Hukum & Kriminal

Dua Pemuda di Magelang Tewas Usai Pesta Miras Oplosan: Polisi Periksa 5 Saksi

×

Dua Pemuda di Magelang Tewas Usai Pesta Miras Oplosan: Polisi Periksa 5 Saksi

Sebarkan artikel ini
Miras oplosan
Seorang petugas mengusung jenazah korban diduga miras oplosan di Magelang

Ringkasan Berita

  • Kasat Reskrim Polresta Magelang, Kompol La Ode Arwansyah, mengatakan kedua korban meninggal dunia dua hari setelah pe…
  • Peristiwa tragis itu terjadi pada Minggu (5/10/2025) di sebuah gubuk area persawahan di Dusun Gedongan Kidul, Desa Bo…
  • Korban diketahui bernama Ari Setiawan (26) dan Juli Purnawan (47).

Topikseru.com – Dua pemuda di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, ditemukan tewas usai menggelar pesta minuman keras atau miras yang diduga oplosan. Peristiwa tragis itu terjadi pada Minggu (5/10/2025) di sebuah gubuk area persawahan di Dusun Gedongan Kidul, Desa Bondowoso, Kecamatan Mertoyudan.

Kasat Reskrim Polresta Magelang, Kompol La Ode Arwansyah, mengatakan kedua korban meninggal dunia dua hari setelah pesta miras berlangsung. Keduanya diduga mengalami keracunan alkohol campuran berbahaya.

“Dua orang meninggal dunia, satu sempat dibawa ke rumah sakit dan satunya ditemukan di rumahnya sudah dalam kondisi meninggal dunia,” ujar La Ode di Magelang, Selasa (7/10/2025).

Kronologi: Pesta Miras di Tengah Sawah Berujung Maut

Informasi yang dihimpun menyebutkan, pesta minuman keras itu diikuti oleh sejumlah pemuda setempat. Setelah acara berakhir, dua di antara mereka mengeluh sakit hebat dan tak lama kemudian meninggal dunia.

Korban diketahui bernama Ari Setiawan (26) dan Juli Purnawan (47). Salah satu korban sempat mendapat perawatan medis di rumah sakit, sementara korban lainnya ditemukan tak bernyawa di rumahnya.

Polisi segera mendatangi lokasi kejadian dan rumah korban untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan saksi.

Diduga Oplosan, Polisi Kirim Sampel ke Labfor Polda Jateng

Dugaan sementara, kedua korban tewas akibat menenggak minuman beralkohol oplosan yang mengandung bahan kimia berbahaya.

“Pada Minggu tersebut ada beberapa orang saksi yang sempat minum. Kita belum mengetahui setelah mereka minum bersama hingga ada yang meninggal hari ini. Kami masih melakukan pendalaman,” kata La Ode.

Meskipun keluarga korban menolak autopsi, polisi telah mengambil sampel cairan miras yang diduga diminum korban untuk dikirim ke Laboratorium Forensik Polda Jawa Tengah.

“Keluarga menolak autopsi, namun untuk sampel minuman keras sudah kami ambil dan akan kami bawa ke Labfor,” lanjutnya.

Polisi Periksa Lima Saksi, Termasuk Keluarga Korban

Hingga kini, polisi telah memeriksa lima orang saksi, termasuk beberapa warga yang ikut dalam pesta miras serta keluarga korban.

Penyidik juga masih menelusuri asal-usul minuman keras oplosan yang dikonsumsi para korban.

“Kami terus melakukan pendalaman untuk memastikan sumber minuman dan siapa yang menyediakan,” ujar Kasat Reskrim Polresta Magelang itu.

Kasus Miras Oplosan Masih Jadi Ancaman

Kasus tewasnya warga akibat miras oplosan bukan kali pertama terjadi di Jawa Tengah. Dalam beberapa tahun terakhir, kepolisian mencatat beberapa kasus serupa yang merenggut nyawa warga karena konsumsi alkohol campuran berbahaya.

Polisi mengimbau masyarakat agar tidak sembarangan mengonsumsi minuman beralkohol tanpa izin edar atau yang dijual bebas tanpa label resmi.