Ringkasan Berita
- Gelombang penertiban lalu lintas ini melibatkan pasukan besar, ada 1.549 personel disebar untuk memburu pelanggar di …
- Peringatan Keras Setelah Angka Suram 2024 Peringatan keras ini lahir dari angka yang tak main-main: tahun 2024 mencat…
- "Fokus utama Operasi Patuh Toba 2025 adalah menekan pelanggaran kasat mata, menurunkan angka kecelakaan, dan menanamk…
Topikseru.com – Polrestabes Medan resmi menggelar Operasi Patuh Toba 2025 selama 14 hari ke depan, mulai 14 Juli hingga 27 Juli. Gelombang penertiban lalu lintas ini melibatkan pasukan besar, ada 1.549 personel disebar untuk memburu pelanggar di jalanan Ibu Kota Sumatera Utara.
Dalam apel gelar pasukan di halaman Markas Polrestabes Medan, Senin (14/7), Kapolrestabes Medan Kombes Pol Gidion Arif Setyawan menegaskan, apel bukan sekadar formalitas, melainkan pengecekan akhir kesiapan personel, peralatan, hingga strategi operasi.
“Fokus utama Operasi Patuh Toba 2025 adalah menekan pelanggaran kasat mata, menurunkan angka kecelakaan, dan menanamkan kembali budaya tertib berlalu lintas,” kata Gidion.
Peringatan Keras Setelah Angka Suram 2024
Peringatan keras ini lahir dari angka yang tak main-main: tahun 2024 mencatat 319.167 pelanggaran lalu lintas di Sumatera Utara, dengan 6.850 kasus kecelakaan, dan 1.580 korban jiwa.
“Ini alarm besar. Tingkat kepatuhan berlalu lintas masih rendah dan perlu pembenahan berkelanjutan,” tegas Gidion.
Siapa Saja yang Akan Ditindak?
Target Penindakan Operasi Patuh Toba 2025
– Tidak memakai helm SNI.
– Berkendara sambil menggunakan ponsel.
– Melawan arus.
– Melebihi batas kecepatan.
– Berkendara di bawah umur.
– Kendaraan tanpa SIM, STNK, atau plat nomor resmi.
– Berkendara di bawah pengaruh alkohol.
“Pendekatan kita tetap humanis, tapi tindakan harus tegas. Operasi Patuh Toba ini tidak hanya menilang, tetapi mendidik dan membangun kesadaran kolektif,” kata Gidion.
Kapolrestabes Medan juga menekankan pentingnya keteladanan aparat di lapangan, yang tak hanya menindak, tapi juga menjadi teladan disiplin berlalu lintas.
“Target kita jelas, yaitu angka kecelakaan turun, nyawa warga terselamatkan, jalanan Kota Medan tertib,” pungkasnya.













