Ringkasan Berita
- Aksi berlangsung pada Kamis (4/9) di kawasan parkiran Posbloc, Jalan Putri Hijau, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan.
- Selain memperingati kematian Munir, massa juga menggelar aksi bakar lilin untuk mengenang sembilan korban tewas dalam…
- Munir, 21 Tahun Tanpa Keadilan Munir Said Thalib, aktivis hak asasi manusia, dibunuh dengan racun arsenik dalam pener…
Topikseru.com – Puluhan massa yang tergabung dalam Aksi Kamisan Medan menggelar aksi peringatan 21 tahun pembunuhan Munir Said Thalib, aktivis HAM yang tewas diracun di pesawat Garuda Indonesia pada 7 September 2004. Aksi berlangsung pada Kamis (4/9) di kawasan parkiran Posbloc, Jalan Putri Hijau, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan.
Selain memperingati kematian Munir, massa juga menggelar aksi bakar lilin untuk mengenang sembilan korban tewas dalam unjuk rasa 25–29 Agustus 2025 yang berujung ricuh di sejumlah daerah.

Dalam suasana hening, mereka menyanyikan lagu “Gugur Bunga” sebagai bentuk penghormatan bagi korban kekerasan negara.
Nama-Nama Korban yang Disebut Aksi Kamisan Medan
Dalam orasi, salah satu peserta aksi, Gana, menyebut deretan nama korban terbaru akibat tindak kekerasan negara:
- Affan Kurniawan
- Sarinawati
- Saiful Akbar
- Muhammad Basri
- Damdyansyah
- Reza Shendy Pratama
- Andhika Lutfi
- Sumari
- Iko Julian
- Septinus Sesa
“Mereka adalah korban paling baru atas tindak kekerasan yang dilakukan negara,” kata Gana.

Tuntutan Hentikan Kekerasan Negara
Aksi Kamisan Medan menegaskan desakan agar negara menghentikan segala bentuk kekerasan dan ketidakadilan serta bertanggung jawab atas jatuhnya korban.
“Hidup korban, jangan diam, lawan!” teriak massa menjelang aksi ditutup sekitar pukul 19.30 WIB.
Munir, 21 Tahun Tanpa Keadilan
Munir Said Thalib, aktivis hak asasi manusia, dibunuh dengan racun arsenik dalam penerbangan Jakarta – Amsterdam pada 7 September 2004 ketika hendak melanjutkan studi S2 di Leiden University, Belanda.
Kasus kematiannya hingga kini belum tuntas diusut, dan menjadi simbol gelapnya sejarah pelanggaran HAM di Indonesia.
Aksi Kamisan sendiri sudah menjadi gerakan moral yang konsisten digelar di berbagai kota, termasuk Medan, sebagai simbol perlawanan terhadap impunitas dan pengingat agar negara tidak melupakan korban pelanggaran HAM.













