Lingkungan

Suhu Panas Medan Sentuh 37,8 Derajat, BMKG Peringatkan Risiko Kebakaran hingga Dehidrasi

×

Suhu Panas Medan Sentuh 37,8 Derajat, BMKG Peringatkan Risiko Kebakaran hingga Dehidrasi

Sebarkan artikel ini
Suhu panas Medan
Ilustrasi - Cuaca panas ekstrem landa Kota Medan

Ringkasan Berita

  • Tak hanya itu, angin kencang dengan kecepatan hingga 40 km/jam juga membayangi wilayah Sumatera Utara dalam beberapa …
  • Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah I Medan melaporkan suhu maksimum di kota ini sempat …
  • BMKG juga meminta kepala daerah di Sumatera Utara untuk siaga dengan rutin memantau perkembangan cuaca.

Topikseru.com – Suhu panas Kota Medan kembali mencatat suhu panas ekstrem. Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah I Medan melaporkan suhu maksimum di kota ini sempat menembus 37,8 derajat Celsius pada 17 Juli 2025.

Tak hanya itu, angin kencang dengan kecepatan hingga 40 km/jam juga membayangi wilayah Sumatera Utara dalam beberapa hari terakhir.

Suhu Panas Kering dan Angin Kencang

Kepala BBMKG Wilayah I, Hendro Nugroho, mengingatkan warga agar waspada terhadap kondisi cuaca panas ekstrem. Berdasarkan pantauan BMKG, suhu maksimum di Stasiun Geofisika Deli Serdang juga mencatat angka tinggi, yakni 36,7 derajat Celsius.

“Pertumbuhan awan di Kota Medan dan sekitarnya cukup sulit terbentuk,” kata Hendro, Minggu (20/7).

Baca Juga  Cuaca Sumut: BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat pada Minggu, 8 Juni 2025

Pola angin baratan yang kuat dan divergen serta kelembapan udara kering di lapisan 850–500 mbar (15–87 persen RH) menjadi penyebab utama langit Medan tetap terik tanpa banyak tutupan awan.

Ancaman Kebakaran dan Dehidrasi

Cuaca panas ekstrem yang melanda Medan ini meningkatkan potensi kebakaran, terutama di area padat penduduk dan lahan kering.

Hendro mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah, banyak minum air putih, konsumsi buah segar, dan tak lupa menggunakan sunscreen untuk mencegah dampak paparan UV berlebih.

“Mengingat cuaca bersifat dinamis, masyarakat diharap tetap memantau prakiraan cuaca resmi dari BMKG,” ujar Hendro.

BMKG juga meminta kepala daerah di Sumatera Utara untuk siaga dengan rutin memantau perkembangan cuaca. Koordinasi dengan BPBD setempat mutlak diperlukan untuk mengantisipasi risiko kebakaran lahan maupun gangguan kesehatan masyarakat.

Informasi prakiraan cuaca bisa diakses melalui media sosial BBMKG Wilayah I di akun resmi @infobmkgsumut.