Peristiwa

Tragedi Pesta Rakyat Pernikahan Putra Dedi Mulyadi: 3 Nyawa Melayang, Polisi Dalami Unsur Kelalaian

×

Tragedi Pesta Rakyat Pernikahan Putra Dedi Mulyadi: 3 Nyawa Melayang, Polisi Dalami Unsur Kelalaian

Sebarkan artikel ini
Pernikahan Putra Dedi Mulyadi
Pernikahan putra Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi ricuh, 3 orang meninggal dunia

Ringkasan Berita

  • Panggung hiburan rakyat itu diadakan di jantung Pendopo Kabupaten Garut, Jawa Barat.
  • Tiga orang, termasuk seorang anak dan anggota polisi, tewas terinjak massa saat memadati acara hiburan dan makan grat…
  • Tiga Nyawa Melayang Tragedi itu merenggut nyawa Vania Aprilia (8), warga Kelurahan Sukamentri, Kecamatan Garut Kota.

Topikseru.com – Pesta rakyat pernikahan putra Dedi Mulyadi, Maula Akbar dengan Wakil Bupati Garut Luthfianisa Putri Karlina, Jumat (18/7), berubah menjadi duka mendalam.

Tiga orang, termasuk seorang anak dan anggota polisi, tewas terinjak massa saat memadati acara hiburan dan makan gratis dalam rangkaian pernikahan pejabat daerah.

Panggung hiburan rakyat itu diadakan
di jantung Pendopo Kabupaten Garut, Jawa Barat. Ribuan warga tumpah ruah di sekitar Pendopo Garut dan Alun-Alun Garut, berharap menikmati suguhan gratis.

Namun, di balik gegap gempita itu, pengamanan justru kebobolan. Ribuan massa yang antusias menunggu hiburan dan makanan gratis tak lagi terkontrol, memadati gerbang utama pendopo, hingga terjadi dorong-mendorong yang menelan korban jiwa.

Tiga Nyawa Melayang

Tragedi itu merenggut nyawa Vania Aprilia (8), warga Kelurahan Sukamentri, Kecamatan Garut Kota. Korban kedua adalah Dewi Jubaeda (61).

Baca Juga  Usai Tinjau Sumbar, Dedi Mulyadi Langsung Terbang ke Sibolga Salurkan Bantuan Korban Banjir dan Longsor untuk Ibu dan Bayi

Ironisnya, satu anggota polisi yang bertugas mengamankan, Bripka Cecep Saeful Bahri (39), juga ikut meregang nyawa di tengah kekacauan massa.

Sejumlah warga dilaporkan pingsan, dievakuasi dengan sigap oleh aparat gabungan dan petugas medis yang memang disiagakan di area pesta. Namun nahas, ketiganya tak sempat terselamatkan.

Polisi Dalami Dugaan Kelalaian

Kapolres Garut AKBP Yugi Bayu Hendarto menegaskan pihaknya mendalami insiden maut Pesta Rakyat di Garut ini. Segala kemungkinan, termasuk unsur kelalaian panitia penyelenggara, sedang ditelusuri.

“Kami pastikan akan melaksanakan evaluasi dan pendalaman. Terkait panitia penyelenggara juga akan didalami,” ujar Yugi di Markas Polres Garut, Jumat.

Sebelum insiden, Polres Garut bersama TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan Brimob sudah menggelar apel pengamanan dengan total 400 personel. Mereka disebar ke titik-titik strategis di sekitar Pendopo. Namun, antusiasme massa yang membludak membuat kerumunan sulit dikendalikan.

Hingga kini, Kapolres belum bisa memastikan ada-tidaknya kelalaian dalam tragedi Pesta Rakyat Garut 2025 ini. Ia hanya menekankan lonjakan massa yang di luar perkiraan.

“Antusiasmenya sangat tinggi,” ujarnya singkat.