BursaEkonomi dan Bisnis

Harga Bitcoin (BTC) Kembali Melemah Sebesar 0,53% Terduduk di Level US$ 112.121 atau Setara Rp1,86 Miliar Per Koin

×

Harga Bitcoin (BTC) Kembali Melemah Sebesar 0,53% Terduduk di Level US$ 112.121 atau Setara Rp1,86 Miliar Per Koin

Sebarkan artikel ini
Bitcoin
Harga Bitcoin (BTC) hari ini terlihat kembali melemah sebesar 0,53% dalam 24 jam terakhir. Saat ini, harga Bitcoin di level US$ 112.121 per koin atau setara Rp 1,86 miliar (kurs, Rp 16.642).

Topikseru.com – Pada perdagangan Rabu (24/9/2025) pasar kripto terpangkas lagi dalam 24 jam terakhir. Harga Bitcoin (BTC) hari ini juga kembali melemah, analis mengingatkan adanya potensi jatuh lebih dalam ke level US$ 106 ribu.

Berdasarkan data dari Coinmarketcap, Rabu (24/9/2025) pukul 6.20 WIB, kapitalisasi pasar kripto global turun 0,35% menjadi US$ 3,88 triliun dalam 24 jam. Kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar.

Harga Bitcoin (BTC) hari ini terlihat kembali melemah sebesar 0,53% dalam 24 jam terakhir.

Saat ini, harga Bitcoin di level US$ 112.121 per koin atau setara Rp 1,86 miliar (kurs, Rp 16.642).

Pelemahan juga terjadi pada Ethereum (ETH) sebesar 0,75% menjadi US$ 4.172, XRP jatuh 0,68% menjadi US$ 2,82.

Dogecoin (DOGE) rontok 0,75% menjadi US$ 0,23, dan Solana terpangkas 2,26% menjadi US$ 215. Sedangkan Binance (BNB) malah melesat 2,49% menjadi US$ 1.016.

Dikutip dari CoinTelegraph, harga Bitcoin (BTC) kembali melemah di kisaran US$ 112 ribu.

Meski investor memanfaatkan pelemahan untuk melakukan aksi beli, sejumlah indikator teknikal masih memberi sinyal peringatan bahwa harga Bitcoin berpotensi terkoreksi lebih dalam hingga ke level US$ 106 ribu.

Sehari sebelumnya, pasar kripto mencatat likuidasi posisi long terbesar sepanjang tahun ini, mencapai US$ 1,62 miliar.

Kondisi ini memicu kekhawatiran bahwa reli bullish Bitcoin mulai memasuki fase akhir.

Baca Juga  Harga Kripto di Perdagangan Selasa, (19/8/2025): Harga Bitcoin CS Rontok Setelah All-Time High (ATH)

Analis Glassnode menilai, pasar kripto kini menghadapi fase siklus akhir bullish dengan tekanan jual yang semakin dominan.

Data dari Hyblock menunjukkan, meski BTC sempat bertahan di kisaran US$ 112 ribu, aksi jual masih lebih mendominasi dibandingkan aksi beli.

Hal ini meningkatkan kemungkinan terjadinya koreksi lebih dalam mendekati area support bawah.

Sementara itu, data Binance memperlihatkan trader ritel dan investor besar (whales) justru meningkatkan posisi leverage long sejak awal pekan ini.

Meski harga terus terkoreksi. Pergerakan ini menggambarkan adanya tarik menarik kuat antara pembeli dan penjual.

Jika melihat kedalaman order book 10%, tekanan jual mulai mereda seiring upaya BTC untuk berkonsolidasi di kisaran US$ 111 ribu –113 ribu.

Namun, peta likuidasi memperlihatkan potensi tekanan jual baru dengan cluster besar di area US$ 107 ribu.

Secara lebih luas, pergerakan Bitcoin dalam beberapa pekan terakhir masih banyak dipengaruhi oleh pasar futures perpetual dibandingkan faktor makroekonomi, ETF spot, maupun pasar saham AS.

Open interest Bitcoin sejak akhir Juli hingga pekan ini bergerak di kisaran US$ 46–53 miliar.

Minimnya volume beli di pasar spot serta penggunaan leverage long yang agresif membuat harga Bitcoin rawan ditekan hingga memicu gelombang likuidasi baru di level US$ 110 ribu–106 ribu.