Edukasi

Ini Hari Terbaik untuk Menikah Menurut Islam, Calon Pengantin Wajib Tahu!

×

Ini Hari Terbaik untuk Menikah Menurut Islam, Calon Pengantin Wajib Tahu!

Sebarkan artikel ini
Hari terbaik untuk menikah
Pernikahan dengan pakaian adat Aceh

Ringkasan Berita

  • Pertanyaannya, hari apa yang paling baik untuk menikah menurut ajaran Islam?
  • Tak sekadar soal cinta dan kesiapan materi, memilih hari pernikahan menurut Islam juga menjadi pertimbangan penting b…
  • Tirmidzi dan Ahmad) Karena itu, banyak ulama menyarankan menikah pada Senin atau Kamis sebagai bentuk mengambil keber…

Topikseru.com – Dalam budaya yang berakar kuat pada syariat, menentukan hari terbaik untuk menikah kerap dikaitkan dengan keberkahan, kemudahan rezeki, hingga langgengnya hubungan suami istri. Tak sekadar soal cinta dan kesiapan materi, memilih hari pernikahan menurut Islam juga menjadi pertimbangan penting bagi sebagian besar umat Muslim.

Pertanyaannya, hari apa yang paling baik untuk menikah menurut ajaran Islam?

Jawabannya tidak sekadar mitos atau budaya, tetapi juga merujuk pada sejumlah riwayat dari Rasulullah SAW dan praktik para sahabat.

Hari yang Dianjurkan Menikah

Dalam berbagai hadis sahih, Rasulullah SAW disebutkan sering melakukan ibadah dan aktivitas penting pada hari Senin dan Kamis. Dua hari ini memiliki keutamaan karena menjadi waktu diangkatnya amal perbuatan ke langit.

“Amal-amal manusia diperiksa setiap Senin dan Kamis, maka aku ingin amalanku diperiksa dalam keadaan aku sedang berpuasa.” (HR. Tirmidzi dan Ahmad)

Karena itu, banyak ulama menyarankan menikah pada Senin atau Kamis sebagai bentuk mengambil keberkahan dari waktu-waktu yang disukai Rasulullah.

Waktu yang Mustajab

Meski bukan hari yang langsung disebutkan Nabi Muhammad dalam hadis, hari Jumat merupakan waktu yang sangat mulia dalam Islam.

Baca Juga  Wedding Expo Bertajuk Resonate Hadir di Medan Bersama 38 Vendor Terbaik

Hari Jumat merupakan “Sayyidul Ayyam” atau penghulu hari, yang dianggap penuh keberkahan dan waktu mustajab untuk berdoa.

Bagi pasangan yang ingin mengawali pernikahan dengan momen penuh keberkahan, Jumat sore menjelang malam Sabtu kerap dipilih sebagai waktu ijab kabul yang sakral.

Hindari Hari-Hari Larangan dan Tahayul

Islam melarang kepercayaan terhadap hari sial atau waktu celaka yang kerap diwariskan dari budaya lokal. Tak ada istilah hari “keramat” atau “naas” dalam fikih pernikahan.

“Tidak ada penyakit menular, tidak ada thiyarah (sial karena pertanda buruk), tidak ada burung hantu dan tidak ada shafar.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Karenanya, hari apa pun sebenarnya baik untuk menikah, selama tidak bertentangan dengan syariat, seperti menikah dalam keadaan ihram atau di tengah larangan tertentu (seperti saat dalam masa iddah bagi perempuan).

Pernikahan Nabi: Antara Tradisi dan Waktu Terbaik

Dalam sejarah, Rasulullah SAW menikah dengan Khadijah ra. pada hari Senin, menurut sebagian riwayat. Hal ini menambah legitimasi bahwa Senin adalah hari yang baik untuk menikah.

Namun, beberapa sahabat juga melakukan pernikahan pada hari-hari biasa lainnya, bahkan pada hari Jumat atau di bulan-bulan tertentu seperti Syawal, yang dahulu sempat dianggap bulan sial oleh masyarakat Arab Jahiliyah.

Nabi justru menikahi Aisyah ra. pada bulan Syawal, untuk membantah mitos tersebut.