Topikseru.com – Apa yang harus dilakukan bila Anda secara tidak sadar telah mengklik link phishing? Siapa pun bisa lengah, satu pada tautan mencurigakan bisa menjadi gerbang bencana digital.
Dari data kebocoran rekening, peretasan akun media sosial, hingga penipuan online yang menguras saldo tanpa ampun, link phishing masih menjadi senjata penjahat siber yang paling sering memakan korban.
Pertanyaannya, apa yang harus dilakukan setelah tanpa sadar mengklik link phishing?
Berikut 7 Langkah Cepat Selamatkan Data Anda Bila Mengklik Link Phishing
Pakar keamanan siber mengingatkan, jangan panik, karena langkah cepat dan tepat bisa menjadi benteng terakhir menyelamatkan data pribadi Anda.
1. Matikan Koneksi Internet Sementara
Langkah pertama, segera putuskan koneksi internet di perangkat Anda. Ini mencegah program jahat yang mungkin ikut terunduh otomatis menyebar atau mengirim data sensitif ke server penjahat. Matikan Wi-Fi atau cabut koneksi data seluler sesegera mungkin.
2. Jangan Masukkan Data Tambahan
Banyak link phishing didesain untuk menipu Anda mengisi data login, OTP, atau informasi rekening. Kalau baru klik tapi belum sempat isi apapun, Anda punya peluang lebih aman.
Tapi jika sudah terlanjur mengetik password atau PIN, segeralah ubah kata sandi di perangkat lain yang aman.
3. Segera Ganti Password
Jika Anda sempat memasukkan username dan password, segera ganti password akun tersebut, plus akun lain yang menggunakan password serupa.
Gunakan perangkat berbeda jika perlu, agar tidak ada keylogger atau malware yang memata-matai ketikan Anda.
4. Aktifkan Autentikasi Dua Faktor (2FA)
Amankan akun dengan mengaktifkan Two-Factor Authentication (2FA). Fitur ini akan menambahkan lapisan verifikasi ekstra, biasanya berupa kode OTP ke nomor ponsel atau email Anda, sehingga lebih sulit diretas meski password bocor.
5. Scan Perangkat dengan Antivirus
Langkah selanjutnya, lakukan pemindaian antivirus. Gunakan antivirus terpercaya yang selalu diperbarui basis datanya.
Jika menemukan program mencurigakan, segera hapus dan restart perangkat.
6. Laporkan ke Pihak Berwenang
Bila link phishing meniru layanan resmi (bank, e-commerce, pemerintah), laporkan ke customer service resmi untuk membantu memblokir situs palsu dan meminimalkan korban lain.
Anda juga bisa melapor ke BSSN (Badan Siber dan Sandi Negara) atau melalui Kominfo.
7. Pantau Transaksi Finansial
Segera cek mutasi rekening, kartu debit/kredit, atau e-wallet. Jika ada transaksi mencurigakan, hubungi bank Anda secepatnya untuk memblokir kartu atau rekening sementara.
Link Phishing Bisa Dicegah, Jangan Lengah
Serangan phishing makin canggih, tampilan link palsu nyaris sama dengan situs resmi. Kuncinya, waspada sebelum klik.
Periksa alamat URL, hindari mengakses tautan dari pesan mencurigakan, dan biasakan log in manual lewat aplikasi resmi atau ketikan URL langsung.
“Jangan pernah isi data pribadi melalui link yang datang tiba-tiba. Lindungi diri, karena penipuan digital bukan hanya merugikan materi, tapi bisa menguras data Anda seumur hidup,” kata pakar keamanan siber Pratama Persadha, Rabu (31/7).









