Ringkasan Berita
- Informasi ini disampaikan oleh Humas PN Medan, Sonny Hadi Drajatsadarisman, pada Senin (7/7/2025).
- Anggaran tersebut digunakan untuk memenuhi konsumsi para tahanan yang menjalani proses persidangan setiap harinya.
- Mekanisme Makan Tahanan di PN Medan Menurut Sonny, setiap pagi para pengawal tahanan (waltah) dari kejaksaan akan men…
Topikseru.com – Pengadilan Negeri atau PN Medan mengalokasikan anggaran makan tahanan sebesar Rp 95.040.000 untuk tahun 2025. Anggaran tersebut digunakan untuk memenuhi konsumsi para tahanan yang menjalani proses persidangan setiap harinya.
Informasi ini disampaikan oleh Humas PN Medan, Sonny Hadi Drajatsadarisman, pada Senin (7/7/2025).
“Ada, Bang. Untuk tahun ini anggaran makan tahanan Rp 95.040.000,” ujarnya singkat.
Mekanisme Makan Tahanan di PN Medan
Menurut Sonny, setiap pagi para pengawal tahanan (waltah) dari kejaksaan akan menyerahkan daftar nama tahanan yang akan menjalani sidang ke petugas pengadilan.
Berdasarkan daftar itulah logistik makan siang disiapkan dan dibagikan.
Namun, kendati tanggung jawab pemberian makan ada di tangan PN Medan, Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan menyatakan tetap siap memberi dukungan anggaran apabila diperlukan.
Kejari Siap Turun Tangan Jika Dana Kurang
Kepala Seksi Intelijen Kejari Medan, Dapot Dariarma, menjelaskan bahwa secara yuridis, tanggung jawab pemenuhan kebutuhan dasar tahanan yang disidangkan memang sudah berpindah ke pengadilan begitu berkas perkara dilimpahkan.
“Karena berdasarkan yuridisnya, jika berkas sudah dilimpahkan ke pengadilan, maka tahanan menjadi tanggung jawab PN Medan,” ujarnya.
Namun demikian, Dapot menegaskan bahwa Kejari tetap membuka opsi bantuan apabila dana makan siang tersebut ternyata habis sebelum akhir tahun anggaran.
“Contohnya anggarannya Rp 100 juta. Nah, pas di tengah jalan anggaran habis, di situ kita bantu. Tapi harus ada permohonan resmi dulu dari mereka (PN Medan),” tegasnya.
Menakar Efektivitas Anggaran: Cukupkah Rp 95 Juta?
Jika dihitung rata-rata, dengan anggaran Rp 95 juta selama 12 bulan, maka pengadilan hanya memiliki dana sekitar Rp 260 ribu per hari untuk memberi makan puluhan tahanan.
Bila satu porsi makan tahanan diasumsikan Rp 15.000, anggaran tersebut hanya cukup untuk sekitar 17 tahanan per hari.
Padahal, dalam praktiknya, jumlah tahanan yang disidangkan bisa jauh lebih banyak, tergantung jumlah perkara dan klaster kasus.







