Ekonomi dan Bisnis

Pemerintah Guyur 52,4 Ribu Ton Jagung SPHP, Peternak Full Senyum!

×

Pemerintah Guyur 52,4 Ribu Ton Jagung SPHP, Peternak Full Senyum!

Sebarkan artikel ini
Jagung
Pemerintah Guyur 52,4 Ribu Ton Jagung SPHP, Peternak Full Senyum!

Ringkasan Berita

  • Jagung Cadangan Pemerintah untuk Peternak Arief menjelaskan, jagung tersebut berasal dari cadangan jagung pemerintah …
  • Hal ini dilakukan untuk mengatasi gejolak harga pangan, khususnya yang terkait kebutuhan pokok masyarakat seperti tel…
  • Jagung SPHP akan dilepas ke pasaran dengan harga Rp 5.500 per kilogram, jauh lebih murah dari harga pasar saat ini.

Topikseru.com – Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi memastikan, pemerintah menyiapkan 52,4 ribu ton jagung dari program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk membantu para peternak layer (ayam petelur) di seluruh Indonesia.

Hal ini dilakukan untuk mengatasi gejolak harga pangan, khususnya yang terkait kebutuhan pokok masyarakat seperti telur dan daging ayam.

“Jagung akan disiapkan SPHP buat para peternak layer. Jumlah totalnya 52,4 ribu ton se-Indonesia,” ujar Arief di Jakarta, Senin (1/9/2025).

Jagung Cadangan Pemerintah untuk Peternak

Arief menjelaskan, jagung tersebut berasal dari cadangan jagung pemerintah (CHP) yang diserap Perum Bulog.

Jagung SPHP akan dilepas ke pasaran dengan harga Rp 5.500 per kilogram, jauh lebih murah dari harga pasar saat ini.

Dengan harga pakan yang lebih terjangkau, pemerintah berharap peternak mampu menekan ongkos produksi, sehingga harga telur stabil dan harga daging ayam tidak ikut melonjak.

Baca Juga  Daftar Lengkap Harga Pangan Hari Ini, Bapanas: Cabai, Bawang, dan Beras Turun

“Pokoknya Rp 5.500 buat peternak. Jadi bisa bantu peternak kita produksi telur dengan harga yang bagus sampai dengan akhir tahun,” kata Arief.

Kementan dan Satgas Pangan Turun Tangan

Langkah ini sejalan dengan kebijakan Kementerian Pertanian (Kementan) yang menegaskan ketersediaan jagung untuk pakan ternak kini menjadi prioritas.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Agung Suganda, menyebut pemerintah bersama Satgas Pangan akan mengawal distribusi jagung agar tepat sasaran dan tidak membebani peternak.

Dalam sebulan terakhir, harga jagung di sentra produksi tercatat naik signifikan. Kondisi itu dinilai berpotensi menekan peternak unggas kecil hingga besar.

“Kami sudah siapkan sejumlah langkah antisipatif, mulai dari imbauan kepada industri pakan agar tidak menaikkan harga, pemetaan peternak calon penerima cadangan jagung pemerintah, hingga mempertemukan kelompok tani dengan pemasok jagung,” kata Agung.

Kebijakan jagung murah ini diproyeksikan dapat menjaga kestabilan harga telur dan ayam hingga akhir 2025, sekaligus menjadi langkah strategis pemerintah dalam menahan laju inflasi pangan.