BursaEkonomi dan Bisnis

IHSG Ditutup di Zona Merah Terpangkas 5,04 Poin ke Level 8.003,38 di Perdagangan Sesi I Siang Ini

×

IHSG Ditutup di Zona Merah Terpangkas 5,04 Poin ke Level 8.003,38 di Perdagangan Sesi I Siang Ini

Sebarkan artikel ini
IHSG
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah pada perdagangan sesi I siang ini.

Ringkasan Berita

  • Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI) via RTI, IHSG melemah 0,06% atau terpangkas 5,04 poin ke level 8.003,38 saat…
  • IHSG tertekan pelemahan lima indeks sektoral dari total 11 sektor di BEI.
  • Total volume perdagangan saham di BEI mencapai 17,62 miliar dengan nilai transaksi p 9,23 triliun.

Topikseru.com – Pada perdagangan Jumat (19/9/2025) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah pada perdagangan sesi I siang ini.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI) via RTI, IHSG melemah 0,06% atau terpangkas 5,04 poin ke level 8.003,38 saat istirahat siang ini.

IHSG tertekan pelemahan lima indeks sektoral dari total 11 sektor di BEI. Sektor yang turun paling dalam adalah sektor properti dan real estate 0,67%, sektor teknologi 0,45%, sektor barang konsumer non primer 0,45%, sektor transportasi 0,37%, dan sektor keuangan 0,34%.

Total volume perdagangan saham di BEI mencapai 17,62 miliar dengan nilai transaksi p 9,23 triliun. Ada 356 saham yang melemah, 280 saham yang menguat dan 160 saham stagnan.

Top losers di LQ45 adalah:
1. PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) 4,29% ke Rp 2.010 per saham
2. PT Bank Jago Tbk (ARTO) 2,26% ke Rp 2.160 per saham
3. PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) 2,02% ke Rp 1.215 per saham

Top gainers di LQ45 adalah:
1. PT Barito Pacific Tbk (BRPT) 4,14% ke Rp 3.020 per saham
2. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) 3,22% ke Rp 3.530 per saham
3. PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) 2,54% ke Rp 605 per saham

IHSG Melanjutkan Koreksi di Awal Perdagangan Jumat (19/9/2025)

Pada pembukaan perdagangan Jumat (19/9/2025) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan koreksi saat perdagangan dibuka pagi ini, setelah kemarin ditutup di zona merah.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI) via RTI, IHSG melemah 0,15% atau 11,73 poin ke level 7.996,72.

IHSG tertekan pelemahan lima indeks sektoral dari total 11 sektor di BEI.

Sektor yang turun paling dalam adalah teknologi, propertyidan real estate, keuangan, infrastruktur dan barang konsumer primer.

Volume perdagangan saham di BEI pagi ini mencapai 1,50 miliar dengan nilai transaksi Rp 785,61 miliar. Ada 174 saham yang terkoreksi,238 saham lainnya naik dan 209 saham stagnan.

Baca Juga  Analis Pasar: IHSG akan Masih Akan Disetir Oleh Sentimen Domestik dan Global

Top losers di LQ45 adalah:
1. PT Bank Jago Tbk (ARTO) 2,26% ke Rp 2.160 per saham
2. PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (BBNI) 1,90% ke Rp 2.060 per saham
3. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) 1,84% ke Rp 4.260 per saham

Top gainers di LQ45 adalah:
1. PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) 2,21% ke Rp 23.175 per saham
2. PT Map Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA) 1,82% ke Rp 560 per saham
3. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) 1,51% ke Rp 1.345 per saham

Chartist Maybank Sekuritas: IHSG Diproyeksikan Bisa Bergerak ke Level di 8.344

Pada perdagangan Rabu (17/9/2025) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tetap bertahan di atas 8.000 selama dua hari berturut-turut. Di mana, IHSG kembali ke atas level 8.000, dan ditutup di level 8.025,17 di pasar spot.

Kemudian, IHSG ditutup ke level 8.008,43 atau melemah 0,21% pada Kamis (18/9/2025).

Head of Research Kiwoom Sekuritas Liza Camelia Suryanata mengatakan, pergerakan IHSG hari ini dipengaruhi keputusan Bank Indonesia (BI), bukan reshuffle-driven.

Lebih lanjut, Liza bilang, reshuffle baru jadi tailwind bila dibarengi disiplin fiskal dan 100-day plan yang jelas. Di mana, reshuffle jilid 2 sejauh ini bersifat netral hingga muncul detail eksekusi.

“IHSG tembus ke atas 8.000 lebih didorong pemangkasan BI Rate ke 4,75% yang menurunkan cost of fund dan memperbaiki risk appetite,” ujar Liza.

Liza menambahkan, fokus pasar kini pada kredibilitas fiskal 2026, sinkronisasi menteri keuangan baru dengan BI, serta realisasi penyaluran likuiditas (Rp 200 triliun) yang benar-benar masuk ke kredit riil. Pasar membeli policy clarity, bukan sekadar pergantian personel.

Secara taktis, Liza mengatakan, pelonggaran BI dan potensi easing global tetap supportive. Namun rerating medium-term butuh “3P”.

Yakni policy clarity (roadmap fiskal), proof of transmission (kredit & earnings), dan prudence (jangkar disiplin fiskal).

Liza memproyeksi, sektor pemenang awal dengan kondisi saat ini adalah saham bank besar dan consumer staples. Saham sektor properti & telko selektif tergantung kecepatan transmisi suku bunga dan dinamika capex/kompetisi.

Lalu, di surat berharga negara (SBN), perbaikan bid berpeluang jika kredibilitas fiskal terjaga.

Sementara itu, Satriawan Haryono, Chartist Maybank Sekuritas memproyeksikan, IHSG bisa bergerak ke level di 8.344.