Politik

Giliran Partai Golkar Copot kader dari DPR: Wakil Ketua DPR RI Adies Kadir Dinonaktifkan

×

Giliran Partai Golkar Copot kader dari DPR: Wakil Ketua DPR RI Adies Kadir Dinonaktifkan

Sebarkan artikel ini
Adies Kadir calon hakim MK
Wakil Ketua DPR RI Adies Kadir saat memberi keterangan pers di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu (20/8/2025).

Ringkasan Berita

  • Langkah itu diteken langsung oleh Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia dan Sekretaris Jenderal Muhammad Sarmuji …
  • Partai beringin resmi menonaktifkan Wakil Ketua DPR RI, Adies Kadir, sebagai anggota DPR RI dari Fraksi Golkar.
  • "Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar secara resmi menonaktifkan saudara Adies Kadir sebagai anggota DPR RI dari Fraksi…

Topikseru.com – Keputusan mengejutkan datang dari Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar. Partai beringin resmi menonaktifkan Wakil Ketua DPR RI, Adies Kadir, sebagai anggota DPR RI dari Fraksi Golkar.

Langkah itu diteken langsung oleh Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia dan Sekretaris Jenderal Muhammad Sarmuji di Jakarta, 31 Agustus 2025.

“Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar secara resmi menonaktifkan saudara Adies Kadir sebagai anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, terhitung sejak Senin, 1 September 2025,” ujar Sarmuji dalam keterangan video yang dikonfirmasi, Minggu (31/8).

Pertimbangan Dinamika Masyarakat

Menurut Sarmuji, keputusan drastis ini tidak lepas dari gejolak publik yang makin tajam.

“Aspirasi rakyat tetap menjadi acuan utama perjuangan Partai Golkar,” katanya.

Golkar, lanjut dia, juga menyampaikan dukacita atas meninggalnya sejumlah warga dalam berbagai peristiwa akhir-akhir ini, termasuk korban jiwa dari demonstrasi.

“Keputusan ini adalah bagian dari upaya memperkuat disiplin dan etika bagi anggota DPR RI dari Golkar,” kata Sarmuji.

Demonstrasi dan Tewasnya Affan Kurniawan

Langkah penonaktifan Adies muncul di tengah eskalasi aksi unjuk rasa menolak tunjangan DPR RI yang berlangsung sejak 25 Agustus 2025 di Jakarta.

Baca Juga  Menilik Arah Golkar di Pilgub Sumut, Pakar USU: Bobby Nasution Berpeluang

Puncaknya terjadi pada 28 Agustus malam, ketika kericuhan pecah di Jalan Pejompongan, Jakarta Pusat.

Seorang pengemudi ojek daring, Affan Kurniawan (21), tewas terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob Polri.

Kematian Affan memicu gelombang amarah publik. Ratusan pengemudi ojek daring dan kelompok masyarakat melakukan aksi susulan di depan Mako Brimob, Kwitang, Jakarta Pusat.

Polisi Periksa 7 Anggota Brimob

Kadiv Propam Polri, Irjen Abdul Karim, menyebut ada tujuh anggota Brimob yang diduga berada di dalam rantis yang menewaskan Affan.

Nama-nama mereka kini tengah diperiksa, termasuk Kompol Cosmas Kaju, Aipda M Rohyani, serta lima anggota lain berpangkat Bripda hingga Bripka.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri, memastikan proses investigasi masih berjalan. Namun, sorotan publik tak hanya tertuju pada polisi, melainkan juga pada legitimasi politik DPR di tengah gelombang penolakan tunjangan.

Penonaktifan Adies Kadir dibaca sebagai upaya Golkar meredam tekanan sosial-politik yang makin memuncak.

Bagi sebagian analis, langkah ini juga menjadi sinyal bahwa partai mulai mengambil jarak dari kegaduhan DPR dan respons publik yang semakin keras.

Namun, keputusan itu belum menjawab pertanyaan mendasar: apakah DPR siap merevisi kebijakan tunjangan yang memicu kemarahan publik? Ataukah langkah Golkar hanya strategi politik untuk menyelamatkan citra partai di tengah badai?