BursaEkonomi dan Bisnis

Harga Bitcoin Naik 0,34% Berada di Level $110,920 atau Setara dengan Rp1.826.576.510 Per Koin

×

Harga Bitcoin Naik 0,34% Berada di Level $110,920 atau Setara dengan Rp1.826.576.510 Per Koin

Sebarkan artikel ini
Bitcoin
harga Bitcoin tercatat berada di level $110,920 atau setara dengan Rp1.826.576.510 mengalami kenaikan 0,34% dalam 24 jam terakhir.

Ringkasan Berita

  • Saat penulisan, kapitalisasi pasar Bitcoin berada di sekitar Rp36.430 triliun, dengan volume perdagangan dalam 24 jam…
  • Death Cross Kedua: MACD Mingguan Sinyal berikutnya muncul dari indikator MACD mingguan Bitcoin.MACD digunakan untuk m…
  • Sepanjang periode ini, harga bitvoin BTC menyentuh level terendahnya di Rp1.786.188.015 dan harga tertingginya di Rp1…

Topikseru.com – Pada perdagangan 3 September 2025, harga Bitcoin tercatat berada di level $110,920 atau setara dengan Rp1.826.576.510 mengalami kenaikan 0,34% dalam 24 jam terakhir.

Sepanjang periode ini, harga bitvoin BTC menyentuh level terendahnya di Rp1.786.188.015 dan harga tertingginya di Rp1.840.497.827.

Saat penulisan, kapitalisasi pasar Bitcoin berada di sekitar Rp36.430 triliun, dengan volume perdagangan dalam 24 jam terakhir yang naik 7% menjadi Rp826,63 triliun.

Death Cross Pertama: Rasio MVRV
Peringatan awal datang dari rasio Market Value to Realized Value (MVRV), sebagaimana dijelaskan oleh analis anonim Yonsei_dent di CryptoQuant.

MVRV adalah metrik on-chain yang membandingkan kapitalisasi pasar Bitcoin dengan nilai yang direalisasikan — yaitu harga rata-rata saat koin terakhir berpindah.

Rasio yang tinggi menandakan potensi overvaluasi, sementara rasio rendah menunjukkan kemungkinan undervaluasi (bernilai lebih tinggi daripada harga pasarnya).

Dalam unggahan terbaru di CryptoQuant, Yonsei_dent mengungkapkan bahwa MVRV baru saja membentuk pola death cross, di mana rata-rata pergerakan 30 hari turun di bawah rata-rata 365 hari.

Secara historis, persilangan semacam ini sering mendahului koreksi harga. Pola tersebut menunjukkan bahwa antusiasme jangka pendek mulai memudar dibandingkan tren jangka panjang.

Misalnya, death cross MVRV pada 2022 bertepatan dengan penurunan besar di tengah pasar bearish.

“Ini tidak berarti hasil yang sama pasti akan terjadi — keberadaan ETF Bitcoin telah memberi stabilitas struktural pada pasar. Namun sejarah memang tak terulang, hanya berima — dan sinyal dari MVRV ini tetap layak diperhatikan,” jelas Yonsei_dent.

Death Cross Kedua: MACD Mingguan
Sinyal berikutnya muncul dari indikator MACD mingguan Bitcoin.MACD digunakan untuk mengukur momentum dengan melacak perbedaan antara exponential moving averages (EMA).

Pola death cross terjadi ketika garis MACD turun di bawah garis sinyal, yang biasanya menandakan melemahnya tekanan beli serta meningkatnya risiko penurunan harga.

Secara historis, indikator ini cukup andal dalam mendeteksi puncak pasar maupun koreksi berkepanjangan. Peristiwa serupa pada April 2024 dan Februari 2025 tercatat memicu penurunan sekitar 30%.

“Death cross pada MACD mingguan Bitcoin $BTC. Secara historis, ini menjadi peringatan atas potensi risiko penurunan!” komentar analis Ali.

Death Cross Ketiga: EMA
Peringatan ketiga datang dari analis Deezy, yang menyoroti pergerakan exponential moving averages (EMA) Bitcoin.

Ia menekankan bahwa EMA 20 hari baru saja menurun dan melintasi di bawah EMA 50 hari — sebuah pola klasik death cross.

Deezy mengingatkan bahwa peristiwa serupa terakhir kali terjadi pada Februari 2025, ketika harga Bitcoin merosot 23%. Jika pola itu terulang, penyesuaian kali ini bisa menekan harga hingga sekitar $86.000.

“Terakhir kali hal ini terjadi pada Februari 2025, BTC turun 23%. Jika terjadi lagi, penurunan 23% dari level saat ini bisa membawa Bitcoin ke $86.000,” prediksi Deezy.

Kini, tiga sinyal death cross — MVRV, MACD, dan EMA — muncul bersamaan di September 2025. Kombinasi ini memberikan gambaran hati-hati bagi prospek Bitcoin.

Sejarah menunjukkan bahwa death cross sering kali memicu volatilitas. Namun, dalam pasar bullish yang kuat, sinyal tersebut juga bisa menjadi false alarm.

Kali ini, situasinya semakin krusial karena investor tengah menanti keputusan pemangkasan suku bunga Federal Reserve di bulan September — langkah yang diperkirakan dapat meningkatkan sentimen terhadap aset kripto.

Disclaimer: Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli crypto memiliki risiko dan volatilitas tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli bitcoin dan investasi aset crypto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi: BeInCrypto. Bitcoin Faces Triple ‘Death Cross’ Warning Amid Historically Weak September. Diakses pada 3 September 2025