BursaEkonomi dan Bisnis

Pengamat Ekonomi: Rupiah Spot Diperkirakan Cenderung Melemah Terbatas Menanti Stabilitas Pasar Keuangan Domestik

×

Pengamat Ekonomi: Rupiah Spot Diperkirakan Cenderung Melemah Terbatas Menanti Stabilitas Pasar Keuangan Domestik

Sebarkan artikel ini
Rupiah
Rupiah diperkirakan cenderung melemah terbatas pada perdagangan hari Rabu, akibat dari data indikator manufaktur AS yang cenderung menguat, sehingga membatasi ruang pemotongan yang lebih agresif di tahun 2025 dari the Fed

Ringkasan Berita

  • Sedangkan berdasarkan Jisdor Bank Indonesia (BI), rupiah spot menguat 0,27% secara harian ke Rp 16.418 per dolar AS.
  • Menanggapi hal tersebut, Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede mengatakan, penguatan terbatas rupiah spot hari in…
  • “Rupiah diperkirakan cenderung melemah terbatas pada perdagangan hari Rabu, akibat dari data indikator manufaktur A…

Topikseru.com – Pada perdagangan Selasa (2/9/2025) rupiah spot terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat tipis ditutup menguat 0,03% secara harian ke Rp 16.414 per dolar AS di pasar spot.

Sedangkan berdasarkan Jisdor Bank Indonesia (BI), rupiah spot menguat 0,27% secara harian ke Rp 16.418 per dolar AS.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede mengatakan, penguatan terbatas rupiah spot hari ini didukung pernyataan pemerintah terkait stabilitas pasar keuangan domestik.

Ia bilang, sebagian besar mata uang Asia cenderung melemah terhadap Dolar AS akibat antisipasi investor terkait dengan rilis data ketenagakerjaan AS pada pekan ini.

“Rupiah diperkirakan cenderung melemah terbatas pada perdagangan hari Rabu, akibat dari data indikator manufaktur AS yang cenderung menguat, sehingga membatasi ruang pemotongan yang lebih agresif di tahun 2025 dari the Fed,” ujar Josua.

Baca Juga  Analis Pasar: Rupiah Spot Diperkirakan akan Bergerak di Kisaran Rp16.550–Rp16.650 Per Dolar AS

Josua memperkirakan rupiah pada Rabu (3/9/2025) bergerak dalam rentang Rp 16.375 – Rp 16.475 per dolar AS.

Pengamat Mata Uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan sentimen lain yang turut mempengaruhi rupiah adalah meningkatnya ketidakpastian atas tarif perdagangan Presiden AS Donald Trump.

Hal ini setelah pengadilan banding memutuskan pekan lalu bahwa tarif tersebut ilegal.

Meskipun pengadilan banding menyatakan bahwa tarif Trump dapat tetap berlaku hingga pertengahan Oktober, Trump mengkritik keputusan tersebut dan mengatakan akan menggugat putusan tersebut di Mahkamah Agung.

Perkembangan ini memicu meningkatnya ketidakpastian atas dampak ekonomi dari tarif Trump, yang sebagian besar mulai berlaku pada bulan Agustus.

Putusan apa pun yang menentang tarif tersebut juga akan memaksa Washington untuk menegosiasikan kesepakatan terbaru dengan mitra dagang utama.

Ibrahim memproyeksikan rupiah pada Rabu (3/9/2025) bergerak fluktuatif, namun ditutup melemah di rentang Rp 16.400 – Rp 16.450 per dolar AS.