Otomotif

Banyak yang Tak Tahu, Ini 11 Risiko yang Tak Ditanggung Asuransi Kendaraan Anda, Termasuk Jadi Taksi Online!

×

Banyak yang Tak Tahu, Ini 11 Risiko yang Tak Ditanggung Asuransi Kendaraan Anda, Termasuk Jadi Taksi Online!

Sebarkan artikel ini
Asuransi kendaraan
Ada 11 risiko utama yang tidak dijamin asuransi kendaraan, mengacu pada PSAKBI

Topikseru.com – Memiliki mobil saja tidak cukup tanpa perlindungan asuransi. Namun, banyak pemilik kendaraan tidak benar-benar memahami isi polis mereka. Akibatnya, klaim sering mental gara-gara risiko yang ternyata dikecualikan.

Manajer Manajemen Produk Ritel Asuransi Astra, Vivi Evertina, mengingatkan pentingnya membaca polis asuransi kendaraan bermotor secara detail, terutama memahami poin-poin pengecualian yang tercantum dalam Polis Standar Asuransi Kendaraan Bermotor Indonesia (PSAKBI).

Baca Juga  12 Jamaah Haji Sumut Wafat, PPIH Medan Pastikan Santunan Asuransi Dibayarkan

“Dengan memahami pengecualian ini, pemilik mobil bisa mengambil keputusan yang lebih bijak, termasuk menambah perluasan jaminan kalau memang diperlukan,” kata Vivi di jumpa pers Garda Oto di Hotel Santika ICE BSD City, Tangerang, Selasa (29/7).

Tarik Kendaraan Sampai Jadi Taksi Online, Ini Risiko yang Tidak Ditanggung Asuransi

Berikut 11 risiko utama yang tidak dijamin asuransi kendaraan, mengacu pada PSAKBI:

1. Menarik atau mendorong kendaraan/benda lain

Kegiatan menarik mobil mogok teman bisa berujung klaim ditolak. Alasannya, aktivitas ini di luar fungsi normal kendaraan dan menimbulkan risiko kerusakan lebih tinggi.

2. Digunakan untuk latihan mengemudi

Mobil yang dipakai untuk belajar nyetir oleh pemula punya risiko kecelakaan lebih besar. Asuransi tidak menanggung kerusakan dari aktivitas ini.

Baca Juga  Apakah Debt Collector Boleh Menarik Paksa Kendaraan Kredit Macet? Ini Aturan yang Harus Anda Ketahui!

3. Lomba, karnaval, pawai

Berpartisipasi dalam balapan liar atau iring-iringan pawai? Risiko kerusakan di acara semacam ini di luar cakupan perlindungan.

4. Perbuatan jahat oleh tertanggung atau keluarga serumah

Mobil rusak karena dirusak orang serumah, misalnya adik yang marah lalu menendang pintu mobil kakaknya, tidak akan diganti oleh asuransi.

5. Penggelapan, penipuan, hipnotis

Mobil dibawa kabur teman atau korban hipnotis? Kerugian non-fisik semacam ini tidak dilindungi oleh polis kendaraan.

6. Kelebihan muatan & barang bawaan

Overload muatan bikin kerusakan ditolak klaim. Barang bawaan yang hilang atau rusak pun di luar tanggung jawab polis kendaraan – perlindungannya berbeda.

Baca Juga  Suzuki Fronx 2025 Resmi Meluncur, Ini Simulasi Kredit DP Ringan Mulai Rp 15 Jutaan

7. Pengemudi tanpa SIM

Jika terjadi kecelakaan tetapi pengemudinya tidak punya SIM sah, jangan harap klaim disetujui. SIM jadi syarat mutlak.

8. Pengemudi di bawah pengaruh alkohol atau narkotika

Kecelakaan saat mabuk atau memakai zat terlarang dikategorikan kelalaian berat yang otomatis menggugurkan tanggungan.

9. Melanggar rambu lalu lintas

Asuransi menolak klaim jika kecelakaan terjadi karena pengemudi sengaja melawan aturan, misalnya menerobos lampu merah.

10. Digunakan sebagai taksi online

Mobil yang digunakan sebagai armada taksi online tidak ditanggung oleh polis standar kendaraan pribadi. Namun, ada polis khusus kendaraan komersial yang bisa diambil.

11. Bencana alam dan kerusuhan tanpa perluasan jaminan

Gempa bumi, tsunami, banjir, longsor, kerusuhan, sabotase, hingga terorisme – semua risiko luar biasa ini umumnya perlu perluasan jaminan. Tanpa tambahan perlindungan, klaim akan ditolak.

Baca Juga  Kredit Motor Murah dan Proses Secepat Kilat! Hanya Bayar Rp1 Jutaan Per Bulan Anda Bisa Bawa Pulang Honda Vario 125

Cermat Membaca Polis Asuransi Kendaraan, Aman di Jalan

Vivi menekankan, banyak pemilik mobil lalai memahami detail polis.

“Membaca polis itu penting. Kalau sudah paham, perluasan jaminan juga bisa dipertimbangkan sesuai risiko. Mobil tetap aman, dompet juga aman,” ujarnya.

Dengan nilai kendaraan yang makin mahal, perlindungan asuransi kendaraan jadi kebutuhan penting. Tapi tanpa pemahaman mendalam soal pengecualian, pemilik kendaraan bisa gigit jari saat klaim benar-benar dibutuhkan.