Entertainment

Mata Uang Kripto Hari Ini Kamis di Perdagangan 10 Juli 2025: Harga Bitcoin (BTC) melonjak 2,31%, Ethereum (ETH) 6,09% dan Binance (BNB) 1,34%

×

Mata Uang Kripto Hari Ini Kamis di Perdagangan 10 Juli 2025: Harga Bitcoin (BTC) melonjak 2,31%, Ethereum (ETH) 6,09% dan Binance (BNB) 1,34%

Sebarkan artikel ini
Kripto
Mata Uang Kripto Kamis di Perdagangan 10 Juli 2025 di mana Pasar kripto menguat dalam 24 jam terakhir. Harga Bitcoin (BTC) hari ini melonjak tinggi dan sempat memecahkan rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH). Kenaikan tersebut didorong reli saham teknologi di Wall Street

Ringkasan Berita

  • Kenaikan tersebut didorong reli saham teknologi di Wall Street Berdasarkan data dari Coinmarketcap, Kamis (10/7/2025)…
  • Harga Bitcoin sempat memecahkan rekor tertinggi sempat menyentuh US$ 112.052,24, melampaui rekor sebelumnya di US$ 11…
  • Dikutip dari CNBC internasional, Harga Bitcoin kembali mencetak rekor tertinggi, menembus level US$ 112 ribu seiring …

Topikseru.com Mata Uang Kripto Kamis di Perdagangan 10 Juli 2025 di mana Pasar kripto menguat dalam 24 jam terakhir.

BACA JUGA: Harga Mata Uang Kripto di Perdagangan Rabu 9 Juli 2025: Harga Bitcoin (BTC) Naik Tipis 0,15% dan Ethereum (ETH) Naik 1,35%

Harga Bitcoin (BTC) hari ini melonjak tinggi dan sempat memecahkan rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH). Kenaikan tersebut didorong reli saham teknologi di Wall Street

Berdasarkan data dari Coinmarketcap, Kamis (10/7/2025) pukul 06.40 WIB, kapitalisasi pasar kripto global melejit 2,86% menjadi US$ 3,47 triliun dalam 24 jam.

Kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin (BTC) hari ini terlihat melonjak 2,31% dalam 24 jam terakhir.

Saat ini, harga Bitcoin di level US$ 111.460 per koin atau setara Rp 1,81 miliar (kurs, Rp 16.248).

Harga Bitcoin sempat memecahkan rekor tertinggi sempat menyentuh US$ 112.052,24, melampaui rekor sebelumnya di US$ 111.999 yang tercipta pada 22 Mei lalu.

Penguatan juga terjadi pada Ethereum (ETH) sebesar 6,09% menjadi US$ 2.777 per koin, Binance (BNB) terkerek 1,34% menjadi US$ 669 per koin, Dogecoin (DOGE) terkerek 6,01% menjadi US$ 0,18, Solana (SOL) meningkat 3,67% menjadi US$ 157, dan XRP naik 4,33% menjadi US$ 2,4.

Dikutip dari CNBC internasional, Harga Bitcoin kembali mencetak rekor tertinggi, menembus level US$ 112 ribu seiring lonjakan saham teknologi yang dipimpin Nvidia menjelang penutupan bursa.

Baca Juga  Harga Kripto Berada di Zona Merah di Perdagangan Jumat, (17/10/2025): Bitcoin Turun 2,20 Persen dan Ethereum (ETH) Masih Melemah 1,99 Persen

Kenaikan ini terjadi saat indeks saham teknologi melonjak. Saham Nvidia sempat menyentuh kapitalisasi pasar US$ 4 triliun, menjadi yang pertama mencapai tonggak tersebut.

Dalam sesi yang sama, Nasdaq Composite mencetak rekor penutupan tertinggi, sementara pasar mengabaikan kabar terbaru seputar kebijakan tarif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Bitcoin yang selama beberapa pekan terakhir bergerak dalam rentang sempit, kini menunjukkan tanda-tanda pemulihan, meskipun aliran dana miliaran dolar ke ETF Bitcoin belum berdampak signifikan.

Pembelian Bitcoin oleh perusahaan publik bahkan melampaui aliran masuk ke ETF sepanjang kuartal kedua.

Namun, dalam sebulan terakhir, BTC baru naik sekitar 2%.

Bitcoin sering disebut sebagai ‘emas digital’ oleh institusi keuangan, namun tetap dianggap sebagai aset berisiko tinggi yang pergerakannya selaras dengan saham teknologi.

Ketika pasar memasuki mode risk on, investor cenderung membeli aset pertumbuhan seperti saham dan kripto.

Analis memprediksi, bitcoin berpotensi mencetak rekor-rekor baru di paruh kedua tahun ini, terutama dengan semakin banyak perusahaan besar yang menambah Bitcoin dalam neraca keuangannya serta adanya kemajuan legislasi kripto di Kongres AS.

Chief Strategy Officer di Uranium Digital Ryan Gorman mengatakan, dengan pekan kripto di Washington DC yang akan dimulai pekan depan.

Serta momentum positif menuju musim panas, harga bisa saja melonjak ke US$ 120 ribu atau lebih pada akhir minggu depan.

“Minat beli saat ini lebih besar daripada minat jual, yang biasanya menunjukkan bahwa pelaku pasar bersikap optimistis dan memperkirakan harga akan terus naik,” tutup Gorman.