Daerah

Anni Tiruvizha di Pancurbatu: Ritual Hindu Tamil yang Menyatukan Keberagaman Karo-Tamil

×

Anni Tiruvizha di Pancurbatu: Ritual Hindu Tamil yang Menyatukan Keberagaman Karo-Tamil

Sebarkan artikel ini
Anni Tiruvizha
Perayaan Anni Tiruvizha yang digelar di Shri Durga Dewi Kuil, Pancurbatu, Kabupaten Deli Serdang, Minggu (13/7/2025).

Ringkasan Berita

  • Anni Tiruvizha, ritual suci yang telah menjadi tradisi turun-temurun umat Hindu Tamil, kembali digelar meriah pada Mi…
  • Perayaan tahunan ini tak hanya sakral, tetapi juga jadi panggung harmoni lintas budaya yang menegaskan wajah Sumatera…
  • Di balik denting lonceng kuil, dentuman Gendang Singgam Shakti berpadu dengan alunan musik tradisional Karo, menghadi…

Topikseru.com – Di kaki bukit Pancurbatu, Kabupaten Deli Serdang, ribuan umat Hindu Tamil dan Karo larut dalam suasana bhakti Anni Tiruvizha di Shri Durga Dewi Kuil. Perayaan tahunan ini tak hanya sakral, tetapi juga jadi panggung harmoni lintas budaya yang menegaskan wajah Sumatera Utara sebagai rumah keberagaman.

Anni Tiruvizha, ritual suci yang telah menjadi tradisi turun-temurun umat Hindu Tamil, kembali digelar meriah pada Minggu (13/7/2025).

Baca Juga  Raja Ramunia Kesultanan Serdang Hadiri GEMES 2025, Gaungkan Budaya dan Program Gizi

Di balik denting lonceng kuil, dentuman Gendang Singgam Shakti berpadu dengan alunan musik tradisional Karo, menghadirkan simfoni spiritual yang membius ratusan umat.

Pembimbing Masyarakat Hindu Kanwil Kementerian Agama Sumut, Elirosa Tarigan, menilai momentum Anni Tiruvizha bukan sekadar ritual keagamaan, tetapi simbol nyata moderasi beragama di Sumut.

“Ini adalah ajang perjumpaan budaya, etnis, dan generasi. Anni Tiruvizha membuktikan kearifan lokal dan kekuatan spiritual bisa menyatukan kita,” kata Elirosa dalam sambutannya.

Simbol Kolaborasi Budaya

Yang istimewa tahun ini, perayaan Anni Tiruvizha di Shri Durga Dewi Kuil menampilkan pertunjukan kolaborasi musik yang jarang terlihat: komunitas Hindu Tamil berkolaborasi dengan pemusik Karo. Ritme gendang Tamil berbalas suling Karo, padu dalam persembahan bhakti yang penuh khidmat.

Tak hanya warga Tamil, komunitas Karo, generasi muda KMHDI, hingga para penyuluh agama Hindu pun bergabung, menunjukkan bahwa spiritualitas dapat menjadi jembatan lintas batas etnis.

Elirosa menegaskan bahwa Kementerian Agama melalui Bimas Hindu akan terus mendorong lahirnya kegiatan serupa di berbagai pelosok.

Baca Juga  Tradisi Mistis Malam Satu Suro: Mengapa Tidak Boleh Keluar Rumah?

“Penataan ritual seperti Anni Tiruvizha menjadi ruang silaturahmi umat Hindu, sekaligus penguat kebangsaan dan ketahanan budaya lokal,” katanya.

Para pengurus kuil pun menyampaikan terima kasih atas kehadiran Kemenag dan para tokoh agama yang terus mendukung pembinaan umat di tingkat akar rumput.

Rangkaian Anni Tiruvizha ditutup dengan doa bersama, persembahyangan, dan ramah tamah lintas komunitas. Di tengah gempuran modernitas, Pancurbatu kembali menegaskan bahwa tradisi, spiritualitas, dan kolaborasi budaya bukan sekadar ritual, tetapi warisan hidup yang harus dijaga.