BursaEkonomi dan Bisnis

IHSG Ditutup Menguat 47,22 di Level 8.118,30 di Perdagangan Jumat (3/10/2025) Sore Ini

×

IHSG Ditutup Menguat 47,22 di Level 8.118,30 di Perdagangan Jumat (3/10/2025) Sore Ini

Sebarkan artikel ini
IHSG
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 47,22 poin atau 0,59% ke 8.118,30 di pasar spot.

Ringkasan Berita

  • Sebanyak 259 saham naik, 403 saham turun dan 136 saham stagnan.
  • Delapan indeks sektoral menguat, menopang kenaikan IHSG.
  • Indeks sektoral dengan kenaikan terbesar adalah sektor teknologi yang naik 3,09%, sektor perindustrian naik 2,46% dan…

Topikseru.com – Pada akhir perdagangan Jumat (3/10/2025) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 47,22 poin atau 0,59% ke 8.118,30 di pasar spot.

Sebanyak 259 saham naik, 403 saham turun dan 136 saham stagnan.

Delapan indeks sektoral menguat, menopang kenaikan IHSG. Sedangkan tiga indeks sektoral lainnya masuk zona merah.

Indeks sektoral dengan kenaikan terbesar adalah sektor teknologi yang naik 3,09%, sektor perindustrian naik 2,46% dan sektor barang konsumen non siklikal yang naik 1,57%.

Sedangkan indeks sektoral yang melemah adalah sektor transportasi yang turun 1,41%, sektor kesehatan turun 1,35% dan sektor keuangan yang turun 0,67%.

Total volume perdagangan saham di bursa hari ini mencapai 44,76 miliar saham dengan total nilai Rp 22,53 triliun.

Top gainers LQ45 hari ini adalah:

1. PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) (13,29%)
2. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) (6,69%)
3. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) (5,56%)

Top losers LQ45 hari ini adalah:

1. PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) (-7,08%)
2. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) (-3,95%)
3. PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) (-3,85%)

IHSG Naik 21,02 Poin Melaju di Zona Hijau Berada di Level 8.092,09 Siang Ini

Sepanjang perdagangan sesi pertama, Jumat (3/10/2025) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melaju di zona hijau di pasar spot.

Mengutip data RTI, IHSG naik 0,26% atau 21,02 poin ke level 8.092,09. Tercatat 244 saham menguat, 407 saham melemah, dan 145 saham stagnan. Total volume perdagangan mencapai 25,8 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 13,6 triliun.

Sebanyak tujuh indeks sektoral menopang penguatan IHSG. Tiga sektor dengan kenaikan tertinggi yakni: IDX-Industry naik 2,54%, IDX-Techno 1,90%, dan IDX-NonCyc 1,29%.

Saham top gainers LQ45:

PT Jasa Marga Tbk (JSMR) naik 8,96% ke Rp 3.770
PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) naik 6,69% ke Rp 1.515
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) naik 3,70% ke Rp 56

Saham top losers LQ45:

PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) turun 3,85% ke Rp 625
PT Bank Jago Tbk (ARTO) turun 3,65% ke Rp 2.120
PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) turun 3,56% ke Rp 1.220

Dari pasar global, saham Hitachi melonjak lebih dari 9% pada perdagangan Jumat setelah mengumumkan kerja sama dengan OpenAI untuk membangun infrastruktur kecerdasan buatan (AI) dan pusat data secara global.

Indeks Nikkei 225 Jepang naik 1,57% dan Topix menguat 1,33%. Meski begitu, tingkat pengangguran Jepang pada Agustus 2025 naik menjadi 2,6%, lebih tinggi dari ekspektasi ekonom sebesar 2,4% dan dari bulan sebelumnya 2,3%.

S&P Global Japan Services PMI juga tercatat meningkat tipis ke level 53,3 pada September dari 53,1 di Agustus, ditopang permintaan domestik yang lebih kuat di tengah melemahnya ekspor.

Baca Juga  IHSG Turun 0,35% Dipicu Investor Menimbang Risiko Global dan Data Ekonomi Domestik

“Perusahaan jasa masih mencatat pertumbuhan solid, tetapi manufaktur mengalami kontraksi lebih dalam akibat lemahnya penjualan. Akibatnya, ekspansi sektor swasta secara keseluruhan melambat ke titik terendah sejak Mei,” kata Annabel Fiddes, Associate Director Economics di S&P Global Market Intelligence.

Sementara itu, indeks Asia lain bervariasi:

-ASX/S&P 200 Australia naik 0,27%
-Indeks Hang Seng Hong Kong turun 0,47% dan Hang Seng Tech Index terkoreksi 1,21%
-Nifty 50 India turun 0,16% dan Sensex melemah 0,36%
-Pasar China dan Korea Selatan tutup libur.

Retail MNC Sekuritas Herditya: IHSG Diproyeksikan akan Cenderung Konsolidasi

Pada perdagangan Jumat (3/10/2025) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi terkoreksi usai ditutup melemah hari ini.

Adapun IHSG menutup perdagangan Kamis (2/10/2025) dengan menguat 0,34% ke level 8.071,08.

Penguatan IHSG ini sejalan dengan kenaikan Bursa Asia. Indeks asal Hong Kong, Hang Seng ditutup menguat 1,61%. Kemudian indeks Nikkei225 asal Jepang juga ditutup naik 0,87%.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus bilang penguatan bursa saham Indonesia dan Asia karena investor mengabaikan government shutdown Amerika Serikat (AS).

Indeks dolar alias DYX juga melemah seiring dengan keputusan Mahkamah Agung AS yang menjadwalkan sidang pada Januari 2025 terkait upaya Presiden AS Donald Trump untuk memberhentikan Gubernur Federal Reserve Lisa Cook.

Nico bilang kekhawatiran mengenai independensi bank sentral meningkat sejak Trump menuduh Cook melakukan penipuan hipotek sekaligus mendesak The Fed agar lebih agresif memangkas suku bunga.

“Dolar AS juga mendapat tekanan dari government shutdown. Ini pertama kali dalam tujuh tahun terakhir setelah anggota parlemen gagal mencapai kesepakatan pendanaan sementara,” tulisnya dalam riset.

Adapun pada akhir perdagangan Kamis (2/10/2025), nilai tukar rupiah spot ditutup menguat 0,22% secara harian ke posisi Rp 16.598 per dolar AS. Rupiah berdasarkan Jisdor BI juga menguat 0,41% ke Rp 16.612 per dolar AS.

Investment Advisor Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis menambahkan penguatan rupiah terhadap dolar AS ini yang turut mendorong penguatan pada IHSG. Pada akhirnya membuat IHSG menguat bersama bursa Asia lain.

Alrich menjelaskan secara teknikal, IHSG pembentukan histogram negatif MACD berlanjut dan indikator Stochastic RSI berada di area pivot. Pada perdagangan Kamis (2/10/2025), IHSG ditutup di bawah level MA.

“Sehingga diperkirakan IHSG bergerak dalam rentang 8.020 sampai dengan 8.150 pada perdagangan akhir pekan ini,” jelasnya.

Lebih lanjut, Head of Retail MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memproyeksikan IHSG memproyeksikan IHSG akan cenderung konsolidasi dalam jangka pendek dengan level support di 8.062 dan resistance di 8.086.

Menurutnya, investor akan mencermati rilis data ketenagakerjaan AS, yakni Non-Farm Payroll. Untuk perdagangan Jumat (3/10), saham pilihan Herditya jatuh pada PANI, ISAT dan BBRI.

Dia menjelaskan investor dapat mencermati saham PANI di rentang Rp 15.225–Rp 15.675. Sementara, saham ISAT bisa dicermati di area Rp 1.825–Rp 1.955 dan saham BBRI di kisaran Rp 3.820–Rp 3.910.