Komunitas

Hari Kunjung Perpustakaan, Medan Book Party Gelar Book Gathering di Socrates Vegan

×

Hari Kunjung Perpustakaan, Medan Book Party Gelar Book Gathering di Socrates Vegan

Sebarkan artikel ini
Medan Book Party
Book Gathering Di Taman Kota oleh Medan Book Party. Minggu (14/9/2025). Foto: Dok.Medan Book Party

Topikseru.com – Bertepatan dengan Hari Kunjung Perpustakaan yang diperingati setiap 14 September, Komunitas Medan Book Party (MBP) menggelar kegiatan book gathering di Socrates Vegan, Jalan Airlangga, Medan Petisah, Minggu (14/9/2025).

Komunitas baca yang berdiri sejak 2023 ini memiliki ratusan anggota dari berbagai latar belakang, mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga pekerja. Untuk wilayah Medan, MBP rutin berkegiatan setiap Minggu sore di taman-taman kota.

“Agenda rutin itu setiap hari Minggu, pukul 14.00 sampai dengan 18.00 WIB, berganti-ganti taman setiap minggunya. Karena hari ini hujan, kegiatan dipindahkan ke Socrates Vegan yang semula dijadwalkan di Taman Ahmad Yani,” ujar Nurul Izmi Boru Purba, koordinator MBP Medan.

Antusiasme Komunitas Literasi Medan

Medan Book Party
Book Gathering Di Taman Kota oleh Medan Book Party. Minggu (14/9/2025). Foto: Dok.Medan Book Party

Izmi menambahkan, antusiasme anggota cukup tinggi. Setiap pertemuan, rata-rata dihadiri 40–45 orang.

Menurutnya, momentum Hari Kunjung Perpustakaan 2025 menjadi refleksi penting agar ruang literasi lebih mudah diakses publik.

Baca Juga  Hari Kunjung Perpustakaan 14 September: Sejarah, Makna, dan Pentingnya Literasi

“Harapannya, perpustakaan daerah bisa lebih fleksibel dalam menentukan hari berkunjung. Karena mayoritas anggota MBP adalah mahasiswa dan pekerja yang hanya bisa berkegiatan di akhir pekan,” kata Izmi.

Kritik untuk Perpustakaan dan Pentingnya Akses

Medan Book Party
Book Gathering Di Taman Kota oleh Medan Book Party. Minggu (14/9/2025). Foto: Dok.Medan Book Party

Seorang anggota MBP, Farhat, menyoroti keterbatasan akses perpustakaan yang belum menjangkau masyarakat luas.

“Sebaiknya perpustakaan bisa menjangkau daerah yang lebih jauh, misalnya Belawan, melalui layanan perpustakaan keliling. Jangan hanya di kota besar,” ujarnya.

Farhat juga menekankan pentingnya mempertahankan keberadaan toko buku sebagai penyangga budaya literasi di tengah maraknya penjualan daring.

Peran Pemerintah dalam Menjaga Budaya Literasi

Peringatan Hari Kunjung Perpustakaan kali ini kembali menegaskan bahwa ruang literasi, baik perpustakaan maupun toko buku, masih memerlukan perhatian serius dari pemerintah.

Terutama di Kota Medan, di mana komunitas literasi terus bergerak menjaga budaya baca di tengah gempuran digital.