Ekonomi dan Bisnis

Harga Bitcoin (BTC) Naik 2,54% Sekali Lagi Mencapai Rekor Tertinggi Baru Sempat Bergerak di Atas US$121.000 Per Koin

×

Harga Bitcoin (BTC) Naik 2,54% Sekali Lagi Mencapai Rekor Tertinggi Baru Sempat Bergerak di Atas US$121.000 Per Koin

Sebarkan artikel ini
Harga Bitcoin
harga Bitcoin sekali lagi mencapai rekor tertinggi baru, sempat bergerak di atas US$121.000 sebelum stabil di sekitar US$120.500.

Ringkasan Berita

  • BACA JUGA: Harga Bitcoin (BTC) Terbang Tinggi Menembus Level US$116.000 Per Koin di Perdagangan Jumat (11/7/2025) Pa…
  • Struktur Harga BTC dan Level Berikutnya BTC saat ini bertahan tepat di bawah US$121.519, level resistance kunci dari …
  • Jika Bitcoin ditutup di atas level ini, target ekstensi berikutnya adalah US$127.798, diikuti oleh US$135.425.

Topikseru.com – Pada perdagangan hari ini, Senin 14 Juli 2025 harga Bitcoin (BTC) sekali lagi mencapai rekor tertinggi baru, sempat bergerak di atas US$121.000 sebelum stabil di sekitar US$120.500.

BACA JUGA: Harga Bitcoin (BTC) Terbang Tinggi Menembus Level US$116.000 Per Koin di Perdagangan Jumat (11/7/2025) Pagi Ini

Harga Bitcoin naik 2,54% hari ini, melanjutkan tren kuat yang dimulai awal bulan ini. Namun, apakah reli ini berkelanjutan atau mendekati perlambatan?

Holder Belum Ambil Keuntungan
Adjusted Spent Output Profit Ratio (aSOPR) saat ini berada di 1,03, jauh di bawah level awal Juli 2025, di mana pengambilan keuntungan agresif mendorong rasio jauh lebih tinggi.

Kali ini, meskipun Bitcoin mencapai rekor baru, para trader tampaknya lebih memilih menahan daripada menjual.

Ini berarti sebagian besar koin yang dipindahkan di chain tidak dijual untuk keuntungan besar, yang menunjukkan reli ini tidak terlalu panas.

SOPR menunjukkan apakah BTC yang dipindahkan di chain dijual dengan keuntungan (>1) atau kerugian (<1).

Adjusted SOPR menyempurnakan metrik ini dan menyaring transaksi internal jangka pendek untuk menunjukkan apakah BTC yang dipindahkan di chain dijual dengan keuntungan atau kerugian.

Struktur Harga BTC dan Level Berikutnya
BTC saat ini bertahan tepat di bawah US$121.519, level resistance kunci dari Trend-Based Fibonacci Extension.

Jika Bitcoin ditutup di atas level ini, target ekstensi berikutnya adalah US$127.798, diikuti oleh US$135.425. Ini adalah proyeksi jangka panjang berdasarkan perilaku tren sebelumnya.

Trend-Based Fibonacci Extension adalah alat yang menggunakan tiga titik harga kunci: rendah, tinggi, dan koreksi, untuk memproyeksikan level resistance masa depan dalam pasar yang sedang tren.

Jika BTC berkonsolidasi, dukungan jangka pendek berada di; US$117.109, yang merupakan area breakout sebelumnya.

Tren bullish akan melemah jika BTC jatuh di bawah US$112.699, level dukungan kunci dekat rekor tertinggi pertama, terutama jika arus masuk ke exchange meningkat atau SOPR mulai naik tajam.

Itu akan menunjukkan holder mulai mengambil keuntungan secara agresif, yang bisa menyebabkan koreksi atau pembalikan tren.

Volume Mendukung Reli
On-Balance Volume (OBV) bergerak naik seiring dengan harga Bitcoin, tanda kunci bahwa volume pembelian sejalan dengan reli. Tidak ada divergensi yang terlihat, tidak ada penurunan momentum.

Kenaikan Tajam, Kini Bitcoin Masuk Fase Konsolidasi
Pada grafik 4-jam, Bitcoin (BTC) memperlihatkan tren naik tajam dari level USD 107.500 menuju area USD 118.839 dalam waktu singkat.

Baca Juga  Astaga! Trader Kripto Alami Kerugian Lebih dari US$ 15,4 Juta Dalam Sepuluh Hari

Setelah lonjakan ini, terjadi pola konsolidasi lateral, yaitu pergerakan harga yang cenderung mendatar namun tetap di level tinggi.

Pola ini menandakan bahwa pasar sedang mencari arah berikutnya, apakah akan melanjutkan reli bullish atau justru mengalami koreksi.

Konsolidasi seperti ini sering dianggap sebagai momen krusial. Para trader dan analis memperhatikan level support dan resistance, di mana pergerakan di atas USD 119.000 dapat memicu lanjutan bullish.

Sementara penembusan ke bawah support berpotensi menimbulkan aksi jual lebih besar.

Dengan kapitalisasi pasar crypto yang terus membesar, pergerakan Bitcoin menjadi acuan utama bagi aset digital lainnya.

Di tengah fase konsolidasi, potensi volatilitas harga tetap tinggi. Banyak analis menyarankan investor untuk menerapkan manajemen risiko ketat, misalnya dengan stop-loss di kisaran USD 116.500 (±Rp 1,89 triliun) agar dapat mengantisipasi penurunan tiba-tiba.

Pada zona resistance, aksi profit-taking (ambil untung) sering kali meningkat, khususnya jika muncul sinyal reversal bearish di dekat USD 118.500 hingga USD 119.000.

Selain faktor teknikal, sentimen makroekonomi global dan perkembangan regulasi juga sangat memengaruhi pergerakan harga Bitcoin dan crypto secara keseluruhan.

Fluktuasi suku bunga, kebijakan moneter, serta berita terkait exchange dan adopsi institusional menjadi faktor eksternal yang patut diwaspadai para investor pada kuartal ketiga ini.

Implikasi Konsolidasi Terhadap Pasar Crypto
Konsolidasi di harga tinggi sering kali menjadi penentu tren berikutnya untuk pasar cryptocurrency.

Jika Bitcoin mampu bertahan di atas level resistance dan menembus harga psikologis baru, pasar bisa melihat reli lanjutan yang mengangkat altcoin lain seperti Ethereum

Namun, jika koreksi terjadi, tekanan jual dapat menyebar ke seluruh pasar crypto dan menyebabkan fase bearish jangka pendek.

Pola konsolidasi juga dimanfaatkan oleh investor institusi untuk akumulasi, sementara trader ritel lebih berhati-hati terhadap potensi penurunan harga mendadak.

Oleh karena itu, konsolidasi berisiko tinggi seperti ini harus disikapi dengan strategi investasi yang disiplin dan tidak spekulatif.

Kesimpulan
Pergerakan konsolidasi harga Bitcoin yang tinggi di pertengahan 2025 menjadi penentu utama arah tren crypto di kuartal ketiga.

Investor diimbau waspada terhadap potensi volatilitas serta selalu mengacu pada manajemen risiko dan analisis fundamental.

Dengan pasar yang makin dinamis, keputusan bijak dan disiplin menjadi kunci utama untuk tetap bertahan di ekosistem crypto.

Disclaimer: Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar.

Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang.

Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi.

Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.