BursaEkonomi dan Bisnis

IHSG Dibuka Menguat 42,19 Poin Bersandar di Level 7.977,82 di Perdagangan Selasa (16/9/2025)

×

IHSG Dibuka Menguat 42,19 Poin Bersandar di Level 7.977,82 di Perdagangan Selasa (16/9/2025)

Sebarkan artikel ini
IHSG
Indeks Harga saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 42,19 poin atau 0,54% ke 7.977,82 di pasar spot

Ringkasan Berita

  • Pukul 09.00 WIB, Indeks Harga saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 42,19 poin atau 0,54% ke 7.977,82 di pasar spot.
  • Ada sebanyak 344 saham naik, 42 saham turun dan 216 saham stagnan.
  • Indeks sektoral dengan kenaikan terbesar adalah sektor infrastruktur yang naik 1%, sektor perindustrian naik 0,71% da…

Topikseru.com – Pada perdagangan Selasa (16/9/2025). Pukul 09.00 WIB, Indeks Harga saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 42,19 poin atau 0,54% ke 7.977,82 di pasar spot.

Ada sebanyak 344 saham naik, 42 saham turun dan 216 saham stagnan. Seluruh indeks sektoral menguat, menopang kenaikan IHSG.

Indeks sektoral dengan kenaikan terbesar adalah sektor infrastruktur yang naik 1%, sektor perindustrian naik 0,71% dan sektor transportasi yang naik 0,64%.

Total volume perdagangan saham di bursa pagi ini mencapai 1,70 miliar saham dengan total nilai Rp0 870,44 miliar.

Top gainers LQ45 pagi ini adalah:

1. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) (2,29%)
2. PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) (1,25%)
3. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) (0,97%)

Top losers LQ45 pagi ini adalah:

1. PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) (-1,32%)
2. PT Vale Indonesia Tbk (INCO) (-1,17%)
3. PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) (-0,82%)

MNC Sekuritas Herditya Wicaksana: IHSG Berpeluang Menguat dengan Support 7.855 dan Resistance 7.972

Pada perdagangan Selasa (16/9/2025) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi lanjut menguat di pasar spot. Adapun IHSG menutup perdagangan Senin (15/9) dengan menguat 1,06% atau naik 83,06 poin ke level 7.937,12.

Menanggapi hal tersebut, Head of Research Retail MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memproyeksikan, IHSG berpeluang menguat dengan support 7.855 dan resistance 7.972 pada perdagangan Selasa (16/9/2025).

“Investor diperkirakan akan cenderung wait and see menjelang Rapat Dewan Gubernur (RDG) dan FOMC Meeting The Fed,” jelasnya.

Baca Juga  IHSG Dibuka di Zona Hijau Naik 0,75% Berdiri di Level 8.225,04 Pagi Ini

Maximilianus Nico Demus, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas bilang, pasar berekspektasi The Fed akan memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis points (bps), meski Presiden Trump mendorong langkah yang lebih besar.

Tak hanya itu, saat ini pelaku pasar sedang memantau pertemuan pejabat Amerika Serikat (AS) dan China memulai perundingan di Madrid, Spanyol untuk membahas isu-isu penting pada 14 September 2025.

Sementara itu di dalam negeri, pemerintah Indonesia mengumumkan paket stimulus ekonomi baru senilai Rp16,23 triliun pada Senin (16/9) yang ditujukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Langkah stimulus ini ditargetkan untuk dijalankan pada kuartal empat 2025 dan berlanjut ke tahun depan,” kata Nico.

Pengumuman tersebut datang setelah data terbaru menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia tumbuh 5,12% secara tahunan pada kuartal II-2025. Ini tumbuh dari 4,87% pada kuartal I-2025.

“Capaian tersebut menjadi ekspansi tercepat sejak kuartal II 2023, yang sebagian besar ditopang oleh pertumbuhan lebih kuat pada investasi tetap dan konsumsi rumah tangga,” ucap Nico.

Head of Research Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan mencermati, secara teknikal, histogram negatif MACD mulai mengecil yang menandakan mulai terjadinya pelemahan tekanan jual.

Sementara itu, indikator Stochastic RSI mengalami reversal dari area oversold. Kemudian indikator volume beli mengalami kenaikan dan IHSG bertahan di atas level MA20.

“Sehingga diperkirakan IHSG berpeluang melanjutkan penguatan menguji level 7.970-8.020 untuk Selasa (16/9/2025),” jelas Valdy.

Saham pilihan Phintraco Sekuritas untuk perdagangan Selasa (16/9/2025) jatuh pada PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), PT Ciputra Development Tbk (CTRA) dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA).