BursaEkonomi dan Bisnis

Harga Perak Melonjak 2,6% Bertengger di Level US$40,69 Per Ons

×

Harga Perak Melonjak 2,6% Bertengger di Level US$40,69 Per Ons

Sebarkan artikel ini
Perak
harga perak melonjak 2,6% ke US$40,69 per ons—menjadi yang tertinggi sejak September 2011 atau dalam 14 tahun terakhir.

Ringkasan Berita

  • Harga emas dunia melesat ke level tertinggi dalam lebih dari empat bulan hanya terpaut sekitar US$23 dari rekor sepan…
  • Kenaikan ini ditopang oleh ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed dan pelemahan dolar AS.
  • Mengutip Reuters, harga emas spot naik 0,9% ke posisi US$3.477,56 per troi ons pada pukul 09.37 EDT (20.37 WIB), tert…

Topikseru.com – Pada perdagangan Senin (1/9/2025) harga perak melonjak 2,6% ke US$40,69 per ons—menjadi yang tertinggi sejak September 2011 atau dalam 14 tahun terakhir.

Harga emas dunia melesat ke level tertinggi dalam lebih dari empat bulan hanya terpaut sekitar US$23 dari rekor sepanjang masa.

Kenaikan ini ditopang oleh ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed dan pelemahan dolar AS.

Mengutip Reuters, harga emas spot naik 0,9% ke posisi US$3.477,56 per troi ons pada pukul 09.37 EDT (20.37 WIB), tertinggi sejak 22 April 2025 saat mencetak rekor US$3.500,05.

Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember juga menguat 0,9% ke level US$3.547,70.

Kenaikan harga logam mulia ini terjadi meski pasar keuangan AS tutup pada Senin karena libur Labor Day.

Dolar AS tercatat berada di level terendah sejak akhir Juli terhadap sekeranjang mata uang utama, membuat emas yang dihargakan dalam dolar lebih murah bagi pembeli dari luar negeri.

“Emas, khususnya perak, memperpanjang reli dari perdagangan Jumat lalu, didorong oleh inflasi AS yang masih tinggi, sentimen konsumen yang melemah, ekspektasi pemangkasan suku bunga, serta kekhawatiran atas independensi The Fed,” ujar Ole Hansen, Kepala Strategi Komoditas Saxo Bank.

Baca Juga  Harga Emas Perhiasan Mayoritas Stabil di Perdagangan Senin (25/8/2025): Emas 24 Karar (99%) Dibanderol Rp1.588.000 Per Gram

Data terbaru menunjukkan indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) AS, indikator inflasi pilihan The Fed naik 0,2% secara bulanan dan 2,6% secara tahunan, sesuai perkiraan pasar.

Tim Waterer, Kepala Analis Pasar KCM Trade, menambahkan, “Perak sedang naik karena ekspektasi suku bunga lebih rendah, sementara pasokan yang ketat juga menjaga tren bullish.”

Dukungan terhadap kebijakan dovish The Fed semakin menguat setelah Presiden The Fed San Francisco, Mary Daly, pekan lalu menegaskan kembali perlunya pemangkasan suku bunga dengan alasan meningkatnya risiko di pasar tenaga kerja.

Pasar kini menanti rilis laporan ketenagakerjaan AS pada Jumat mendatang. Konsensus Reuters memperkirakan penambahan 78.000 lapangan kerja non-pertanian pada Agustus, sedikit lebih tinggi dibandingkan 73.000 pada Juli.

Jika data sesuai ekspektasi, pasar meyakini hal ini membuka ruang bagi The Fed untuk memulai kembali pemangkasan suku bunga pada September.

Emas sebagai aset tanpa imbal hasil biasanya berkinerja positif dalam rezim suku bunga rendah karena biaya peluang investasi menjadi lebih kecil.

Sementara itu, harga logam mulia lainnya juga ikut terdorong. Platinum naik 3,2% ke US$1.408,54 per troi ons, sedangkan paladium menguat 1,9% ke US$1.129,70.