BursaEkonomi dan Bisnis

Harga Bitcoin Turun 1,24% di Level $121,869 atau Setara dengan Rp2.031.805.102 Per Koin

×

Harga Bitcoin Turun 1,24% di Level $121,869 atau Setara dengan Rp2.031.805.102 Per Koin

Sebarkan artikel ini
Bitcoin
Pada 8 Oktober 2025, harga Bitcoin tercatat berada di level $121,869 atau setara dengan Rp2.031.805.102, mengalami penurunan 1,24% dalam 24 jam terakhir. Sepanjang periode ini, BTC menyentuh level terendahnya di Rp2.076.717.440 dan harga tertingginya di Rp2.007.464.286.

Ringkasan Berita

  • Dalam sepekan terakhir, harganya naik hampir 9% dan masih bertahan kuat di atas level $124.000, meskipun sempat menga…
  • Pergerakan harga Bitcoin kali ini tidak hanya didorong oleh momentum pasar, tetapi juga oleh perubahan mendalam pada …
  • Harga Bitcoin Turun 1,24% dalam Waktu 24 Jam Pada 8 Oktober 2025, harga Bitcoin tercatat berada di level $121,869 ata…

Topikseru.com – Harga Bitcoin memulai bulan Oktober dengan kenaikan yang stabil. Dalam sepekan terakhir, harganya naik hampir 9% dan masih bertahan kuat di atas level $124.000, meskipun sempat mengalami sedikit koreksi dari rekor tertingginya baru-baru ini.

Pergerakan harga Bitcoin kali ini tidak hanya didorong oleh momentum pasar, tetapi juga oleh perubahan mendalam pada aktivitas on-chain yang menunjukkan keyakinan kuat dari para pemegang jangka panjang maupun jangka pendek.

Satu angka yang menonjol adalah $130.000 — target besar berikutnya yang ditunjukkan oleh pola grafik dan data pasar. Lalu, bagaimana pergerakan harga Bitcoin saat ini?

Harga Bitcoin Turun 1,24% dalam Waktu 24 Jam
Pada 8 Oktober 2025, harga Bitcoin tercatat berada di level $121,869 atau setara dengan Rp2.031.805.102, mengalami penurunan 1,24% dalam 24 jam terakhir. Sepanjang periode ini, BTC menyentuh level terendahnya di Rp2.076.717.440 dan harga tertingginya di Rp2.007.464.286.

Saat penulisan, kapitalisasi pasar Bitcoin berada di sekitar Rp40.365 triliun, dengan volume perdagangan dalam 24 jam terakhir yang naik 16% menjadi Rp1.292 triliun.

Arus Keluar Bersih Sentuh Titik Terendah, Menandakan Aksi Akumulasi Holder
Salah satu tanda paling jelas dari meningkatnya kepercayaan pasar terlihat dari exchange net flow Bitcoin — metrik yang mengukur selisih antara jumlah BTC yang masuk dan keluar dari bursa terpusat.

Nilai negatif menandakan lebih banyak Bitcoin yang ditarik keluar dibandingkan yang disetorkan, menunjukkan bahwa para holder lebih memilih menyimpan daripada menjual aset mereka.

Per 4 Oktober, Simple Moving Average (SMA) 14 hari untuk net flow Bitcoin berada di angka –7.210 BTC, level terendah dalam hampir tiga tahun. Terakhir kali arus keluar sebesar ini terjadi pada November 2022 — tepat sebelum harga Bitcoin melonjak drastis dari sekitar $16.000 menjadi lebih dari $72.000 dalam beberapa bulan berikutnya.

Kondisi ini membuat situasi saat ini semakin menarik, karena mengindikasikan pasar yang perlahan beralih menuju fase akumulasi, bukan distribusi.

Sebagai konfirmasi, data HODL Waves menunjukkan berapa lama koin tetap tidak berpindah. Dalam sebulan terakhir, baik pemegang jangka pendek maupun jangka panjang sama-sama menambah kepemilikannya.

Baca Juga  Harga Bitcoin (BTC) Menolak Melanjutkan Level $116 Ribu Malah Bertengger di Level US$ 113.646 Per Koin

Kelompok pemegang 1–3 bulan meningkat dari 8,75% menjadi 9,59% dari total suplai, sementara kelompok pemegang 2–3 tahun naik dari 7,00% menjadi 7,13%.

Kenaikan 0,13% mungkin tampak kecil, tetapi sebenarnya mewakili puluhan ribu BTC, sebuah perubahan signifikan jika dibandingkan dengan total suplai Bitcoin — sekaligus menjadi sinyal kuat akan keyakinan baru dari para holder jangka panjang.

Partisipasi ganda ini penting: jika hanya satu pihak (baik jangka pendek maupun panjang) yang melakukan akumulasi, reli harga bisa dianggap rapuh. Namun karena keduanya menunjukkan keyakinan yang sama, hal ini menciptakan fondasi yang lebih kuat untuk potensi kenaikan harga yang berkelanjutan.

Pola Breakout Arahkan Target BTC ke $130.100
Pada grafik harian (7/10), harga Bitcoin baru saja mengonfirmasi pola inverse head-and-shoulders breakout dengan penutupan yang kokoh di atas garis leher (neckline) di level $122.100.

Berdasarkan pola ini, target kenaikan jangka pendek mengarah ke area di atas $130.000, selama momentum beli tetap terjaga.

Indikator Wyckoff Volume memberikan konteks tambahan. Alat ini melacak dominasi antara pembeli (ditandai dengan batang biru) dan penjual (batang oranye) dalam sesi perdagangan. Saat koreksi di bulan September, pergeseran dari batang biru ke oranye menandai penurunan harga dari $117.900 ke $108.400.

Namun kali ini pergeseran tersebut belum terjadi — batang biru masih mendominasi, menandakan permintaan beli tetap kuat.

Jika harga Bitcoin mampu bertahan di atas level $122.100, peluang untuk mencapai $130.100 sangat terbuka. Bahkan, jika berhasil menembus level tersebut, pasar berpotensi mencetak cycle high baru pada kuartal ini.

Meski begitu, penurunan di bawah $117.900 atau $108.400 dapat sementara membatalkan pola bullish ini. Namun, data on-chain sejauh ini masih menunjukkan kecenderungan pasar yang tetap condong ke arah positif.

Disclaimer: Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli crypto memiliki risiko dan volatilitas tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli bitcoin dan investasi aset crypto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi: BeInCrypto. Bitcoin Exchange Flows Hit Multi-Year Lows —Is $130,000 Next? Diakses pada 8 Oktober 2025