BursaEkonomi dan Bisnis

IHSG Bertambah 49 Poin Bertengger di Level 8.189,44 di Perdagangan Selasa (7/10/2025) Pagi Ini

×

IHSG Bertambah 49 Poin Bertengger di Level 8.189,44 di Perdagangan Selasa (7/10/2025) Pagi Ini

Sebarkan artikel ini
IHSG
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan hari ini, setelah kemarin ditutup di zona hijau.

Ringkasan Berita

  • Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan hari ini, setelah kemarin ditutup di zona hijau.
  • Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI) via RTI, IHSG menguat 0,61% atau bertambah 49 poin ke level 8.189,44 pagi ini.
  • Total volume perdagangan saham di BEI pada pagi ini mencapai 1,54 miliar dengan nilai transaksi tembus Rp 1,34 triliun.

Topikseru.com – Pada perdagangan Selasa (7/10/2025) pukul 09.02 WIB. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan hari ini, setelah kemarin ditutup di zona hijau.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI) via RTI, IHSG menguat 0,61% atau bertambah 49 poin ke level 8.189,44 pagi ini.

Mayoritas indeks sektoral di BEI menyokong kenaikan IHSG. Sejumlah sektor yang menguat paling tinggi adalah barang baku, energi, infrastruktur, perindustrian, transportasi, Keuangan, Kesehatan, properti dan real estate.

Total volume perdagangan saham di BEI pada pagi ini mencapai 1,54 miliar dengan nilai transaksi tembus Rp 1,34 triliun.

Ada 236 saham yang menguat menopang IHSG, sementara 180 saham lainnya melemah dan 194 saham stagnan.

Top gainers di LQ45 adalah:

1. PT Astra International Tbk (ASII) 3,00% ke Rp 6000 per saham
2. PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) 2,40% ke Rp 2.130 per saham
3. PT Barito Pacific Tbk (BRPT) 2,00% ke Rp 4.080 per saham

Top losers di LQ45 adalah:

1. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) 1,75% ke Rp 56 per saham
2. PT Jasa Marga Tbk (JSMR) 1,55% ke Rp 3.810 per saham
3. PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) 1,05% ke Rp 9.400 per saham

Analyst Phintraco Sekuritas: IHSG akan Bergerak Fluktuatif Cenderung Menguat Terbatas

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 21,59 poin atau 0,27% ke 8.139 pada akhir perdagangan Senin (6/10/2025). Di sela sesi perdagangan, IHSG sempat menyentuh level intraday tertinggi baru yakni 8.176.

VP Equity Retail Analyst Kiwoom Sekuritas, Oktavianus Audi menilai, penguatan IHSG didorong oleh sejumlah faktor, seperti berlanjutnya penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan rotasi ke sektor energi, infrastruktur, dan teknologi.

Selain itu, ketidakpastian global terkait penutupan pemerintahan (government shutdown) AS juga turut berpengaruh pada gerak IHSG hari ini.

Baca Juga  IHSG Menguat 0,13% Bertengger di Level 8.329,40 di Perdagangan Kamis (6/11/2025) Sesi I Siang Ini

“Indikator MACD juga menunjukkan tren yang melandai, meski di sisi lain terjadi kenaikan dari indikator RSI,” ujarnya.

Audi menaksir IHSG akan bergerak fluktuatif cenderung menguat terbatas dalam rentang level support 8.075 dan resistance 8.210 dengan indikator MACD yang masih akan menunjukkan tren melandai.

Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang menambahkan, secara teknikal, IHSG hari ini ditutup di atas level MA5 dan adanya kenaikan volume jual.

Sementara itu, lanjut Alrich, indeks bursa Asia ditutup beragam, dengan bursa Tiongkok dan Korea Selatan yang masih libur.

Adapun, Indeks di bursa Jepang mencapai rekor tertinggi baru didukung oleh optimisme setelah terpilihnya perdana menteri (PM) baru.

Sebaliknya indeks di bursa Eropa dibuka melemah setelah pengunduran diri PM Perancis yang baru menjabat selama beberapa pekan sehingga menimbulkan krisis politik di negara tersebut.

Adapun indikator Stochastic RSI membentuk golden cross dan histogram negatif MACD tampak menyempit.

“Sehingga IHSG diperkirakan bergerak konsolidasi pada rentang support 8.080 dan resistance 8.180,” taksir Alrich.

Menurut Audi, sentimen yang akan mengiringi gerak IHSG besok datang dari antisipasi pasar terhadap rilis data cadangan devisa Indonesia per September 2025 yang diperkirakan naik ke posisi US$ 159 miliar.

“Hal ini akan cenderung direspon positif oleh pasar seiring dengan aktivitas ekspor yang meningkat,” ujar Audi.

Selain itu, kenaikan harga emas yang terus mencatatkan nilai tertinggi baru sepanjang masa akan mendorong emiten produsen atau yang terkait dengan komoditas emas dalam negeri terus meningkat sehingga berkontribusi pada laju IHSG.

Dengan sentimen itu, investor kata Audi bisa melakukan trading buy terhadap sama PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) di harga dengan masing-masing rentang support dan resistance Rp 1.810-2.310 dan Rp 1.670-2.000.

Selain itu, investor juga bisa melakukan speculative buy terhadap saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) dengan rentang support Rp 1.600 dan resistance Rp 1.705 per saham.

Sementara itu, saham pilihan Alrich besok yakni PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA), PT Archi Indonesia Tbk (ARCI), PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB), dan PT Ciputra Development Tbk (CTRA)