Olahraga

Indonesia vs Arab Saudi: Head to Head, Fakta Menarik, dan Analisis Tim di Babak Keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia

×

Indonesia vs Arab Saudi: Head to Head, Fakta Menarik, dan Analisis Tim di Babak Keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia

Sebarkan artikel ini
Timnas Indonesia
Pertandingan Arab Saudi versus Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia

Topikseru.com – Pertandingan Timnas Indonesia vs Arab Saudi selalu menjadi sorotan publik, terutama menjelang laga besar di babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.

Pertandingan ini akan digelar pada Kamis, 9 Oktober 2025 pukul 00.15 WIB di King Abdullah Sport City, Jeddah.

Bermain di hadapan puluhan ribu suporter Arab Saudi tentu bukan tantangan mudah, namun catatan positif skuad Garuda dalam dua pertemuan terakhir menjadi sumber optimisme.

Secara keseluruhan, Timnas Indonesia dan Arab Saudi sudah bertemu 14 kali di berbagai ajang. Dari total pertemuan tersebut, Arab Saudi jauh lebih unggul dengan 11 kemenangan, sementara Indonesia baru mencatatkan 1 kemenangan dan 2 hasil imbang.

Namun, menariknya, kemenangan tunggal Indonesia terjadi pada pertemuan terakhir di Jakarta, 19 November 2024, ketika Garuda berhasil menumbangkan Arab Saudi dengan skor 2-0 berkat brace Marselino Ferdinan. Hasil ini mengubah peta kekuatan dan meningkatkan rasa percaya diri skuad asuhan Patrick Kluivert.

Sebelumnya, pada laga 5 September 2024 di Jeddah, Indonesia juga mampu menahan imbang Arab Saudi 1-1—hasil yang dianggap luar biasa mengingat tim lawan dikenal sebagai raksasa Asia dengan segudang prestasi.

Rincian Head to Head Indonesia vs Arab Saudi

Berikut adalah catatan lengkap pertemuan kedua tim:

  • 30 Sep 1981: Arab Saudi 3-1 Indonesia (Lion City Cup)
  • 25 Sep 1986: Arab Saudi 2-0 Indonesia (Asian Games)
  • 29 Nov 1996: Arab Saudi 4-1 Indonesia (Uji Coba)
  • 10 Okt 2003: Arab Saudi 5-0 Indonesia (Piala Asia)
  • 17 Okt 2003: Indonesia 0-6 Arab Saudi (Piala Asia)
  • 12 Feb 2004: Arab Saudi 3-0 Indonesia (Kualifikasi Piala Dunia)
  • 18 Feb 2004: Arab Saudi 3-0 Indonesia (Kualifikasi Piala Dunia)
  • 12 Okt 2004: Indonesia 1-3 Arab Saudi (Kualifikasi Piala Dunia)
  • 14 Jul 2007: Indonesia 1-2 Arab Saudi (Piala Asia)
  • 07 Okt 2011: Indonesia 0-0 Arab Saudi (Uji Coba)
  • 23 Mar 2013: Indonesia 1-2 Arab Saudi (Piala Asia)
  • 05 Mar 2014: Arab Saudi 1-0 Indonesia (Piala Asia)
  • 05 Sep 2024: Arab Saudi 1-1 Indonesia (Kualifikasi Piala Dunia)
  • 19 Nov 2024: Indonesia 2-0 Arab Saudi (Kualifikasi Piala Dunia)

Melihat data tersebut, jelas terlihat bahwa dominasi Arab Saudi sempat begitu besar. Namun, dua hasil terakhir memperlihatkan perubahan tren, dengan Indonesia mulai mampu menahan bahkan mengalahkan Arab Saudi.

Analisis Kekuatan Timnas Indonesia Jelang Duel

Timnas Indonesia yang kini dilatih oleh Patrick Kluivert membawa harapan baru. Beberapa faktor yang mendukung optimisme Garuda antara lain:

  1. Mentalitas yang Terbentuk dari Hasil Positif
    Kemenangan 2-0 di pertemuan terakhir menjadi bukti bahwa Indonesia mampu mengimbangi permainan cepat Arab Saudi. Hal ini memberikan modal mental yang sangat penting untuk menghadapi tekanan besar di Jeddah.
  2. Kombinasi Pemain Senior dan Muda
    Kehadiran pemain muda seperti Marselino Ferdinan yang sedang on fire, dipadukan dengan pengalaman pemain senior seperti Jordi Amat atau Stefano Lilipaly, menjadi senjata tersendiri. Meski ada kemungkinan beberapa nama dicoret karena regulasi, kedalaman skuad Indonesia tetap terjaga.
  3. Strategi Taktis Patrick Kluivert
    Pelatih asal Belanda ini dikenal dengan filosofi menyerang modern. Namun, ia juga cukup fleksibel dengan menyesuaikan permainan berdasarkan lawan. Saat menghadapi Arab Saudi, kemungkinan besar Kluivert akan menerapkan strategi pressing tinggi sekaligus menjaga keseimbangan lini tengah.
Baca Juga  Laga Dramatis Indonesia vs Bahrain Berakhir 2 -2, Wasit Jadi Sorotan

Pemain yang Dicoret: Dilema Regulasi 23 Pemain

Patrick Kluivert memanggil 28 pemain untuk menghadapi Arab Saudi dan Irak. Namun, regulasi hanya memperbolehkan 23 pemain masuk daftar susunan pertandingan. Itu berarti, lima nama harus dicoret.

Salah satu kandidat yang bisa saja dicoret adalah Ole Romeny (Oxford United) karena masih dalam pemulihan cedera.

Jika semua pemain fit, nama-nama seperti Shayne Pattynama, Egy Maulana Vikri, Stefano Lilipaly, Jordi Amat, dan Beckham Putra diprediksi berpotensi tidak masuk skuad.

Keputusan ini tentu menjadi dilema tersendiri, sebab setiap pemain memiliki kualitas yang dibutuhkan. Namun, aturan tetap harus dijalankan demi menjaga keseimbangan tim.

Kekuatan Arab Saudi: Tuan Rumah dengan Tradisi Besar

Sebagai salah satu tim elite Asia, Arab Saudi memiliki banyak keunggulan:

  • Pengalaman di Piala Dunia: Arab Saudi adalah langganan tampil di Piala Dunia, termasuk edisi 2022 di Qatar. Hal ini membuat mereka terbiasa dengan laga-laga penting.
  • Komposisi Pemain Berkualitas: Sebagian besar pemain Arab Saudi berkompetisi di Liga Profesional Arab Saudi yang kini dipenuhi bintang dunia, membuat mereka terlatih menghadapi atmosfer kompetitif.
  • Dukungan Publik Stadion: Bermain di King Abdullah Sport City, dukungan puluhan ribu suporter akan menjadi “pemain ke-12” yang sulit diabaikan.

Prediksi Skor Indonesia vs Arab Saudi

Berdasarkan tren terakhir dan semangat kebangkitan Garuda, pertandingan ini diprediksi berlangsung ketat. Indonesia memiliki peluang untuk kembali mencuri poin, meski Arab Saudi tetap difavoritkan.

  • Prediksi realistis: Arab Saudi 1-1 Indonesia
  • Prediksi optimistis: Arab Saudi 1-2 Indonesia

Hasil imbang akan sangat berharga untuk menjaga asa lolos ke fase berikutnya, sedangkan kemenangan akan menjadi sejarah baru bagi Timnas Indonesia.

Pertarungan Sengit yang Menentukan

Duel head to head Indonesia vs Arab Saudi bukan sekadar laga kualifikasi, melainkan ajang pembuktian bahwa Garuda benar-benar sudah naik level. Dengan bekal hasil positif di dua pertemuan terakhir, Indonesia punya modal besar untuk kembali memberi kejutan.

Semua mata akan tertuju pada 9 Oktober 2025 pukul 00.15 WIB di Jeddah, ketika sejarah baru bisa saja tercipta. (*)