Film

Sinopsis Film The Forever Purge: Kisah Ana de la Reguera Ketika Pembantaian Tak Pernah Berakhir Tayang Malam Ini

×

Sinopsis Film The Forever Purge: Kisah Ana de la Reguera Ketika Pembantaian Tak Pernah Berakhir Tayang Malam Ini

Sebarkan artikel ini
Sinopsis Film The Forever Purge
Sinopsis film The Taking of Pelham 123 sebuah film Denzel Washington tayang di Bioskop Trans TV Hari ini Rabu 17 September 2025 pada pukul 21.00 WIB malam ini

Ringkasan Berita

  • Film The Talking of Pelham 123 dibintangi beberapa artis ternama seperti Denzel Washington, John Travolta, John Turtu…
  • Sinopsis Film The Talking of Pelham 123 di Bioskop Trans TV Seorang pria bernama Ryder dan kaki tangannya, Bashkin, E…
  • Letnan Camonetti dari Unit Layanan Darurat Departemen Kepolisian Kota New York akhirnya mengambil alih negosiasi.

Topikseru.com – Sinopsis film The Taking of Pelham 123 sebuah film Denzel Washington tayang di Bioskop Trans TV Hari ini Rabu 17 September 2025 pada pukul 21.00 WIB malam ini.

Film The Talking of Pelham 123 dibintangi beberapa artis ternama seperti Denzel Washington, John Travolta, John Turturro, Luis Guzmán, Michael Rispoli, dan James Gandolfini.

Sinopsis Film The Talking of Pelham 123 di Bioskop Trans TV

Seorang pria bernama Ryder dan kaki tangannya, Bashkin, Emri, dan mantan operator kereta api, Phil Ramos membajak Pelham 123. Ialah sebuah kereta di New York City Subway 6, di 77th Street.

Mereka memisahkan gerbong depan kereta di bawah 51st Street, serta menyandera seluruh penumpang.

Karyawan Otoritas Transportasi Metropolitan, Walter Garber, yang bekerja di Pusat Kontrol Kereta Api sebagai operator kereta api, menerima telepon ancaman dari Ryder.

Baca Juga  Sinopsis Film Death Race: Jason Statham Sang Juara Balap Dijebak Atas Kasus Pembunuhan Tayang di Bioskop Trans TV Malam Ini

Ia menuntut $10 juta tunai harus dibayar dalam waktu 60 menit. Ryder memperingatkan bahwa setiap menit dia menunggu melewati batas waktu, dia akan membunuh seorang sandera.

Bashkin akhirnya membunuh seorang petugas Polisi Transit Kota New York. Sementara Garber enggan bernegosiasi dengan Ryder saat Ramos dan Emri menyiapkan akses Internet di terowongan.

Letnan Camonetti dari Unit Layanan Darurat Departemen Kepolisian Kota New York akhirnya mengambil alih negosiasi.

Hal ini membuat marah Ryder yang memutuskan untuk membunuh pengendara kereta agar dia kembali terhubung dengan Garber.

Padahal, Garber sedang diselidiki karena diduga menerima suap $35.000 atas kontrak untuk gerbong kereta bawah tanah Jepang baru.

Ryder juga menemukan tuduhan secara online dan memaksa Garber untuk mengaku dengan mengancam akan membunuh seorang penumpang.

Untuk menyelamatkan sandera, Garber mengklaim bahwa dia ditawari suap saat memutuskan antara dua perusahaan, menggunakan uang itu untuk membayar uang kuliah anaknya.

Di sisi lain, Walikota menyetujui uang tebusan Ryder, dan memerintahkan polisi untuk mengirimkannya.

Baku tembak terus meletus dan membunuh sandera demi sandera. Situasi semakin pelik. Mampukah para warga sipil itu selamat dari teror pembajak?