News

2 Ekor Harimau Sumatera Dilepas ke Habitatnya di TNGL, Semoga Hidup Damai!

×

2 Ekor Harimau Sumatera Dilepas ke Habitatnya di TNGL, Semoga Hidup Damai!

Sebarkan artikel ini
Harimau
Ilustrasi - Seekor Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) bernama Suro dilepasliarkan ke TNGL. Foto: Dok. Kementerian LHK

Ringkasan Berita

  • Kedua satwa berstatus terancam punah ini dilepasliar oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) ke Taman …
  • Menteri LHK Siti Nurbaya langsung memimpin proses lepasliar harimau menggunakan tiga helikopter milik TNI AU, Polda S…
  • "Lokasi lepasliar harimau sudah melalui kajian kesesuaian oleh Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser bersama mitra…

TOPIKSERU.COM, MEDAN – Dua ekor Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) bernama Ambar Goldsmith dan Beru Situtung kini kembali ke habitatnya dan berharap terhindar dari konflik dengan manusia.

Kedua satwa berstatus terancam punah ini dilepasliar oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) ke Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) hari ini, Rabu (6/3).

Menteri LHK Siti Nurbaya langsung memimpin proses lepasliar harimau menggunakan tiga helikopter milik TNI AU, Polda Sumut dan Kementerian LHK.

“Kedua Harimau Sumatera ini sudah melalui rehabilitasi untuk mengembalikan sifat aslinya,” kata Menteri LHK Siti Nurbaya di Medan, melansir Antara.

Dia menuturkan pelepasliaran dua harimau tersebut sebagai upaya penyelematan dan pelestarian satwa dari konflik dengan manusia.

Menteri Siti Nurbaya menjelaskan dua harimau tersebut akan menghuni zona inti blok hutan Lubuk Tanggok kawasan TNGL, Resort Sei Betung SPTN Wilayah IV Besitang, Bidang PTN Wilayah III Stabat, Langkat.

Baca Juga  KAI Sumut Kembalikan 100% Barang Tertinggal Sepanjang 2025, Nilai Capai Rp 40,55 Juta

“Lokasi lepasliar harimau sudah melalui kajian kesesuaian oleh Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser bersama mitra pada 2022,” ujar Siti Nurbaya.

Rumah yang Layak

Menteri Siti Nurbaya menyebut rumah baru Ambar Goldsmith dan Beru Situtung ini relatif datar, ketinggiannya sekitar 45 meter di atas permukaan laut (DPL).

Wilayah tersebut, lanjutnya, juga memiliki tutupan hutan yang masih terjaga. Petugas juga menemukan jejak beberapa jenis satwa mangsa Harimau Sumatera, seperti babi hutan, rusa dan kijang.

Selain itu, ada penemuan beberapa jejak Harimau Sumatera yang kuat dugaan lokasi tersebut sebagai habitatnya.

Di sisi lain, aktifitas masyarakat di wilayah pelepasliaran juga sangat jarang. Atas pertimbangan-pertimbangan tersebut, maka lokasi itu layak untuk menjadi tempat bagi Harimau Sumatera.

Menuju lokasi membutuhkan waktu sekitar 4-5 jam menggunakan sampan boat bila kondisi debit Sungai Besitang tinggi.

Sedangkan jarak sungai lokasi lepasliar dengan dusun terdekat, yakni Dusun Aras Napal Kanan dan Aras Napal Kiri, sekitar 10 kilometer.

Menuju ke lokasi membutuhkan waktu kurang lebih 2-3 hari berjalan kaki dengan menyusuri aliran Sungai Besitang ke arah hulu.(antara/Topikseru)