi Operasi dan Siaga Basarnas, Ribut Eko S, saat dikonfirmasi dari Jakarta, Kamis (3/7).
Daftar Penumpang Selamat
Sebanyak 29 nama penumpang selamat berhasil dirilis Basarnas. Di antaranya, Saroji, Saiful Munir, Mansun, Romi Alfa Hidayat, Sandi Wariawan, Supardi, Abu Khoir, M. Farid Wajdi, Erick Imbawani, dan Nurdin Yuswanto.
Sementara 21 dari 29 penumpang selamat berasal dari Banyuwangi, dan telah lebih dulu dipulangkan ke keluarga mereka di Pelabuhan Ketapang pada pukul 16.40 WIB, Kamis.
Korban Meninggal: Enam Nama Teridentifikasi
Enam penumpang yang dinyatakan meninggal dunia telah teridentifikasi, yaitu Anang Suryono, Eko Sastriyo, Elok Rumantini, Cahyani, Fitri April Lestari, dan Afnan Aqiel Mustafa.
Jenazah mereka tiba di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi sekitar pukul 20.15 WIB usai dievakuasi dari Gilimanuk, Bali.
Manifest dan Pencarian: Masih Ada Harapan
Dalam manifes disebutkan kapal mengangkut 53 penumpang, 12 kru, dan 22 unit kendaraan. Hingga saat ini, sekitar 30 orang masih dinyatakan hilang.
Tim SAR gabungan masih melakukan operasi besar-besaran di sekitar lokasi tenggelam, dengan pencarian diperluas 12 nautical mile ke arah selatan, menyesuaikan arus dan cuaca.
“Operasi pencarian akan ditingkatkan pada Jumat (4/7), dengan tambahan kekuatan seperti KRI Teluk Ende, KRI Tongkol, helikopter Baharkam, dan bantuan dari pihak swasta,” ujar Ribut Eko.







