International

Biadab! Israel Bombardir Menara di Gaza yang Dihuni Ratusan Pengungsi Palestina

×

Biadab! Israel Bombardir Menara di Gaza yang Dihuni Ratusan Pengungsi Palestina

Sebarkan artikel ini
Gaza
Ilustrasi pemboman Israel terhadap Menara Mushtaha di Jalur Gaza.

Ringkasan Berita

  • Serangan terbaru itu menargetkan Menara Mushtaha, gedung hunian yang selama ini menjadi tempat perlindungan ratusan w…
  • Asap tebal membubung setelah beberapa lantai gedung tersebut dihantam rudal.
  • Menara Mushtaha sebelumnya sudah empat kali dibom sejak Israel memulai kampanye militernya di Gaza pada 7 Oktober 2023.

Topikseru.com – Militer Israel kembali menggempur kawasan padat penduduk di barat Kota Gaza, Jumat (5/8). Serangan terbaru itu menargetkan Menara Mushtaha, gedung hunian yang selama ini menjadi tempat perlindungan ratusan warga Palestina yang mengungsi.

Asap tebal membubung setelah beberapa lantai gedung tersebut dihantam rudal. Menara Mushtaha sebelumnya sudah empat kali dibom sejak Israel memulai kampanye militernya di Gaza pada 7 Oktober 2023.

Lokasi ini berdekatan dengan Kamp Kteiba, salah satu kamp pengungsian terbesar di Kota Gaza yang menampung puluhan ribu pengungsi.

“Gedung ini bebas dari instalasi militer maupun keamanan dan hanya digunakan sebagai tempat perlindungan,” kata pengelola Menara Mushtaha, membantah klaim Israel.

Warga Palestina Kehilangan Tempat Aman

Bagi warga Gaza, serangan ini menjadi pukulan telak.

“Saya sudah tidak punya rumah lagi. Apa kesalahan kami sampai tentara Israel menghancurkan rumah-rumah kami di depan mata?” kata Obadah Saifuddin, salah satu penghuni Menara Mushtaha.

Nidal Abu Ali, warga lain, juga menegaskan: “Saya mencari perlindungan di menara ini bersama keluarga untuk menjaga anak-anak saya, tetapi Israel tidak menyisakan tempat aman di Gaza.”

Baca Juga  Houthi Klaim Serangan Rudal Hipersonik Palestina-2 ke Tel Aviv, Israel Sebut Berhasil Cegat

Saat ini, wilayah barat Gaza menampung sekitar 1 juta pengungsi, sebagian besar berasal dari Gaza utara dan kawasan timur kota.

Israel Umumkan Eskalasi Serangan di Gaza

Militer Israel menyatakan akan menargetkan sejumlah gedung bertingkat di Gaza dalam beberapa hari ke depan.

Juru bicara militer Avichay Adraee mengklaim gedung-gedung itu digunakan Hamas sebagai “infrastruktur militer.”

Kanal 12 Israel melaporkan Angkatan Udara Israel telah memulai operasi bertahap menghancurkan gedung-gedung di seluruh Gaza.

Selebaran evakuasi bahkan dijatuhkan di kawasan Sheikh Radwan, Kota Gaza, dengan perintah bagi warga untuk segera meninggalkan blok-blok tertentu.

Menteri Pertahanan Israel Katz menegaskan operasi ini akan meningkat jika Hamas tidak menyerahkan sandera dan melucuti senjata.

Kecaman Hamas: Kejahatan terhadap Kemanusiaan

Hamas menilai langkah Israel sebagai bentuk kejahatan terhadap kemanusiaan.

“Penargetan menara hunian yang dipenuhi pengungsi adalah upaya kriminal untuk memaksa penduduk kota meninggalkan rumah mereka secara paksa,” demikian pernyataan resmi Hamas.

Sementara itu, kampanye militer Israel di Gaza telah berlangsung 700 hari. Data terbaru menunjukkan lebih dari 64.000 warga Palestina tewas, sementara wilayah Gaza menghadapi ancaman kelaparan.

Pada November lalu, Mahkamah Pidana Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant atas dugaan kejahatan perang. Israel juga tengah menghadapi gugatan genosida di Mahkamah Internasional (ICJ).