BursaEkonomi dan Bisnis

IHSG Bergerak Datar 0,01% Berada di Level 8.062,076 di Perdagangan Sesi I Rabu (1/10/2025) Siang Ini

×

IHSG Bergerak Datar 0,01% Berada di Level 8.062,076 di Perdagangan Sesi I Rabu (1/10/2025) Siang Ini

Sebarkan artikel ini
IHSG
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencoba bertahan di zona hijau di pasar spot. IHSG bergerak datar 0,01% atau naik 1,014 poin ke level 8.062,076.

Topikseru.com – Pada perdagangan sesi pertama Rabu (1/10/2025) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencoba bertahan di zona hijau di pasar spot.

Berdasarkan data yang dilansir dari RTI, IHSG bergerak datar 0,01% atau naik 1,014 poin ke level 8.062,076.

Tercatat, sebanyak 353 saham menguat, 292 saham melemah, dan 150 saham stagnan. Total volume perdagangan mencapai 36,3 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 12,4 triliun.

Enam indeks sektoral menopang penguatan IHSG. Tiga sektor dengan kenaikan tertinggi adalah IDX-Techno (+4,94%), IDX-Basic (+1,08%), dan IDX-Cyclic (+1,08%).

Saham Top Gainers LQ45:

PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) naik 19,05% ke Rp 400
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) naik 2,55% ke Rp 2.010
PT Charoen Pokphand Tbk (CPIN) naik 1,93% ke Rp 4.750

Saham Top Losers LQ45:

PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) turun 3,11% ke Rp 7.000
PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) turun 2,89% ke Rp 1.175
PT Vale Indonesia Tbk (INCO) turun 2,50% ke Rp 4.290

IHSG Dibuka Rebound Naik 27,278 Poin Bertengger di Level 8.088,340 di Perdagangan Rabu (1/10/2025) Pagi Ini

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka rebound pada perdagangan Rabu (1/10/2025), di tengah beragamnya wajah bursa regional.

Mengutip data RTI pukul 09.07 WIB, IHSG naik 0,34% atau 27,278 poin ke level 8.088,340. Tercatat 279 saham naik, 185 saham turun, dan 171 saham stagnan.

Total volume perdagangan 4,7 miliar saham dengan nilai transaksi capai Rp 1,9 triliun.

Sebanyak 10 indeks sectoral mendorong Langkah IHSG ke zona hijau pagi ini. Tiga sector dengan kenaikan tertinggi yakni: IDX-Basic 1,21%, IDX-Trans 0,46%, dan IDX-Energy 0,46%.

Saham-saham top gainers LQ45:

PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) naik 2,67% ke Rp 1.155
PT Map Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA) naik 1,85% ke Rp 550
PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) naik 1,79% ke Rp 342

Saham-saham top losers LQ45:

PT Vale Indonesia Tbk (INCO) turun 2,73% ke Rp 4.280
PT Merdeka Battery Minerals Tbk (MBMA) turun 1,55% ke Rp 635
PT United Tractors Tbk (UNTR) turun 1,03% ke Rp 26.500

Analyst Kiwoom Sekuritas: IHSG Berpotensi Cenderung Melemah Menguji Support di 8.000-8.020

Pada akhir perdagangan Selasa (30/9/2025) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,77% ke level 8.061 di pasar spot.

Tercatat, indeks sektoral yang menguat hanya properti, yakni naik 0,29% dan sektor energi 0,28%.

Sementara itu, sembilan indeks sektoral lainnya kompak melemah, dengan sektor transportasi turun paling dalam yakni minus 1,83%, disusul sektor perindustrian 1,42%, dan sektor keuangan 1,37%.

Baca Juga  IHSG Ditutup Terkoreksi Tipis 7,43 Poin Terseret ke Level 8.632,76 Sore Ini

VP Equity Retail Analyst Kiwoom Sekuritas, Oktavianus Audi melihat, koreksi IHSG disertai dengan kenaikan volume transaksi harian.

Dia mencermati, indikator MACD menunjukkan pelemahan tren dan berpotensi terjadi death cross, sejalan dengan RSI yang alami penurunan.

“Kami melihat, hal ini dipengaruhi oleh aksi profit taking dan didorong aksi jual asing di seluruh perdagangan,” ujar Audi.

Asal tahu saja, hari ini investor asing terpantau melakukan aksi jual bersih (net sell) jumbo sebesar Rp 1,70 triliun di seluruh pasar.

Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang menambahkan bahwa pelemahan ini juga terjadi di tengah indeks bursa Asia yang bergerak variatif seturut rilis data PMI Manufacturing Tiongkok pada September 2025 yang terkontraksi selama enam bulan berturut-turut.

Melongok data RTI Business, indeks Nikkei Jepang tampak ditutup melemah 0,25%.

Sementara itu, indeks Straits Times Singapura dan Shanghai Composite Index justru berakhir menghijau dengan naik 0,71% dan 0,52%.

Secara teknikal, histogram positif MACD dilihat Alrich tampak mengecil dan MACD berpotensi mengalami death cross. Grafik ini didukung oleh tekanan jual yang tampak lebih dominan. Selain itu, indikator Stochastic RSI mengarah ke arah pivot.

Dengan begitu, IHSG diperkirakan Alrich berpotensi cenderung melemah menguji support di 8.000-8.020 pada perdagangan hari ini Rabu, (1/10/2025).

Senada, IHSG hari ini juga diperkirakan Audi bergerak melemah dalam rentang level support 8.011 dan resistance 8.138.

Sentimen yang akan mempengaruhinya diperkirakan berlanjutnya aksi jual asing terhadap emiten berkapitalisasi pasar jumbo.

Tak cuma itu, sederet rilis data ekonomi domestik seperti inflasi yang diperkirakan alami naik 2,4% secara tahunan (year on year/YoY) berikut data PMI Manufaktur yang diperkirakan naik ke level 52 akan jadi pendorong utama gerak IHSG besok.

“Hal ini akan cenderung direspons positif oleh pasar seiring dengan stabilitas terjaga dan industri manufaktur yang lebih ekspansif,” prediksi Audi.

Dengan berbagai sentimen itu, investor kata Audi bisa lakukan speculative buy terhadap saham PT Amman Mineral International Tbk (AMMN) dan PT Astra International Tbk (ASII). Masing-masing level support dan resistance-nya ialah Rp 6.800-7.800 dan Rp 5.600 dan Rp 6.000.

Alternatif lain, investor menurut Alrich juga bisa mengincar saham-saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), PT Rukun Raharja Tbk (RAJA), PT Persada Indo Tambang Tbk (RATU), PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI), dan PT Krakatau Steel Tbk (KRAS).