Ringkasan Berita
- Akselerasi ekonomi secara kuartalan (q-to-q) juga cukup solid, yakni 2,97 persen dibandingkan kuartal sebelumnya.
- PDRB Tembus Rp 306 Triliun Menurut Asim, nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku (ADHB) …
- Pertanian, Perdagangan, dan Industri Jadi Tulang Punggung Dari sisi lapangan usaha, sektor pertanian masih menjadi pe…
Topikseru.com – Perekonomian Sumatera Utara (Sumut) mencatat pertumbuhan positif sebesar 4,69 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada kuartal II-2025, demikian dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut dalam konferensi pers, Selasa (5/8).
Akselerasi ekonomi secara kuartalan (q-to-q) juga cukup solid, yakni 2,97 persen dibandingkan kuartal sebelumnya.
“Secara umum, semua kategori tumbuh baik secara tahunan,” ujar Kepala BPS Sumut Asim Saputra di Medan.
PDRB Tembus Rp 306 Triliun
Menurut Asim, nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku (ADHB) Sumut pada kuartal II-2025 mencapai Rp 306,74 triliun, naik dari Rp 285,32 triliun di periode yang sama tahun lalu.
Sementara PDRB atas dasar harga konstan (ADHK) tercatat Rp164,69 triliun, juga meningkat dari tahun lalu sebesar Rp157,32 triliun.
Pertanian, Perdagangan, dan Industri Jadi Tulang Punggung
Dari sisi lapangan usaha, sektor pertanian masih menjadi penopang utama ekonomi Sumut dengan pangsa sebesar 25,88 persen.
Jika digabungkan dengan sektor perdagangan, industri pengolahan, dan konstruksi, kontribusi terhadap PDRB mencapai 74,71 persen.
Pertumbuhan sektor pertanian juga menunjukkan tren positif. Dibandingkan periode sebelumnya, sumbangan sektor ini terhadap pertumbuhan meningkat dari 0,94 persen menjadi 1,81 persen.
“Ini menandakan pertumbuhan sektor primer tetap stabil dan memberi sumbangsih yang signifikan,” kata Asim.
Ekspor dan Konsumsi Rumah Tangga Dorong PDRB
Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga menjadi komponen terbesar dengan kontribusi (share) mencapai 51,23 persen terhadap PDRB Sumut. Namun dari sisi pertumbuhan, sektor ekspor menjadi yang tertinggi dengan kenaikan 9,94 persen yoy, dan memberikan kontribusi sebesar 40,98 persen terhadap total PDRB.
Adapun pengusaha kena pajak (PKP) menjadi kontributor pertumbuhan tertinggi secara kuartalan dengan kenaikan 10,45 persen.
Sumut Kalahkan Rata-rata Nasional, Tapi Masih di Bawah Kepri
Secara regional, Sumatera Utara berada di urutan ketiga dalam pertumbuhan ekonomi di Sumatera.
Kepulauan Riau (Kepri) memimpin dengan pertumbuhan tertinggi 7,14 persen, disusul Sumatera Selatan 5,42 persen.
Meski demikian, pertumbuhan ekonomi Sumut tetap berada di atas rata-rata nasional yang diperkirakan berada di bawah 5 persen.
Pertumbuhan yang merata di berbagai sektor memberi sinyal positif menjelang akhir tahun. Jika tren ini berlanjut, Sumut diperkirakan mampu mencatatkan pertumbuhan tahunan mendekati 5 persen pada akhir 2025.








