Daerah

Gus Irawan Dorong Pembangunan Rumah ASN di Tapanuli Selatan, Rp 60 Miliar Belanja Pegawai Selama Ini Mengalir ke Luar Daerah

×

Gus Irawan Dorong Pembangunan Rumah ASN di Tapanuli Selatan, Rp 60 Miliar Belanja Pegawai Selama Ini Mengalir ke Luar Daerah

Sebarkan artikel ini
Gus Irawan
Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) Gus Irawan Pasaribu

Ringkasan Berita

  • Menurutnya, sekitar 90 persen dari 7.000 ASN di Tapsel masih tinggal di luar daerah, sehingga uang belanja pegawai ya…
  • "Kita mendorong pembangunan rumah ASN, mengingat fakta 90 persen ASN masih tinggal di luar daerah.
  • Program ini sejalan dengan prioritas Presiden Prabowo untuk pembangunan tiga juta rumah," ujar Gus Irawan.

Topikseru.com – Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel), Gus Irawan Pasaribu, menyatakan pembangunan rumah aparatur sipil negara (ASN) akan menjadi salah satu pemicu pergerakan ekonomi daerah.

Menurutnya, sekitar 90 persen dari 7.000 ASN di Tapsel masih tinggal di luar daerah, sehingga uang belanja pegawai yang mencapai Rp60 miliar per bulan tidak berputar di Tapsel.

“Kita mendorong pembangunan rumah ASN, mengingat fakta 90 persen ASN masih tinggal di luar daerah. Akibatnya, Rp 60 miliar belanja pegawai tiap bulan justru mengalir keluar,” kata Gus Irawan di Tapsel, Minggu (14/9/2025).

Perumahan ASN di Sipirok-Angkola Timur

Untuk itu, Pemkab Tapsel mencanangkan pembangunan perumahan ASN di kawasan Kecamatan Sipirok – Angkola Timur.

Baca Juga  Empat Wilayah di Sumut Dilanda Longsor, Akses Jalan Terputus dan Sejumlah Rumah Rusak

Harapannya, aliran belanja pegawai bisa berputar di dalam daerah dan mendorong sektor ekonomi lokal.

Namun, rencana tersebut terkendala karena lahan yang disiapkan masih masuk dalam konsesi PT Toba Pulp Lestari (TPL).

“Kami akan menempuh jalur pusat dalam menyelesaikan persoalan lahan ini. Program ini sejalan dengan prioritas Presiden Prabowo untuk pembangunan tiga juta rumah,” ujar Gus Irawan.

Penyelesaian Lahan dan Reforma Agraria

Bupati Tapsel menjelaskan ada dua langkah penyelesaian lahan. Pertama, melalui pelepasan areal penggunaan lain (APL) seluas 4.577 hektare dari konsesi PT TPL agar bisa diterbitkan sertifikat bagi masyarakat.

Kedua, lewat program Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) untuk legalitas lahan hutan produksi yang sudah lama dikelola warga.

“Target saya memberi legalitas permanen agar rakyat bisa menguasai tanahnya dengan aman dan nyaman, tanpa gangguan pihak mana pun,” tegasnya.

Selain soal perumahan, Gus Irawan juga menekankan pentingnya perlindungan sosial.

Melalui Gerakan Sinergi ASN Peduli, pemerintah daerah mendorong solidaritas aparatur dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.