Daerah

Peringatan Cuaca Sumut, BMKG: Warga Diminta Waspada Banjir dan Longsor

×

Peringatan Cuaca Sumut, BMKG: Warga Diminta Waspada Banjir dan Longsor

Sebarkan artikel ini
prakiraan cuaca Sumatera Utara
Ilustrasi - BMKG menyampaikan peringatan dini cuaca di wilayah Sumatera Utara (Sumut)

Ringkasan Berita

  • Menurut BMKG, fase Madden Julian Oscillation (MJO) sedang aktif di fase 4.
  • Hujan nyaris tanpa jeda, angin kencang, dan awan tebal yang menggantung sejak siang hingga dini hari.
  • Fenomena ini bukan sekadar gejala musiman.

Topikseru.com – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) resmi mengeluarkan peringatan dini cuaca Sumut untuk lima hari ke depan, terhitung 13 hingga 17 Juli 2025.

Hujan nyaris tanpa jeda, angin kencang, dan awan tebal yang menggantung sejak siang hingga dini hari. Fenomena ini bukan sekadar gejala musiman.

Prakirawan BBMKG Wilayah I Medan, Christiani, menjelaskan analisis atmosfer terbaru menunjukkan potensi hujan intensitas sedang hingga lebat masih akan bertahan di hampir seluruh wilayah Sumut.

“Hujan lebat disertai angin kencang dengan durasi panjang dipicu beberapa faktor atmosfer yang saling mendukung,” kata Christiani di Medan, Minggu (13/7).

Baca Juga  Prakiraan Cuaca Sumut Minggu 13 Juli 2025: Hujan Siang dan Malam

MJO Aktif, Gelombang Kelvin dan Rossby Beri Sumbangsih

Cuaca basah Sumut bukan sekadar kebetulan. Menurut BMKG, fase Madden Julian Oscillation (MJO) sedang aktif di fase 4. Ditambah lagi, gelombang atmosfer Kelvin dan Rossby turut memperkuat pertumbuhan awan hujan.

Tidak cukup di situ, monsun Asia membawa massa udara lembab dari Laut Cina Selatan dan Samudra Hindia menuju Pantai Barat Sumatera Utara.

“Kondisi ini diperparah adanya sirkulasi siklonik di Pantai Barat Sumut dan konvergensi angin tepat di atas Sumatera Utara,” jelas Christiani.

Hasilnya, pertumbuhan awan hujan signifikan nyaris tanpa jeda sejak siang hingga dini hari.

Data Terbaru: Angin Kencang, Hujan Deras

Data lapangan membuktikan intensitas hujan di Sumut memang di atas rata-rata. Pengamatan di Stasiun Geofisika Deli Serdang mencatat curah hujan tertinggi 142 mm, sedangkan kecepatan angin maksimum di Stasiun Meteorologi Aek Godang tembus 30 m/s².

Wilayah yang perlu mewaspadai dampak langsung cuaca ekstrem ini mencakup Medan, Langkat, Deli Serdang, Karo, Binjai, Nias, Gunungsitoli, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Pakpak Bharat, Mandailing Natal, hingga Toba dan Samosir.

Baca Juga  Banjir Parah Rendam Medan Belawan, Ratusan Rumah Tergenang Sejak Sabtu

Ancaman Bencana Hidrometeorologi

BMKG mengingatkan, curah hujan tinggi dan angin kencang rentan memicu banjir, longsor, serta kerusakan infrastruktur.

Masyarakat diminta untuk memeriksa kondisi lingkungan sekitar, membersihkan saluran air, memangkas pohon rapuh, dan menghindari aktivitas luar ruangan saat hujan lebat.

“Kepala daerah kami imbau terus berkoordinasi dengan BPBD, TNI, dan POLRI setempat. Informasi harus satu pintu dengan BBMKG Wilayah I Medan agar penanganan lebih sigap,” tegas Christiani.

Baca Juga  Cuaca Panas Ekstrem 38,2 Derajat Celcius Landa Medan, BBMKG Sebut Akibat Minim Awan

BMKG menegaskan bahwa cuaca bersifat dinamis, sehingga masyarakat diharapkan terus memantau update prakiraan cuaca Sumut melalui media sosial resmi Info BMKG Sumut atau kanal peringatan dini setempat.