BursaEkonomi dan Bisnis

Harga Bitcoin (BTC) Terkoreksi Lagi di Level US$ 115.353 atau Setara Rp1,88 Miliar Per Koin

×

Harga Bitcoin (BTC) Terkoreksi Lagi di Level US$ 115.353 atau Setara Rp1,88 Miliar Per Koin

Sebarkan artikel ini
Harga Bitcoin
harga Bitcoin di level US$ 115.353 per koin atau setara Rp 1,88 miliar (kurs, Rp 16.372). Pelemahan juga terjadi pada Ethereum (ETH) sebesar 2,04% menjadi US$ 4.519, XRP terkoreksi 1,54% menjadi US$ 2,98, Binance (BNB) turun 1,13% menjadi US$ 919, Solana terpangkas 3,19% menjadi US$ 233, dan Dogecoin (DOGE) jatuh 4,15% menjadi US$ 0,26.

Ringkasan Berita

  • Harga Bitcoin (BTC) hari ini terkoreksi lagi.
  • Menjelang pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada Rabu (17/9/2025), dengan ekspektasi pemangkasan suku bu…
  • Namun, sejumlah analis menilai pelemahan ini justru bisa menjadi peluang beli menarik, mengingat peluang menuju rekor…

Topikseru.com – Pada perdagangan Selasa (16/9/2025) pasar kripto jatuh dalam 24 jam terakhir. Harga Bitcoin (BTC) hari ini terkoreksi lagi.

Namun, sejumlah analis menilai pelemahan ini justru bisa menjadi peluang beli menarik, mengingat peluang menuju rekor tertinggi baru semakin terbuka.

Berdasarkan data dari Coinmarketcap, Selasa (16/9/2025) pukul 6.15 WIB, kapitalisasi pasar kripto global terpangkas 1,37% menjadi US$ 4 triliun dalam 24 jam.

Kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin (BTC) hari ini terlihat terkoreksi 0,41% dalam 24 jam terakhir.

Saat ini, harga Bitcoin di level US$ 115.353 per koin atau setara Rp 1,88 miliar (kurs, Rp 16.372).

Pelemahan juga terjadi pada Ethereum (ETH) sebesar 2,04% menjadi US$ 4.519, XRP terkoreksi 1,54% menjadi US$ 2,98.

Binance (BNB) turun 1,13% menjadi US$ 919, Solana terpangkas 3,19% menjadi US$ 233, dan Dogecoin (DOGE) jatuh 4,15% menjadi US$ 0,26.

Dikutip dari Cointelegraph, harga Bitcoin (BTC) berhasil reli hampir 6% sepanjang September 2025, menepis pola musiman yang biasanya cenderung bearish.

Aset kripto terbesar ini sempat menyentuh zona supply utama di kisaran US$ 115.600 – 117.300. Jika mampu menutup perdagangan di atas US$ 117.300, peluang menuju rekor tertinggi baru semakin terbuka.

Menjelang pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada Rabu (17/9/2025), dengan ekspektasi pemangkasan suku bunga, Bitcoin mengalami koreksi ringan pada Senin (15/9/2025), turun. Sejumlah analis menilai pelemahan ini justru bisa menjadi peluang beli menarik.

Dari sisi teknikal, zona krusial uji ulang berada di kisaran US$ 111 ribu– 113 ribu.

Pola ini mirip dengan pergerakan kuartal II lalu, ketika BTC berhasil rebound dari bawah US$ 100 ribu hingga menembus US$ 120 ribu pada Juli.

Analis menegaskan, jika Bitcoin mampu bertahan di atas US$ 111 ribu–US$ 113 ribu, tren bullish masih valid.

Namun, penurunan di bawah level tersebut bisa melemahkan skenario kenaikan.

Indikator RSI (Relative Strength Index) juga mendukung pandangan ini, karena telah kembali ke level 50 dan mengujinya sebagai support. Secara historis, pola ini kerap diikuti dengan momentum beli baru.

Baca Juga  Harga Kripto Berada di Zona Hijau di Perdagangan Senin, (25/8/2025): Bitcoin Turun 1,47 Persen dan Ethereum Naik Tipis 0,26 Persen

ShayanBTC, analis kripto, menilai akumulasi penambang memperkuat prospek positif.

“Selama BTC mampu bertahan di atas US$112 ribu, momentum kenaikan masih terjaga,” katanya.

Faktor lain yang memperkuat zona US$113 ribu sebagai support adalah data UTXO Realized Price Distribution (URPD).

Tercatat, sekitar 5,5% pasokan Bitcoin berpindah tangan di level US$110 ribu–US$113 ribu, menjadikannya area akumulasi paling aktif dalam beberapa pekan terakhir.

Selain itu, dompet kategori Shark (100–1.000 BTC) menambah hampir 1 juta BTC sejak Juli 2024, dengan total kepemilikan mencapai 5,939 juta BTC.

Masuknya pemain menengah baru ini menandakan keyakinan jangka panjang terhadap level harga saat ini.

Sebaliknya, dompet Whale (1.000–10 ribu BTC) dan Humpback (≥10 ribu BTC) justru melakukan distribusi besar. Sejak Maret 2024, Whale telah mengurangi kepemilikan sebanyak 324 ribu BTC, sementara Humpback melepas 391 ribu BTC. Total sekitar 715 ribu BTC dilepas ke pasar sejak puncak tahun lalu.

Namun, pasokan besar itu ternyata terserap oleh investor baru dan menengah. Pergeseran struktur kepemilikan ini menguatkan pandangan bahwa level US$113 ribu bisa menjadi salah satu ‘diskon terakhir’ sebelum harga kembali melesat ke atas.

Tidak hanya itu, Strategy, perusahaan intelijen bisnis yang didirikan bersama oleh Michael Saylor, kembali memperbesar porsi aset kripto dalam kas perusahaannya.

Strategy kini tercatat memiliki 638.985 Bitcoin (BTC) dengan nilai lebih dari US$73 miliar, setelah melakukan pembelian terbaru.

Dalam pengumuman Senin (15/9/2025), Saylor mengatakan perusahaan membeli 525 BTC senilai sekitar US$ 60 juta dengan harga rata-rata US$ 114.562 per koin.

Aksi beli ini menambah tumpukan Bitcoin Strategy yang selama ini konsisten mengakumulasi aset digital tersebut.

Strategi akumulasi Bitcoin ini pertama kali diluncurkan pada Agustus 2020, ketika perusahaan menggelontorkan investasi awal senilai US$ 250 juta.

Sejak itu, Strategy secara rutin mengumumkan pembelian besar BTC, termasuk transaksi senilai US$ 450 juta pada akhir Agustus hingga awal September 2025.

Langkah Saylor lewat Strategy tercatat sebagai salah satu yang pertama dari korporasi besar dalam menjadikan Bitcoin sebagai bagian dari strategi treasury.

Hal ini dilakukan sebagai upaya lindung nilai (hedge) terhadap inflasi sekaligus memperkuat posisi keuangan perusahaan di tengah gejolak ekonomi global.