Ekonomi dan Bisnis

Harga Bitcoin Turun 2,39 Persen Berada di Level U$D113.072 atau setara Rp1,841 Miliar Per Koin

×

Harga Bitcoin Turun 2,39 Persen Berada di Level U$D113.072 atau setara Rp1,841 Miliar Per Koin

Sebarkan artikel ini
Harga Bitcoin
Harga Bitcoin (BTC) hari ini kembali mengejutkan pasar setelah turun di bawah USD 113.000 atau sekitar Rp1,84 miliar, berdasarkan konversi 1 USD = Rp16.295.

Ringkasan Berita

  • Penurunan ini terjadi hanya beberapa hari setelah menyentuh rekor tertinggi baru sebesar USD 124.176 (Rp2,02 miliar),…
  • Berdasarkan data dari Coinmarketcap, kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, harga Bitcoin (BTC) mengalami tekanan.
  • Dengan begitu, saat ini ETH berada di level Rp 66,601 juta per koin.

Topikseru.com – Pada perdagangan Rabu 20 Agustus 2025 Harga Bitcoin (BTC) hari ini kembali mengejutkan pasar setelah turun di bawah USD 113.000 atau sekitar Rp1,84 miliar, berdasarkan konversi 1 USD = Rp16.295.

Penurunan ini terjadi hanya beberapa hari setelah menyentuh rekor tertinggi baru sebesar USD 124.176 (Rp2,02 miliar), menimbulkan pertanyaan tentang arah bull market selanjutnya.

Berdasarkan data dari Coinmarketcap, kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, harga Bitcoin (BTC) mengalami tekanan. Bitcoin turun 2,39 persen dalam 24 jam dan tertekan 5,68 persen dalam sepekan.

Saat ini, harga Bitcoin berada di level USD 113.072 per koin atau setara Rp 1,841 miliar (asumsi kurs Rp 16.283 per dolar AS).

Ethereum (ETH) juga mengalami tekanan yang lebih dalam. ETH turun 4,88 persen sehari terakhir dan melemah 10,80 persen dalam sepekan. Dengan begitu, saat ini ETH berada di level Rp 66,601 juta per koin.

Binance coin (BNB) juga terbakar. Dalam 24 jam terakhir BNB turun 2,24 persen dan melemah 0,73 persen sepekan. Hal itu membuat BNB dibanderol dengan harga Rp 13,437 juta per koin.

Kemudian Cardano (ADA) ikut mengalami tekanan. ADA turun 7,75 persen dalam sehari dan tetapi masih mampu menguat tipis 0,95 persen dalam sepekan. Dengan begitu, ADA berada pada level Rp 13.809 per koin.

Menurut laporan Cointelegraph yang ditulis oleh Marcel Pechman, penurunan harga ini memicu likuidasi posisi leverage senilai USD 113 juta (Rp1,84 triliun).

Hal ini menunjukkan bahwa pasar masih sangat rentan terhadap tekanan eksternal, terutama dari ketidakpastian ekonomi global.

Salah satu penyebab utama ketakutan investor adalah kebijakan tarif impor baru Amerika Serikat sebesar 50% untuk 407 produk berbasis aluminium dan baja.

Barang-barang ini meliputi komponen otomotif, plastik, hingga bahan kimia khusus. Kenaikan harga konsumen yang mungkin terjadi mendorong kekhawatiran akan inflasi dan gangguan rantai pasokan.

Baca Juga  Harga Bitcoin (BTC) Menguat 0,85% Bersandar di Level US$ 111.157 Per Koin atau Setara Rp1,82 Miliar Per Koin

UBS, salah satu bank investasi terbesar di dunia, bahkan menaikkan prediksi harga emas ke USD 3.700 per ons pada September 2026 karena prediksi pertumbuhan ekonomi yang melemah dan penurunan nilai dolar AS.
Ini menunjukkan bahwa aset safe haven seperti emas kembali dilirik saat kepercayaan pada pasar saham dan crypto melemah.

Laporan lain yang turut memperburuk kondisi pasar adalah investigasi oleh Securities and Exchange Commission SEC0.

Amerika Serikat terhadap Alt5 Sigma, mitra World Liberty Financial—perusahaan yang dikaitkan dengan Donald Trump. Alt5 Sigma diduga terlibat dalam manipulasi saham dan penipuan.

World Liberty Financial diketahui menggalang dana sebesar USD 550 juta (Rp8,96 triliun) dari penjualan token publik.

Hubungan politik dan dugaan pelanggaran hukum ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan investor, terutama karena Donald Trump diketahui memperoleh USD 57,4 juta (Rp935 miliar) dari kepemilikannya di perusahaan tersebut.

Pasar derivatif Bitcoin mencerminkan meningkatnya ketakutan melalui indikator delta skew opsi 30 hari yang mencapai 12%, level tertinggi dalam empat bulan terakhir.

Di bawah kondisi normal, metrik ini biasanya berada di kisaran -6% hingga +6%. Angka di atas 10% menunjukkan ketakutan ekstrem dari investor.

Peningkatan permintaan atas kontrak opsi jual (put options) mengindikasikan bahwa pelaku pasar sedang bersiap untuk skenario harga yang lebih rendah.

Namun, seperti yang tercatat sebelumnya pada bulan April 2025, lonjakan serupa justru diikuti oleh kenaikan harga sebesar 40% dalam sebulan.
Ini memperlihatkan bahwa ketakutan pasar seringkali bersifat berlebihan dan tidak selalu mencerminkan realita fundamental.

Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi: Marcel Pechman / Cointelegraph. Why is Bitcoin crashing and will $112K be the final bottom?. Diakses tanggal 20 Agustus 2025.