Ringkasan Berita
- Kepala Seksi Humas Polres Langkat AKP Rajendra Kusuma mengatakan peristiwa harimau menyerang seorang petani itu terja…
- Peristiwa tersebut terjadi di Barak Itir, Dusun V Aman Damai, Desa Harapan Maju, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langk…
- Kondisi korban setelah mendapat serangan harimau masih sadar dan saat ini telah mendapat perawatan di RS Bidadari Sta…
TOPIKSERU.COM, LANGKAT – Seorang petani bernama Jerimia Pernanda Ginting (25) selamat dari maut setelah seekor Harimau Sumatera tiba-tiba menyerangnya saat sedang memanen cabai.
Peristiwa tersebut terjadi di Barak Itir, Dusun V Aman Damai, Desa Harapan Maju, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Senin (11/3).
Kepala Seksi Humas Polres Langkat AKP Rajendra Kusuma mengatakan peristiwa harimau menyerang seorang petani itu terjadi sekira pukul 17.30 WIB.
“Korban saat itu sedang memanen cabai dan mendapat serangan dari harimau,” kata AKP Rajendra melalui keterangan tertulis, Selasa (12/3).
Dia menjelaskan saat peristiwa terjadi beruntung korban tak sendirian.
Kedua orangtuanya yang mengetahui kejadian itu segera mengusir dan menyelamatkan korban.
“Orangtua korban mengambil parang dan kayu mengusir harimau yang sudah menerkam korban. Beruntung akhirnya bisa selamat,” ujar Rajendra.
Si kucing besar yang memang berhabitat di sekitar lokasi kebun langsung melarikan diri ke dalam hutan. Sementara korban mengalami luka-luka di leher dan kepala.
“Akibat serangan tersebut korban mengalami luka gigitan pada bagian leher, kepala dan tangan. Kondisi korban setelah mendapat serangan harimau masih sadar dan saat ini telah mendapat perawatan di RS Bidadari Stabat,” kata AKP Rajendra.
Kapolsek Pangkalan Berandan AKP Irwanta Sembiring mengimbau masyarakat agar tetap waspada saat beraktivitas di areal yang berbatasan dengan kawasan TNGL.
Dia mengingatkan bahwa kawasan TNGL merupakan ekosistem binatang liar jenis Harimau Sumatera yang saat ini populasinya semakin langka dan terancam punah. Saat ini pihaknya sudah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mencegah terjadinya konflik satwa dengan manusia.(cr1/Topikseru)













