BursaEkonomi dan Bisnis

IHSG Menghijau 30,45 Poin Berada di Level 8.071,115 di Perdagangan Sesi I Jumat (26/9/2025)

×

IHSG Menghijau 30,45 Poin Berada di Level 8.071,115 di Perdagangan Sesi I Jumat (26/9/2025)

Sebarkan artikel ini
IHSG
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 30,45 poin atau 0,38% ke 8.071,115. Penguatan IHSG ini disokong mayoritas indeks sektoral.

Topikseru.com – Pada akhir perdagangan sesi pertama hari ini. Jumat (26/9/2025) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 30,45 poin atau 0,38% ke 8.071,115.

Penguatan IHSG ini disokong mayoritas indeks sektoral. Sektor dengan penguatan terbesar dicetak IDX Sektor Barang Baku yang melonjak 1,97% di akhir sesi pertama.

Disusul, IDX Sektor Barang Konsumen Primer yang naik 0,82%, IDX Sektor Teknologi yang naik 0,73%, IDX Sektor Energi naik 0,66% dan dan IDX Sektor Infrastruktur naik 0,57%.

Berikutnya, IDX Sektor Perindustrian naik 0,53%, IDX Sektor Kesehatan menguat 0,24% dan IDX Sektor Keuangan yang menguat 0,19%.

Sementara itu, IDX Sektor Transportasi dan Logistik menjadi sektoral dengan pelemahan terdalam setelah turun 1,42% pada akhir perdagangan sesi pertama.

Disusul, IDX Sektor Barang Konsumen Non-Primer turun 0,34%, dan IDX Sektor Properti dan Real Estate yang melemah 0,05%.

Total volume transaksi bursa mencapai 23,56 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 11,59 triliun. Sebanyak 308 saham naik harga, 326 turun harga dan 160 flat.

Top gainers LQ45 siang ini terdiri dari:

PT Merdeka Battery Minerlas Tbk (MBMA) naik 22,84%
PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) naik 7,49%
PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) naik 3,86%
Top losers LQ45 siang ini adalah:

PT Indosat Tbk (ISAT) turun 3,05%
PT Map Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA) turun 1,89%
PT Indah Kiat Pulp and Papr Tbk (INKP) turun 1,61%

IHSG Menguat 20,15 Poin Bertengger di Level 8.060,815 di Awal Perdagangan Jumat (26/9/2025)

Pada awal perdagangan hari ini. Jumat (26/9/2025) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 20,15 poin atau 0,25% ke level 8.060,815 di pasar spot.

Penguatan IHSG ini disokong sebagian indeks sektoral. Sektor dengan penguatan terbesar dicetak IDX Sektor Barang Konsumen Primer yang menguat 0,85% di pagi ini.

Berikutnya ada IDX Sektor Teknologi, IDX Sektor Infrastruktur, IDX Sektor Energi, IDX Sektor Barang Baku dan IDX Sektor Barang Konsumen Non-Primer.

Sementara itu, IDX Sektor Perindustrian menjadi sektoral dengan pelemahan terdalam setelah turun 0,3% di pagi ini.

Disusul, IDX Sektor Kesehatan, IDX Sektor Properti dan Real Estate, IDX Sektor Keuangan dan IDX Sektor Sektor Transportasi dan Logistik.

Top gainers LQ45 pagi ini terdiri dari:

PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) naik 6,63%
PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) naik 3,45%
PT Astra International Tbk (ASII) naik 2,6%
Top losers LQ45 pagi ini adalah:

PT Indosat Tbk (ISAT) turun 1,94%
PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) turun 1,43%
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) turun 1,23%

Analyst Phintraco Sekuritas: IHSG akan bergerak di rentang support 7.980 dan resistance 8.100

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 85,89 poin atau 1,06% ke 8.040 pada akhir perdagangan Kamis (25/9/2025).

Baca Juga  IHSG Menguat Tipis 0,964 Poin Rehat di Level 8.678,309 Siang Ini

VP Equity Retail Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi mengatakan, koreksi ini didorong oleh kekhawatiran pasar akan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Dia mengamati, rupiah mulai melemah ke atas Rp 16.746.

“Selain itu, asing juga tercatat kembali melakukan outflow (jual bersih) sebesar Rp 513 miliar di seluruh pasar” katanya.

Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang menambahkan, aksi profit taking pada beberapa saham berbasis komoditas logam dan batubara juga turut menahan laju IHSG.

Selain itu, gerak IHSG juga terpantik oleh proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia oleh Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) yang direvisi naik dari 4,7% ke 4,9%.

“Sementara itu, inflasi diproyeksikan naik tipis dari 1,9% YoY pada tahun 2025 menjadi 2,7% YoY pada tahun 2026, yang disebabkan oleh depresiasi rupiah,” urainya.

Secara teknikal, indikator MACD dilihat Audi menunjukkan tren yang cenderung melandai. Sementara itu, indikator RSI menunjukkan terjadinya penurunan.

Dus, dia perkirakan, IHSG pada Jumat (26/9/2025) akan bergerak fluktuatif cenderung melemah dalam rentang level support 7.980 dan resistance 8.140.

Sementara itu, prediksi Alrich, IHSG akan bergerak di rentang support 7.980 dan resistance 8.100.

Sentimennya, investor akan menantikan indeks PCE Price bulan Agustus 2025 yang diperkirakan naik menjadi 0,3% MoM dari 0,2% di bulan Juli 2025. Sedangkan secara tahunan, indeks ini ditaksir naik menjadi 2,7% YoY dari 2,6% YoY di bulan Juli 2025.

“Untuk indeks Core PCE Price bulan Agustus diperkirakan turun menjadi 0,2% MoM dari 0.3% MoM, serta stabil di level 2,9% YoY,” jelas Alrich.

Audi menambahkan, pengaruh koreksi rupiah juga masih akan menyetir gerak IHSG pada Jumat (26/9/2025). Hal ini ditengarai bakal mempengaruhi kinerja emiten yang memiliki basis bisnis impor dan utang dalam bentuk dolar AS.

Dengan berbagai sentimen itu, Audi merekomendasikan trading buy saham PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP) pada support Rp 7.325 dan resistance Rp 8.450.

Sementara itu, investor bisa melakukan speculative buy terhadap saham PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) pada rentang support Rp 1.540 dan resistance Rp 1.845.

Adapun, saham pilihan Alrich jatuh pada PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ), PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), dan PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG).