Hukum & Kriminal

Puluhan Diduga Geng Motor Serang Kafe di Sampali, 5 Orang Alami Luka Bacok

×

Puluhan Diduga Geng Motor Serang Kafe di Sampali, 5 Orang Alami Luka Bacok

Sebarkan artikel ini
Geng motor
Puluhan remaja diduga geng motor menyerang sebuah cafe di Jalan Jumadi, Desa Sampali, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deli Serdang, Minggu malam (21/9/2025). Foto: Dok. Polsek Tembung

Topikseru.com – Sebuah cafe di Jalan Jumadi, Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, yang biasanya dipenuhi pengunjung menjadi sasaran amukan puluhan remaja yang diduga kelompok geng motor.

Mereka datang beramai-ramai dengan sepeda motor, membawa senjata tajam, lalu menyerang pengunjung yang sedang nongkrong.

Insiden itu menimbulkan kepanikan besar. Para pengunjung yang tak menyangka akan diserang tiba-tiba langsung berlarian menyelamatkan diri.

Namun, lima orang mengalami luka bacok di bagian tubuh berbeda. Ada yang terluka di kepala, di kening, di lengan, di bahu, bahkan seorang korban harus kehilangan jari telunjuknya.

Kesaksian Pekerja Cafe

Salah seorang saksi yang juga pekerja cafe, Muhammad Ridho, menuturkan kejadian itu berlangsung begitu cepat. Ia menyebutkan, puluhan remaja masuk begitu saja ke dalam cafe tanpa berbicara apa pun dan langsung melakukan penyerangan.

“Kejadiannya malam Minggu kemarin. Awalnya ini kesalahpahaman. Orang lain yang berbuat, justru kawan kami yang nongkrong di sini yang kena,” ujar Ridho ketika ditemui, Jumat (26/9/2025) sore.

Ridho mengingat deru suara sepeda motor yang tiba-tiba masuk ke halaman cafe. Suara itu diikuti pemandangan puluhan orang membawa klewang dan senjata tajam lainnya.

“Ada sekitar 50 orang. Mereka masuk begitu saja. Saya korban pertama. Saya ditumbuk. Tapi saya tetap lari minta pertolongan,” katanya.

Ridho menambahkan, suasana semakin kacau ketika para pelaku langsung menyerang siapa pun yang berada di dalam cafe. Beberapa pengunjung yang tak sempat keluar berusaha bersembunyi di dapur belakang.

“Teman-teman saya di dapur, karena sudah buntu mereka bersembunyi di belakang. Nahasnya mereka terciduk sama salah satu pelaku. Setelah itu ramai-ramai mereka masuk ke dalam dan membacok para korban,” ujarnya.

Serangan tersebut membuat beberapa orang terkena sabetan senjata tajam. Lantai cafe dipenuhi darah akibat luka-luka yang dialami para korban. “Yang luka 5 orang teman saya yang kebetulan nongkrong di sini.

Mereka lukanya ada yang di kening, di tangan (telunjuk), di lengan, kepala, bahu. Iya teman saya sampai putus jari telunjuknya,” jelas Ridho.

Kondisi Korban

Menurut Ridho, kelima korban merupakan temannya sendiri yang malam itu ikut nongkrong di cafe. Mereka mengalami luka cukup serius di bagian tubuh vital.

Baca Juga  Beraksi di Empat Lokasi, 3 Pelaku Curanmor Ditangkap Polsek Sunggal, Residivis Ditembak

Ada yang terkena bacokan di kepala, ada pula yang terluka di tangan hingga jari telunjuknya putus. Semua korban harus segera mendapatkan pertolongan medis setelah kejadian.

Ridho menegaskan bahwa tidak ada korban meninggal dalam insiden tersebut. Semua korban hanya mengalami luka bacok meski cukup parah.

Selain menyerang pengunjung, para pelaku juga merusak fasilitas cafe. Ridho menyebutkan bahwa sejumlah barang pecah belah hancur akibat ulah mereka. “Cafe pun porak-poranda. Gelas, kulkas, pintu, kaca pada rusak dihancurkan,” katanya.

Ia menambahkan, aksi itu murni karena para pelaku mencari orang lain. Namun karena tidak menemukannya, mereka melampiaskan kemarahan dengan merusak cafe dan menyerang pengunjung yang ada di lokasi. “Iya itu geng motor. Mereka dalam kondisi mabuk datang ke sini. Disasarnya kawan kami,” ungkap Ridho.

Pelaku Kabur Setelah Dihadang

Ridho yang sempat melarikan diri memanggil ayahnya untuk meminta pertolongan. Kehadiran warga membuat para pelaku akhirnya menghentikan aksinya. Puluhan remaja tersebut meninggalkan cafe begitu saja setelah membuat kerusakan dan melukai pengunjung.

Situasi di cafe pasca-penyerangan tampak memprihatinkan. Beberapa korban terkapar dengan luka bacok, sementara perabotan dan kaca cafe berantakan. Warga kemudian membantu membawa para korban untuk mendapatkan perawatan.

Usai kejadian, kasus ini langsung dilaporkan kepada pihak kepolisian. Ridho menuturkan bahwa laporan sudah diterima dan aparat mulai bertindak. Menurut keterangan yang ia dapat, dua orang pelaku sudah diamankan polisi.

“Kami sudah melapor ke polisi dan katanya dua orang sudah ditangkap. Gak ada korban meninggal. Hanya luka-luka saja,” pungkasnya.

Kronologi Singkat

Berdasarkan keterangan saksi, kejadian bermula ketika cafe di Jalan Jumadi, Desa Sampali, sedang dipenuhi pengunjung pada malam Minggu.

Puluhan remaja yang diduga geng motor datang dengan sekitar 50 sepeda motor. Mereka membawa senjata tajam seperti klewang, masuk ke dalam cafe, lalu menyerang pengunjung.

Serangan itu membuat suasana ricuh. Beberapa pengunjung berusaha melarikan diri, sebagian bersembunyi di dapur, tetapi tetap ketahuan dan dibacok. Akibatnya, lima orang luka-luka, satu di antaranya kehilangan jari telunjuk. Selain itu, fasilitas cafe rusak parah.

Setelah dihalau oleh warga, pelaku melarikan diri. Laporan kemudian dibuat ke pihak kepolisian, dan menurut keterangan saksi, dua orang sudah diamankan.